The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
07. Kehidupan Kedua



Han Qixuan merasa bahwa jiwanya kedinginan, apakah ini Surga atau Neraka ? Dia merasa kebingungan dan ketika dia membuka matanya, satu satunya yang dia lihat adalah tanah bersalju yang sangat tebal dengan badai salju yang menerjang.


Rasa dingin yang ekstrem menyerang tubuhnya dengan mengerikan yang membuat seluruh tubuhnya merasa kedinginan sampai ke titik dimana dia tidak bisa merasakan tubuhnya lagi.


Han Qixuan memandang dengan kesulitan dan dia tidak bisa menebak dimana dia berada, satu satunya yang bisa dia dengar adalah suara angin.


Satu satunya yang bisa dia lihat adalah badai salju ini, dimana dia saat ini ? Apakah di dunia bawah juga masih bisa membuatnya merasa kedinginan seperti ini ?


Han Qixuan ingin membuka mulutnya tapi masih tidak bisa mengatakan apa apa tapi ketika dia pada akhirnya membuka mulutnya, tidak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya.


Han Qixuan merasa bahwa bibirnya kering dan pecah pecah, dia bahkan tidak bisa meminta tolong. Dia berbaring disini sendirian, merasa kelaparan dan kehausan tanpa bisa melakukan apa.


Waktu berjalan tanpa diketahui olehnya berapa lama. Bahkan untuk mengatakan tolong saja sulit. Han Qixuan hanya bisa menunggu saja dan tidak apa yang harus dilakukan olehnya.


Dia adalah orang yang sudah mati, apakah dia akan mati lagi hanya karena kelaparan dan kehausan atau karena kedinginan ? Tentu saja tidak, itu adalah hal yang konyol.


Hanya saja, Han Qixuan merasa bahwa jantungnya berdetak dengan lemah. Tunggu sebentar !!! Detak jantung ?!


Bukankah dia sudah mati di papan gantung ?! Bagaimana dia masih memiliki detak jantung lagi ?!


Han Qixuan secara samar samar melihat bahwa ada orang yang lewat dari sana dan dia berusaha untuk meminta bantuan.


"Tolong ! Tolong !" Lirih Han Qixuan dengan lemah. Dia merasa bahwa seluruh nyawanya berada di ujung tanduk.


Bukankah aneh sekali ? Dia sudah mati, tapi kenapa dia masih bisa merasa sekarat seperti ini.


Disisi lain, ada dua orang pria yang satu menggunakan pakaian serba putih dan yang lain menggunakan pakaian serba hitam.


Keduanya berjalan berdampingan dan samar samar mendengarkan kata kata permintaan minta tolong sebelum akhirnya melihat bahwa ada seorang gadis yang terbaring di tanah bersalju itu dengan lemah.


"Tuan, apakah kita perlu membantunya ?" Tanya pria dengan pakaian serba hitam.


"Bertemu dengannya disini bisa dianggap takdir, bawa dia. " Jawab pria dengan pakaian serba putih.


"Kamu yakin ? Pada saat ini kita tidak bisa menunda perjalanan kita. " Balas pria yang berbaju hitam.


"Kamu sendiri yang bertanya padaku, sekarang kamu memiliki pemikiran sendiri maka kamu tidak perlu bertanya lagi padaku. " Ucap Pria dengan pakaian serba putih acuh tak acuh.


"Aku salah, Tuan. Baik, aku akan membawanya. Hanya saja di tempat padang rumput yang tertutupi salju seperti ini, dimana kita bisa membawanya ?" Tanya pria dengan pakaian serba hitam.


"Jika aku tidak salah maka di depan harusnya ada desa, kita bisa menitipkan nya disana. " Jawab pria baju putih.


"Apakah itu akan baik baik saja bagi dirinya ?" Tanya Pria baju hitam.


"Paling tidak itu lebih baik daripada mati kedinginan disini. Bawa dia , jangan menunda lagi. " Jawab pria baju putih.


"Baik, Tuan. " Balas pria baju hitam dan berjalan menuju Han Qixuan.


Han Qixuan yang sebenarnya setengah sadar melihat kedua pria itu berjalan ke arah nya sebelum akhirnya dia benar benar kehilangan kesadarannya.


