The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
47. Malu



Ren Qixuan langsung berjalan ke depan untuk melihat Zhang Xiao dadi masa ini, dia benar benar penasaran dengan kata kata yang akan dikatakan oleh Zhang Xiao di dalam mimpinya ini. Tapi ketika dia ingin berjalan ke depan, dia tiba tiba merasa bahwa kakinya sakit.


Ketika dia membuka mata lagi, dia melihat bahwa dia telah kembali ke dunia nyata dan merasakan bahwa punggungnya bersandar pada pohon.


Sementara di kakinya ada sesuatu yang kenyal menempel, itu ternyata adalah bibir Jiu Xuanyi yang menempel di kaki yang digigit oleh ular Es.


"Apa yang kamu lakukan ?!" Tanya Ren Qixuan terkejut.


Tapi, Jiu Xuanyi menahan kakinya dan menyedot darahnya lalu membuangnya ke tanah, dia melakukan hal yang sama berulang kali.


Ren Qixuan merasa bahwa wajahnya memanas, tidak ada pria yang pernah sedekat ini dengannya selain Ayahnya.


Dia merasa malu apalagi ketika Jiu Xuanyi menempelkan bibirnya dan menyedot kakinya, tapi dia juga tidak bisa memarahi Jiu Xuanyi.


Bagaimanapun, Jiu Xuanyi rela melakukan ini padanya maka bisa dianggap sebagai salah satu bentuk budi baik. Jika Jiu Xuanyi benar benar tidak ingin mendapatkan masalah maka dia bisa berjalan pergi dan meninggalkan Ren Qixuan yang keracunan sendirian.


Tapi Jiu Xuanyi tidak melakukan itu justru mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk mengeluarkan racun dari dalam kaki Ren Qixuan.


Dengan begini maka ada kemungkinan Jiu Xuanyi juga keracunan tapi Jiu Xuanyi masih mengambil resiko ini.


"Kenapa aku tidak boleh menyelamatkanmu ? Aku hanya seorang pangeran lemah yang terbuang, pada saat ini aku tinggal di tanah orang lain. Apakah aku bisa bertahan hidup jika aku tidak menyelamatkanmu ?" Tanya Jiu Xuanyi menatapnya.


"Kamu jelas jelas sedang berbohong, lain kali jika ingin berbohong maka kamu harus latihan terlebih dahulu jika tidak maka hasilnya akan sangat buruk seperti ini. " Jawab Ren Qixuan dengan kesal karena merasa bahwa dia sedang di bohongi oleh Jiu Xuanyi.


Dalam kehidupan ini, dia sangat membenci orang yang memiliki banyak tipu muslihat dan berusaha untuk menjebaknya dengan kelemahan yang mereka tunjukkan padahal kenyataannya mereka bagaikan ular beracun.


"Baiklah kalau begitu maka aku tidak akan membohongimu, alasannya sendiri aku juga bingung dengan hal ini. Padahal lebih mudah jika aku meninggalkanmu disini tapi nyatanya hatiku tidak tahan, aku tidak menyangka bahwa aku juga memiliki hati nurani. " Ucap Jiu Xuanyi dengan santai dan menyeka bibirnya yang tipis.


Ren Qixuan menatap ke arah bibir tipis yang berwarna merah muda yang cerah dan tampak menyegarkan itu lalu menggelengkan kepalanya dengan panik.


Dia tidak akan tergoda dengan orang ini, Ren Qixuan merutuki dirinya sendiri dan tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan sekarang sampai sampai dia merasa malu hanya untuk menatap mata Jiu Xuanyi yang seolah olah bisa melelehkan dirinya.


"Kalau begitu maka aku harus berterima kasih secara pribadi kepada Pangeran. " Ucap Ren Qixuan dengan datar dan berusaha untuk menyembunyikan rasa malunya.


Jiu Xuanyi yang mendengar ini menatapnya tampak kesal karena sebelumnya dia sendiri sudah menegaskan bahwa mereka tidak ada pangeran dan hamba.


Mereka semua adalah setara ketika dalam kondisi hidup dan mati seperti ini. Jiu Xuanyi membalut luka Ren Qixuan dengan pakaiannya yang dirobek di bagian tangan.