The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
16. Li dan Wang



Sesuai dengan kata kata yang dikatakan oleh Ren Xing, mereka pergi ke dua toko yang disebutkan oleh Ren Xing, yaitu milik Keluarga Li dan Keluarga Wang.


Huang Xinxin sendiri memang pernah mendengar bahwa kemampuan mereka lumayan baik sementara dia sendiri di masa lalu menempa dengan seorang penempa senjata ahli yang sulit untuk ditemui dan dijuluki sebagai Dewa Senjata, Long Yang.


Orang itu memiliki kemampuan yang luar biasa dan juga kepribadian yang agak eksentrik, dia tidak menginginkan yang sebagai balasan untuk pembuatan senjatanya melainkan dia membutuhkan sesuatu yang dia inginkan.


Dan semua itu akan berubah seiring berjalannya waktu, di masa lalu , dia pernah bertemu dengan Long Yang sekali dan melihat bahwa dia adalah seorang pria paruh baya dengan usia yang mungkin sudah tiga puluh tahun atau mungkin empat puluh tahun, dia hidup berpindah pindah dan tidak ada yang mengetahui dengan jelas wajahnya karena dia selalu memasang tudung wajah.


Dia memiliki kepribadian yang sulit ditebak tapi hari itu dia beruntung karena Long Yang hanya memintanya untuk duduk disana sementara Long Yang menatap matanya dalam diam selama satu jam sebelum akhirnya setuju untuk memberikannya sebuah pedang, pedang yang begitu indah.


Dia bersedia untuk membuatkan replikanya karena yang asli, sudah lama hilang. Entah siapa yang mengambilnya tapi jika dia berjodoh dengan pedang itu maka dia pasti akan mengambil kembali apa yang seharusnya dimiliki olehnya.


"Apakah ada alasan khusus dibalik penggunaan pedang lentur ini ? Aku melihat bahwa kamu cukup cakap dalam menggunakan pedang panjang. " Ucap Ren Xing.


"Aku hanya cukup cakap tapi tidak cakap sepenuhnya , itu bukan hal yang aku inginkan. " Balas Ren Qixuan.


"Ternyata kamu berambisi juga, kamu mirip dengan kakakku. Sementara aku hanya hidup dengan nyaman tanpa perlu memikirkan untuk bersaing dengan orang lain. " Ucap Ren Xing.


"Itu karena kamu dilahirkan di keluarga yang berkecukupan, kamu tidak perlu berebut dengan orang lain untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan tapi aku berbeda. Menurutku, kekuasaan saja tidak cukup, aku juga menginginkan kekuatan. Jika tidak maka itu tidak akan berdampak baik karena tidak semuanya bisa diselesaikan dengan pikiran. " Balas Ren Qixuan.


Ren Xing tidak membalas lagi dan hanya menganggukkan kepala, karena menurut Ren Xing, mereka berasal dari dua dunia yang berbeda dan sulit untuk memaksakan pendapat mereka satu sama lain.


Menurutnya, bertindak ambisius itu hanya hal yang tidak berguna dan menghabiskan tenaga, tapi bagi Ren Qixuan, dia sudah tahu akibat dari bertindak santai tanpa ambisi tertentu.


Dia bahkan tidak bisa menyelamatkan nyawa keluarganya sendiri, dia bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri.


Tapi sekarang berbeda, dia telah mengerti saat ini, jika tidak ada yang bergerak terlebih dahulu maka jangan tunggu sampai musuh membuat gerakan terlebih dahulu.


Pada saat ini mereka telah tiba di Kediaman Keluarga Li dan disana sangat penuh oleh orang orang penempa besi yang ahli sehingga disana udaranya agak panas.


"Apa yang kalian inginkan ?" Tanya seorang pria paruh baya dengan wajah yang serba hitam.


" Kami ingin menempa senjata pedang lentur dengan kualitas tingkat dua dan ukiran Phoenix. " Ucap Ren Qixuan.


Pria paruh baya itu mengangkat kepalanya dan menyeringai sebelum akhirnya tertawa mengejek padanya.


