
"Itu adalah keberuntungan ku untuk bertemu dengan Ibu jika tidak maka mungkin aku tidak akan bisa sampai ke titik ini tanpa bantuan dan kasih sayang yang kamu curahkan untukku. " Ucap Ren Qixuan dengan serius dan menatap mata Ling Yue dengan serius.
Dia telah mengucapkan banyak kebohongan dalam hidupnya ini tapi dia benar benar tidak berbohong terkait rasa syukur yang dia rasakan terhadap Ling Yue. Selama ini, dia selalu berpikir, hal apa yang bisa dia lakukan untuk membalas kebaikan Ling Yue.
Sebelum akhirnya dia menyadari bahwa satu satunya hal yang bisa dia lakukan adalah dengan patuh kepada Ling Yue dan menjadi seorang anak yang berbakti dengan begitu maka bisa dianggap sudah membuat Ling Yue bangga sekaligus bahagia.
Dia akan menjamin kehidupan Ling Yue sampai sampai dia akan hidup menjadi wanita sekaligus Ibu paling baik dan paling nyaman, dia tidak perlu terlibat dengan rombongan wanita bangsawan yang ketat akan aturan tidak berguna itu dan juga tidak perlu merendahkan dirinya sendiri.
Pada saat ini mereka menunggu untuk waktu yang lama tapi nyatanya tidak ada Penjahit yang keluar untuk menemui mereka. Hal ini membuat Ren Qixuan berdiri dan menanyakan hal ini kepada Pelayan.
"Tuan, apakah Penjahit Lu memiliki tamu ?" Tanya Ren Qixuan mengerutkan dahinya.
"Nona Ren harap pulang terlebih dahulu, kami tiba tiba mendapatkan pesan bahwa Putri Agung Hao akan tiba kemari. " Jawab Pelayan itu menundukkan kepalanya tapi tidak menunjukkan rasa hormat.
Hal ini membuat Ren Qixuan kesal dan dia hampir saja marah besar karena hal ini.
"Bagaimana bisa begitu ? Sementara Penjahit Lu memiliki janji bersamaku sebelumnya ? Aku datang lebih dahulu dan juga akan membayar, apakah ini adalah perlakuan dari Penjahit Lu kepada tamunya ?" Tanya Ren Qixuan dengan murka.
"Nona, jangan menyulitkan kami lagi. Bagaimanapun Putri Agung Hao memiliki latar belakang yang Agung, berasal dari Kekaisaran sebelumnya dan sangat disayangi oleh Ibu Suri, tentu saja hal ini tidak bisa dibandingkan. " Jawab pelayan itu dengan malu malu tapi kenyataannya secara tidak langsung dia meremehkan Ren Qixuan.
"Selamat datang Putri Agung, Tuan kami sudah menunggumu. " Ucap pelayan itu.
Ren Qixuan berdiri di sana dan menatap ke arah Putri Agung dengan tatapan yang tenang dan datar.
"Putri Agung benar benar sesuai reputasinya, memiliki kekuasaan , cantik dan tentunya kaya. Sampai sampai seorang pejabat kecil sepertiku tidak memiliki arti. Tampaknya pakaian Putri Agung sudah sangat usang sampai sampai harus memotong antrian ku untuk membuat pakaian. " Ucap Ren Qixuan dengan senyum tipis.
"Berani beraninya kamu menghina Putri kami ?!" Tanya pelayan Putri Agung.
"Jadi ini adalah Ren Qixuan , orang yang membuat keributan di Istana ?" Tanya Putri Agung Hao menatapnya dari atas sampai bawah.
"Bagaimana mungkin hal ini sampai di dengar oleh Putri Agung ? Aku mendengar bahwa Putri Agung tumbuh di Istana dan dibesarkan oleh Ibu Suri, kasih sayang di antara kalian berdua seluas samudera sehingga Tuan Putri memiliki sifat pemberani dan cekatan. " Balas Ren Qixuan tertawa terbahak bahak.
Bagaimanapun, Ren Qixuan secara tidak langsung mengatakan bahwa Putri Agung memiliki sifat yang tidak paham aturan dan tidak sabar karena menyelip antrean milik Ren Qixuan.
Dia biasanya orang yang sabar dan tidak akan mempermasalahkan masalah kecil, terutama pada gadis manja seperti Putri Agung Hao ini tapi kali ini dia membawa Ibunya. Bahkan jika dia bisa merendahkan harga dirinya sendiri tapi tidak dengan Ibunya.