
Lalu, kenapa marganya Jiu ? Bukan Zhang ? Ini...... kenapa mirip dengan marga Kekaisaran dari Dinasti Yin.
Apakah mungkin ini adalah Pangeran Tawanan karena kalah perang ? Ren Qixuan merasa penasaran dengan identitas dari Pangeran ini.
"Kenapa Nona ini bisa mendapatkan senjata sementara aku tidak ?" Tanya Jiu Xuanyi dengan lembut.
"Maaf Pangeran, Nona ini telah menempa dua hari lalu karena adanya perjanjian dengan Tuan. Pada saat ini kami tidak melayani penempaan pedang secara pribadi hanya menjual senjata senjata yang sudah jadi ini. Jika ingin menempa senjata maka bisa datang di lain hari ketika para penempa kami datang. " Jawab pelayan itu dengan tenang tapi tidak merasa takut sama sekali.
Menurut Ren Qixuan, ini bukan sikap yang seharusnya dikeluarkan pada orang orang Istana. Apakah orang orang ini bersikap dengan sangat kurang sopan sampai sampai tidak bisa menghormati anggota Istana lagi ?
Ren Qixuan merasa agak terganggu dengan hal ini, tapi dia tidak bisa melakukan apa apa dengan hal ini.
Ren Qixuan mengambil kotak senjata miliknya dan membuka kotak tersebut lalu melihat cambuk yang begitu indah dengan bagian pegangan yang berwarna merah menyala, mirip dengan kepribadiannya dan juga bagian cambuk nya yang terbuat dari Tulang Naga.
Seperti yang diharapkan dari buatan tangan Sang Dewa Senjata, Long Yang.
"Jarang sekali aku melihat seorang gadis datang ke tempat penempaan senjata, apakah aku bisa berkenalan dengan Nona ?" Tanya Jiu Xuanyi berjalan ke arahnya dengan senyum palsu.
Hanya dengan melihat senyumnya membuat Ren Qixuan langsung kesal. Dia tidak jadi merasa kasihan dengan Jiu Xuanyi ini, orang ini tampak licik dan menyebalkan.
"Aku ini hanya orang biasa tanpa nama, tidak layak untuk mendapatkan perhatian dari Pangeran. Senjata ini lagipula hanya bisa ku gunakan untuk menakuti orang lain. " Ucap Ren Qixuan dengan rendah hati.
"Oh ? Kalau begitu maka sayang sekali senjata yang sangat baik sekali digunakan seperti itu , jika Nona bersedia maka aku akan menukarkan senjata ini dengan benda berharga milikku. " Balas Jiu Xuanyi.
"Benda apa yang ingin ditukarkan oleh Pangeran ?" Tanya Ren Qixuan.
"Ini adalah sekantung emas yang mungkin berjumlah 200 atau 300 emas, asalkan Nona bersedia menukarnya maka aku akan memberikan ini kepada Nona. " Jawab Jiu Xuanyi.
Ren Qixuan yang mendengar ini tertawa ringan tapi agak sinis, yang menunjukkan bahwa dia mulai kesal dengan Jiu Xuanyi ini.
"Emas memang berharga tapi sulit untuk menemukan senjata yang tepat, maaf sekali Pangeran. Aku harus menolakmu dalam tawaran ini. Kalau begitu maka aku akan pamit terlebih dahulu. " Ucap Ren Qixuan menundukkan kepalanya dan membawa kotak senjata miliknya.
"Apakah Nona tidak ingin mempertimbangkan hal ini sekali lagi ?" Tanya Jiu Xuanyi memanggil Ren Qixuan yang sudah berada di depan pintu.
"Bahkan jika aku setuju , apakah Pangeran akan menggunakannya ? Cambuk sering digunakan oleh ahli seni bela diri wanita. " Jawab Ren Qixuan menoleh.
"Aku akan memberikannya untuk orang lain. " Balas Jiu Xuanyi.
"Kalau begitu maka itu akan menambah alasanku untuk menolak Pangeran. Tolong jangan mempersulit ku, Pangeran. " Balas Ren Qixuan dan berjalan pergi dari toko itu dengan perasaan yang sangat kesal.
Disisi lain, Jiu Xuanyi yang melihat Ren Qixuan menggelengkan kepalanya dan tertawa ringan lalu mengajak bawahannya untuk pergi dari Kediaman Wang.
"Kita bertemu lagi, gadis kecil. " Bisik Jiu Xuanyi tanpa ada yang mendengarnya.
Lalu, Ren Qixuan sendiri menoleh ke belakang beberapa kali untuk memastikan bahwa dia tidak diikuti oleh orang lain. Dia benar benar tidak tahu dengan Pangeran tawanan ini.
Kemana dia harus mencari tahu mengenai Jiu Xuanyi si Pangeran tawanan ini ? Ren Qixuan pada akhirnya memilih untuk datang ke sebuah kedai dan memesan segelas teh.
Di kedai ini adalah tempat dimana ada banyak sekali informasi yang berjalan maka dari itu dia pasti akan bisa mendapatkan beberapa informasi mengenai Jiu Xuanyi.
Dia mengenal seluruh Pangeran tapi tidak dengan Jiu Xuanyi maka dari itu dia harus memikirkan Jiu Xuanyi mulai sekarang agar pemuda itu tidak menjadi batu sandungan bagi rencananya di masa depan.
Seorang pelayan datang untuk menghampirinya dan menanyakan apa yang akan dipesan olehnya.