"Lagi lagi seorang gadis manja yang ingin memiliki gaya membawa pedang, Kediaman Li kami tidak menerima hal semacam itu. Senjata bagi kami adalah benda suci yang bukan hanya untuk hiasan, pedang lentur adalah hal yang tidak berguna. Kediaman Li kami tidak menerima pembuatan pedang lentur. " Ucap pria paruh baya itu dengan nada mengejek yang sangat jelas.


Ren Qixuan tidak marah dan justru membalas dengan tawa ringan dan menatap pria paruh baya itu.


"Seorang gadis manja ? " Tanya Ren Qixuan sebelum akhirnya menendang kakinya dan pedang yang ada di atas tungku terbang ke arahnya.


Pedang itu menancap tepat di samping kepala pria paruh baya itu dan membuat pria paruh baya itu terkejut.


"Kadang kadang, seseorang harus menahan diri tentang apa yang ingin dikatakan. " Ucap Ren Qixuan dengan dingin.


"Nona... aku pikir ini hanya kesalah pahaman. Aku bisa menempa pedang-" Ucapan pria paruh baya itu terputus oleh tatapan tajam Ren Xing.


"Tidak perlu lagi, ayo cari toko lain. Aku berpikir bahwa akan mendapatkan pedang baik ternyata aku menganggap kalian terlalu tinggi. " Balas Ren Qixuan.


Ren Xing menganggukkan kepalanya dan mengajaknya untuk keluar dari Kediaman Li.


"Apakah kamu baik baik saja ? Tadi itu sangat berbahaya. " Ucap Ren Xing.


"Tenang saja, aku memang marah tapi tidak bodoh. Aku melihat bahwa bilah baru berwarna agak kemerahan yang menunjukkan bahwa pedang itu baru saja dipanaskan dan seharusnya bilahnya belum terlalu panas. Maka dari itu aku menggunakan kakiku yang menggunakan sepatu. " Jelas Ren Qixuan.


"Kamu benar benar layak untuk menjadi adik ku dan adik kakakku. Kamu mewarisi kepandaiannya tapi pada saat yang sama kamu juga mewarisi kekuatanku. " Ucap Ren Xing dengan penuh pujian.


Ren Qixuan hanya tersenyum tipis membalas itu sebelum akhirnya mereka berjalan menuju Kediaman Wang yang lebih ramai dibandingkan Kediaman Li tadi.


Secara langsung, seorang pelayan pria langsung mendekati mereka dengan senyum yang ramah.


"Tuan dan Nona, senjata apakah yang kalian inginkan ? Ahli dari kediaman kami memiliki beberapa jenis pajangan pedang yang sudah jadi tapi jika kalian ingin menempa pedang maka tentu saja itu akan diperbolehkan. " Ucap pelayan itu.


"Kami ingin menempa sebuah pedang, pedang lentur dengan ukuran Phoenix dan kualitas nomor dua. " Balas Ren Qixuan.


Wajah pelayan itu langsung agak berubah sebelum akhirnya kembali tersenyum.


"Aku akan mengajak Nona dan Tuan Muda untuk menemui ahli senjata kami. " Ucap Pelayan itu.


Ren Qixuan menganggukkan kepalanya dan memimpin mereka untuk bertemu dengan ahli senjata.


Ketika Ren Qixuan masuk, dia melihat seseorang yang duduk di atas kursi dan berbincang dengan pria dengan janggut putih.


Ren Qixuan langsung membeku dan langkahnya terhenti, bagaimana mungkin dia tidak mengenali orang yang duduk dengan pria janggut putih itu ?


Dia sudah mengatakannya sebelumnya bahwa dia pernah bertemu dengan pria ini sekali, itu adalah orang yang sangat jarang dia temui tapi pada saat ini sangat dia butuhkan. Karena hanya pria ini yang bisa menyelesaikan masalah senjatanya pada saat ini.


Orang ini, tidak lain tidak bukan adalah Sang Dewa Senjata, Long Yang. Bertahun tahun telah berlalu tapi pria ini masih tidak berubah.