
Ren Qixuan dan Jiu Xuanyi menunggangi kuda dan keluar dari Provinsi Barat secepat yang mereka bisa, pada saat ini jangan sampai mereka di dahului oleh Putra Mahkota selain itu juga Ren Qixuan khawatir dengan Jiu Xuanyi jika sudah sampai di Istana maka bisa memeriksakan keadaannya pada Tabib Istana yang lebih cakap dibandingkan Ren Qixuan.
Mereka melalui hutan hutan yang sangat lebat , tidak sedikit mereka berhenti untuk beristirahat dan membiarkan kuda untuk makan rumput sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan.
Berhubung kuda ini agak tua sehingga memang agak lama hanya saja itu bukan hal yang aneh bagi Ren Qixuan dan ini memang sudah dia perhitungkan sebelumnya.
Tidak perduli selambat apa kuda ini masih mereka akan tiba sebelum pagi hari tiba sehingga dia bisa mendatangi Guru Agung Zhou terlebih dahulu.
Setelah berkuda selama 5 jam, Ren Qixuan melihat ke arah gerbang Ibukota yang megah dan indah dan begitu banyak orang yang memeriksa.
Ren Qixuan turun dari kudanya dan menuntun kudanya untuk berjalan masuk lalu memberikan kartu Identitas Tuan Wei dan istrinya.
Pengawas itu merasa curiga tapi melihat emas yang terselip di tengah surat surat itu dan pada akhirnya memutuskan untuk memberikan mereka jalan.
Ren Qixuan menundukkan kepalanya dan membawa kuda itu berjalan masuk ke dalam Ibu kota sementara Jiu Xuanyi menundukkan kepalanya dan bersandar di atas kuda dengan wajahnya yang ditutupi oleh Ren Qixuan.
Dengan begitu maka petugas yang mengecek mereka tidak akan curiga dengan kedatangan mereka karena semua orang ini adalah orang orang Zhang Xiao maka dia tidak akan menurunkan kewaspadaan nya jika tidak ingin menemui kematian.
Mereka berhasil lolos dari gerbang dan Ren Qixuan langsung kembali naik ke atas kuda dan memacu kudanya membelah jalanan yang sepi karena tengah malam ini.
Dia melihat bahwa seluruh Akademi Kekaisaran sudah kosong dan dijaga oleh Divisi Keamanan milik Zhang Xiao sehingga Ren Qixuan di halangi oleh mereka.
"Guru Agung, kami sudah pulang !" Teriak Ren Qixuan dengan lantang.
Semua orang keluar dan tidak lama Lin Wuxin dan Zhou Ye berjalan keluar dengan terburu buru, bahkan Zhou Ye tidak sempat untuk mengambil tongkatnya lagi.
Ren Qixuan berlutut di hadapan Zhou Ye dengan permohonan maaf karena menyesal.
"Murid ini tidak patuh dan tidak berhasil untuk kembali dengan cepat bahwa membuat Yang Mulia Pangeran menjadi terluka karena ketidak mampuan ku. " Ucap Ren Qixuan.
"Kamu sudah bekerja dengan sangat keras. Ayo masuk dulu jangan sampai masuk angin, lihat betapa kurusnya dirimu ?" Zhou Ye merasa ketakutan oleh kondisi Ren Qixuan yang tampak sangat kurus seperti ini.
"Murid ini tiba tiba dibawa oleh orang asing dan tidak tahu dibawa ke tempat yang antah berantah, pada saat ini kami berhasil kabur dari Desa itu ternyata kami tersesat di dalam desa selama 4 hari. Kami benar benar kelaparan pada saat itu. Tapi kami akhirnya berhasil keluar dari hutan ini dan bertemu dengan Provinsi Barat, kebetulan sekali bahwa aku berasal dari Provinsi Barat sehingga bisa tiba disini. " Ucap Ren Qixuan bersujud di depan gurunya.