"Aku dimana ?" Tanya Han Qixuan.


"Kamu dibawa kemari oleh dua orang pemuda yang tampan, tapi mereka bergegas untuk pergi dari sini karena ada urusan sehingga aku merawatmu. Kamu kedinginan dan kelaparan sehingga pingsan, kamu bisa menginap disini beberapa hari. Sudah lama sekali aku ingin memiliki seorang anak perempuan tapi tidak terkabul sampai akhirnya suamiku pergi. Aku hanya tinggal dengan dua orang putraku yang sedang pergi berburu, kamu bisa merasa aman disini. " Ucap wanita paruh baya itu.


"Maaf membuatmu repot, aku benar benar tidak memiliki apapun. Tapi, bisakah aku tahu dimana aku berada saat ini ?" Tanya Han Qixuan dengan bingung.


Bukankah dia sudah mati di papan gantung ? Bagaimana dia bisa bertemu dengan wanita paruh baya ini ?


"Kamu tampaknya kehilangan ingatan tapi saat ini kamu di Desa Wang Ming, di bagian Barat Dinasti Liu. " Ucap wanita paruh baya itu.


Ketika mendengar Dinasti Liu, kepalanya berdenyut dengan sangat hebat sampai sampai dia merasa sangat sakit.


Tiba tiba berbagai ingatan masuk ke dalam pikirannya dan dia tiba tiba merasakan ingatan yang asing.


Dia melihat bagaimana seorang gadis yang lahir dengan bintang kesialan menyertainya, dia ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dan dibesarkan oleh seorang nenek tua yang dekat dengannya.


Tapi pada akhirnya nenek tua itu mati karena digigit binatang buas, orang orang mengatakan bahwa itu adalah karenanya. Dia adalah seorang pembawa sial, sehingga dia diusir dari desa tersebut dan hidup dijalanan.


Dia hidup sebagai gadis penjual bunga sampai akhirnya dia tumbuh selama 15 tahun dan dia terdampar di padang rumput itu karena kelaparan dan kedinginan.


Han Qixuan tiba tiba sadar, dia telah masuk ke dalam tubuh gadis penjual bunga ini ?! Dia benar benar bingung sebelum akhirnya tertawa tawa yang membuat wanita paruh baya ini terkejut.


"Apa yang terjadi ?" Tanya wanita paruh baya itu.


"Aku sangat senang bahwa aku hidup kembali !" Seru Han Qixuan dengan bahagia.


Han Qixuan merasa bahwa langit tidak terlalu tega padanya untuk melihat orang sepertinya mati dengan sia sia, Han Qixuan tiba tiba ingat dengan tujuannya jika dia memiliki kehidupan kedua.


Dia pasti akan datang untuk membunuh Zhang Xiao dengan tangannya sendiri. Han Qixuan menyeringai dan merasa sangat bahagia tapi pada saat yang sama dia merasa sangat penuh dendam.


Tatapannya tiba tiba berubah menjadi tajam, membayangkan betapa terkejutnya Zhang Xiao jika tahu bahwa dia kembali ke dunia ini.


Dia sendiri masih tidak percaya dengan hal ini tapi memang inilah kenyataannya, dia telah masuk ke dalam gadis penjual bunga tanpa nama ini.


Maka dia akan menempuh hidupnya dengan nama yang berbeda dan identitas yang berbeda tapi dengan tujuan yang sama. Dia tidak akan pernah melupakan dendam Keluarganya.


Dinasti Liu tidak akan berlangsung lama karena dirinya telah dilahirkan kembali maka dia akan datang untuk menjadi bintang kesialan Dinasti Liu.


Dendan lama ini pasti akan dibayarkan olehnya dengan tuntas, jangan sampai tertinggal sedikit saja. Baik kepada Zhang Xiao maupun Kaisar, Kaisar bukannya tidak tahu hal ini seharusnya.


Jika tidak maka dia tidak akan memutuskan dengan begitu cepat, menjatuhkan hukuman eksekusi sekalipun membutuhkan waktu 3 hari sampai satu minggu untuk mencari bukti.


Tapi, hanya dalam waktu yang sangat singkat, mereka langsung dieksekusi maka Han Qixuan akan menganggap hal ini sebagai ikut campur Kaisar ke dalam hal ini.


...----------------...