
Tiba tiba seorang prajurit rahasia datang menghampiri Kasim Zhao yang sedang berbincang dengan Kaisar dalam keadaan sedih untuk membahas saudara yang telah mereka bunuh dengan tangan sendiri, mereka pernah menjadi saudara yang bertindak nakal di Akademi Kekaisaran bersama sama melanggar peraturan.
Tapi, sampai sekarang Kaisar masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinyalah yang memerintahkan eksekusi mati milik saudaranya, Han Yaoling. Kaisar merasa bahwa dirinya seperti dirasuki oleh roh jahat yang membuat rasa irinya langsung menguasai dirinya dan tidak ingin mendengarkan penjelasan Han Yaoling.
Tapi, nasi sudah menjadi bubur dan orang mati tidak akan bisa dibangkitkan kembali. Kaisar berpikir melihat Putra Mahkota yang menangani kasus itu dengan baik berpikir bahwa semuanya sudah membaik dan putranya sudah dewasa dan bijaksana.
Ternyata semua itu salah karena ada orang lain dibalik putranya yang tidak kasat mata mengendalikan putranya dari kegelapan, Kaisar mengetahui ini hanya saja dirinya juga tidak berdaya.
Hanya saja, satu hal yang tidak di ketahui oleh Kaisar adalah perasaan orang lain. Baginya, itu hanya sebuah proses pendewasaan milik putranya tapi nyatanya itu bagaikan hujan batu bagi orang lain terutama Keluarga Han.
Kaisar tidak cukup bijak untuk menjadi seorang Kaisar dimana dia bahkan tidak memikirkan orang lain dan satu satunya yang dia pikirkan adalah keluarganya sementara jika menjadi Kaisar maka berarti siap untuk membantu dan menanggung seluruh kesulitan rakyat.
Tapi yang dia pikirkan sejak awal adalah bagaimana putranya bisa mewarisi posisinya dan apakah putranya bisa memimpin dengan baik atau tidak, jadi dia menggunakan pengalaman langsung untuk pembelajaran Zhang Xiao tanpa sadar bahwa dia melukai orang lain.
Kasim Zhao membaca surat itu dengan wajah yang agak muram , hal ini tentu saja membuat Kaisar penasaran dengan apa yang tertulis di dalam surat tersebut. Kasim Zhao menundukkan kepalanya dan memberikan surat tersebut.
"Ayo kembali ke Ibukota ! Aku harus bertemu dengan gadis yang pemberani ini. " Balas Kaisar.
Kaisar yang mendengar ini menatap pada Kasim Zhao dengan tatapan yang rumit.
"Gadis ini adalah orang yang baru sementara yang lama, aku menyaksikannya dengan mata kepalaku sendiri akan kematiannya. Bagaimana mungkin seseorang bisa membangkitkan orang mati ?" Tanya Kaisar dengan dingin.
"Hamba ini salah, hanya merasa bahwa itu tampak tidak asing tidak sengaja merasa bahwa mereka berdua mirip. "Jawab Kasim Zhao menundukkan kepalanya.
"Kelak tanpa izin ku maka tidak ada yang diperbolehkan untuk mengatakan tentang Keluarga Han jika tidak maka anggap bahwa mereka sedang menghina ku , aku akan memberi mereka 10 cambukan. " Balas Kaisar.
"Hamba ini mengerti dan akan hamba sampaikan kepada para menteri. " Balas Kasim Zhao.
"Bagus sekali kalau begitu , ayo pergi ke Ibukota dan lihat bagaimana gadis ini bekerja !" Seru Kaisar.
Kota Wu dan Ibukota bersebelahan dan dalam tiga jam mereka tiba di Istana, Ren Qixuan, Jiu Xuanyi, Zhou Ye dan Lin Wuxin mendapatkan panggilan ke Istana setelah Kaisar tiba di Pengadilan Istana.
Kabar bahwa Jiu Xuanyi telah kembali dengan keadaan hidup hidup tentu saja membuat semua orang tercengang, beberapa orang sudah bersiap siap untuk peperangan dan siapa yang menyangka bahwa mereka benar benar berhasil untuk melewati semuanya dengan sangat baik sekali.