"Aku ingin secangkir teh dan ....... beberapa informasi. " Bisik Ren Qixuan.
"Tentu saja, kami menyediakan hal ini. Apa yang ingin Nona cari tahu ?" Tanya pelayan itu.
"Untuk itu maka kami akan mengambil tiga tael. " Ucap pelayan itu.
Ren Qixuan mengeluarkan tiga tael emas yang diberikan oleh Ling Yue, setelah ini dia benar benar kehabisan uang yang dimilikinya.
Tapi, tidak apa apa. Dia akan segera mengikuti Ujian Yi maka semua uang ini tidak akan berguna lagi baginya.
Tidak lama kemudian seorang pelayan itu mengantarkan secangkir teh dan tersenyum penuh makna lalu ketika Ren Qixuan mengangkat gelasnya, ada sebuah gulungan kertas kecil di bawahnya.
Dia menyimpan gulungan kertas ini dan pada akhirnya menyesap tehnya sampai habis dan meninggalkan beberapa perak di meja lalu berjalan pergi.
Dia langsung kembali ke penginapan dan melihat bahwa hari sudah gelap dan sudah waktunya untuk makan malam.
"Qixuan, cepat ganti baju. Kita akan segera pergi makan. " Ucap Ling Yue.
"Baik, bibi !" Seru Ren Qixuan dan langsung berlari ke atas.
Dia berganti pakaian dengan seadanya lalu menggunakan riasan rambut yang sederhana. Dia melihat cambuk baru miliknya yang dapat disembunyikan dibalik lengan pakaian.
Setelah itu dia membuka kertas yang di berikan oleh pelayan tadi dan membacanya sekilas.Jiu Xuanyi adalah Pangeran ketujuh dari Dinasti Yin, karena kalah perang maka Jiu Xuanyi dikirimkan kesini sebagai bentuk perdamaian.
Dikatakan bahwa dia sendiri hidup menderita di tempat asalnya karena dia hanyalah seorang putra wanita rendahan yang diangkat sebagai selir oleh Kaisar. Dia dikucilkan sampai akhirnya dia dibawa ke Dinasti Liu dua bulan lalu.
Dia mengalami perlakuan yang buruk disini dan tidak hidup dengan layak, dia hidup dengan sederhana dan tubuhnya lemah sehingga dia sakit sakitan terus menerus.
Orang orang meremehkannya bahkan seorang pelayan berani untuk menggertak nya, selain itu tidak ada informasi lagi. Ren Qixuan melihat ini dan membakar kertas dengan kesal, ini sama sekali tidak menjawab pertanyaannya.
Entah bagaimana, ketika dia menatap mata Jiu Xuanyi, dia tampaknya tidak sepolos yang dikira oleh orang orang.
Hanya saja, pemuda ini sudah menderita sejak dia kecil dan merupakan Pangeran yang dibuang sekarang dia bahkan dikirim sebagai Pangeran tawanan , takutnya bahkan jika dia mati maka keluarganya tidak akan menginginkannya lagi.
Pantas saja dia bersikeras untuk mendapatkan cambuk milik Ren Qixuan. Ren Qixuan baru ingat bahwa sepuluh hari lagi adalah ulang tahun dari Nyonya Fei, dia adalah Ibu dari Jenderal ternama di Kekaisaran Liu.
Ulang tahunnya akan segera dilaksanakan, jika Jiu Xuanyi bisa membangun hubungan baik dengannya maka pasti akan bisa memperbaiki kondisi hidupnya. Ren Qixuan memikirkan ini dan merasa bahwa dia harus bisa masuk ke dalam ulang tahun Nyonya Fei juga.
Tanpa sadar, Ren Qixuan tenggelam ke dalam pemikirannya dan melupakan bahwa dia akan segera pergi untuk mengikuti perjamuan untuk upacara kelulusan Ren Wang.
"Qixuan ! Apakah sudah selesai ?!" Teriak Ling Yue dari depan.
Dia tiba tiba tersadar dan langsung menyimpan kertas itu lalu merapihkan pakaiannya dan berjalan keluar dengan senyum bersalah.
"Maaf bibi, aku terlalu asyik dalam mendandani diriku sendiri. Bagaimanapun ini adalah hari besar kakak pertama, aku harus menampilkan yang terbaik. " Ucap Ren Qixuan terkekeh.
"Kamu bisa saja, sudahlah. Ayo pergi ! Kakak keduanya sudah kelaparan seperti biasa. " Ucap Ling Yue ikut tertawa dan tidak jadi marah.
Mereka pergi ke tempat makan yang lumayan ramai di Ibukota disana ada banyak orang yang makan hewan laut.
Dikatakan bahwa ini dihasilkan dari laut lepas dan sangat segar, semua yang dibawa kesini dalam kondisi hidup.
Mereka memesan banyak makanan laut, baik udang, ikan, cumi, kepiting, kerang dan banyak yang lainnya lagi dan alhasil mereka memesan banyak nasi untuk menemani makanan laut ini.
"Selamat kakak ! Kamu sekarang adalah Pengajar di Akademi Kekaisaran !" Seru Ren Xing dengan bahagia.
"Kamu adalah yang terbaik kakak pertama, di masa depan aku harus mengandalkan mu. " Ucap Ren Qixuan memuji Ren Wang yang membuat Ren Wang langsung merona karena malu dengan pujian yang dilontarkan oleh Ren Qixuan.
Awalnya dia tidak ingin mengerjai Ren Wang tapi melihatnya merona karena hal hal kecil seperti ini tampak lucu juga.