
Ren Qixuan yang fokus pada pertarungannya tidak menyadari kejanggalan yang ada pada dirinya, sementara Jiu Xuanyi dengan santai menyeka darah yang ada di pedang itu.
Jiu Xuanyi melihat ada orang lain yang ingin mendekat dan dia dengan mudah mengangkat kakinya lalu menendang dada orang itu dan menikam dada orang itu.
Bahkan Ren Qixuan sekalipun tidak bisa sebaik itu, lebih tepatnya bukan tidak bisa sebaik itu melainkan Ren Qixuan tidak memiliki hati yang kuat. Dia merasa tidak tega untuk membunuh orang orang ini sementara Jiu Xuanyi berbeda dan dia memiliki perasaan yang dingin.
Tampaknya, Jiu Xuanyi ini tidak sesederhana yang dianggap oleh Ren Qixuan, takutnya latar belakangnya lebih luar biasa dibandingkan sekedar seorang pangeran sandera yang sakit sakitan.
Ren Qixuan tidak menyadari hal ini dan ketika dia membunuh orang terakhir, dia menoleh ke belakang dan menemukan bahwa tidak ada musuh.
Tapi, tiba tiba ada orang yang ternyata masih belum mati dan Jiu Xuanyi langsung menusuknya dengan tatapan yang ketakutan.
Tangan Jiu Xuanyi gemetar dan dia menjatuhkan pedangnya lalu dia berlari ke balik punggung Ren Qixuan.
"A... a.. ayo pergi ! Kita tidak bisa menunda hal ini lagi !" Seru Jiu Xuanyi dengan ketakutan.
Melihat Jiu Xuanyi yang ketakutan ini membuat Ren Qixuan lengah dan tidak sempat memperhatikan orang orang yang mati mengenaskan itu.
Satu satunya hal yang ada di pikirannya adalah kabur, mereka berdua berlari keluar dari desa dan masuk ke dalam hutan hutan yang lebat ini untuk memastikan bahwa mereka tidak di ikuti oleh orang lain.
Mereka mulai melambatkan laju kecepatan mereka dan mulai berjalan dengan santai ketika mereka menyadari bahwa tidak ada satupun orang yang berhasil untuk mengikuti mereka, ini adalah hal yang sangat baik sekali bagi mereka.
Ren Qixuan tiba tiba menyadari hal yang salah lalu menemukan bahwa sebenarnya seharusnya tadi ada banyak orang, kenapa hanya tersisa pria tubuh kekar itu ? Hal ini membuat Ren Qixuan terkejut dan tiba tiba menatap ke arah Jiu Xuanyi yang mengejutkan.
"Pangeran, sebenarnya kamu tidak sakit sakitan bukan ?" Tanya Ren Qixuan dengan dingin dan merasa ditipu.
"Siapa bilang aku tidak sakit sakitan ? Apakah jika membunuh seseorang harus memiliki tubuh yang sehat ?" Tanya Jiu Xuanyi sebelum akhirnya terbatuk batuk.
"Takutnya, hal yang tidak jujur ini membuat kita menjadi tidak bisa berjuang bersama. Kelak setelah keluar dari hutan ini maka Pangeran bisa melindungi diri sendiri. " Jawab Ren Qixuan dengan kesal.
"Kenapa kamu tidak percaya padaku ? Aku benar benar sakit dan tidak berbohong. Baiklah, aku akan jujur pada Nona Ren tapi apakah Nona Ren bersedia untuk menyembunyikan hal ini dari orang lain ?" Tanya Jiu Xuanyi menatapnya.
Ren Qixuan tiba tiba menoleh ke arah Jiu Xuanyi dengan tatapan yang penasaran, dia benar benar penasaran dengan Jiu Xuanyi.
"Sebenarnya, aku mempelajari beberapa seni bela diri, tentang penyakitku ini memang bukan hal yang salah. Aku hanya memiliki sedikit kemampuanku dan biasanya pengawal ku yang menjagaku, karena bahkan jika aku memiliki kemampuan tapi aku adalah orang yang pengecut, berhubung karena terpaksa maka aku tidak memiliki pilihan lain. " Balas Jiu Xuanyi menundukkan kepalanya.