
"Aku selalu menyukai semangat dari pejabat muda seperti Ketua Divisi Ren, tampak begitu energik, tidak sama seperti orang tua seperti kami ini yang sudah mulai kehilangan ide. " Ucap Liu Wanye merendahkan diri sendiri tapi sebenarnya ingin dipuji.
Tapi Ren Qixuan enggan untuk membuatnya tampak begitu kepala besar.
"Benar apa kata Tuan Gubernur Liu, bagaimanapun pada akhirnya generasi akan digantikan. Generasi muda ini masih perlu banyak belajar dari senior seperti Tuan Gubernur Liu dalam hal untuk melayani Yang Mulia. " Ucap Ren Qixuan tersenyum dan menundukkan kepalanya tampak malu.
"Ketua Divisi Ren benar benar berdedikasi dalam pekerjaannya , ini adalah sebuah keuntungan dari Dinasti Liu ini untuk memiliki bakat yang cemerlang seperti dirimu. " Ucap Liu Wanye.
"Tuan Gubernur Liu telah terlalu memuji, bagaimanapun semua orang pasti berdedikasi dalam melayani masyarakat bukan ? Tuan Gubernur Liu, kamu adalah panutanku. Aku mendengar bahwa kamu dengan cepat mengirimkan permintaan bantuan setelah melihat bahwa rakyat sudah tidak bisa bertahan lagi. " Ucap Ren Qixuan tampak iba dengan kondisi Liu Wanye.
"Ketua Divisi Ren tahu sendiri, aku adalah orang yang mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi. Bahkan jika orang orang memaki ku sebagai orang yang tidak berguna tapi aku masih tidak bergeming yang penting Yang Mulia mendengarkan pesanku dan mengirimkan pasukan bantuan. " Ucap Liu Wanye dengan tampak menyedihkan.
"Tentu saja, Yang Mulia benar benar merasa kagum dengan perangai Tuan Gubernur Liu. Tapi..... bukankah dikatakan kediaman Tuan Gubernur Liu memiliki 300 personel yang masih muda dan siap bekerja ?" Tanya Ren Qixuan dengan sedikit seringaian.
Dia mengetuk ngetuk jarinya di atas meja, menunggu jawaban bohong lainnya dari Liu Wanye. Dia tidak masalah dengan ini karena dia tahu bahwa Liu Wanye adalah orang Yue Ming maka dia sejak awal tidak berharap banyak atas kemudahan yang akan dia dapatkan.
Dia telah merencanakan sesuatu untuk berurusan dengan ular tua ini, mari memberikan peringatan ringan pada Yue Ming. Sebagaimana sebelumnya Wang Yu An sudah mati dan peringatan telah dikirimkan kepada Zhang Xiao.
Pantas saja dia merasa cemas dan merasa bahwa dia seperti sedang diawasi, dia bahkan bisa melakukan tindakan impulsif seperti menghancurkan sebuah desa.
"Sayang sekali, 13 di antaranya sedang pulang kampung karena Ibu mereka sakit sementara mereka adalah tulang punggung keluarga. Sementara 52 di antaranya sakit dan terjangkit oleh wabah, 27 di antaranya menderita luka parah karena bekerja tanpa istirahat. 48 orang lainnya menderita luka ringan dan kelelahan karena pekerjaan yang tanpa henti. " Ucap Liu Wanye.
"Bagaimana dengan sisanya ?" Tanya Ren Qixuan dengan tenang.
"Sisanya aku gunakan untuk menjaga ketertiban dan juga menjaga kediaman ku. " Jawab Liu Wanye.
"160 orang adalah jumlah yang cukup banyak, melihat dari jumlah penduduk di sini yang hanya ada 2.300an orang maka dengan kondisi yang terjebak sekitar 177 rumah atau bahkan lebih maka seharusnya tidak akan ada yang membuat keributan dan kota akan menjadi cukup aman. Tuan Gubernur Liu, kamu seharusnya aman jika kediaman mu hanya dijaga oleh 40 orang dan sisanya berikan padaku, bagaimana ?" Tanya Ren Qixuan dengan lembut.
"Nona Ren, bagaimana ini bisa dianggap aman ? Pada saat ini sedang masa sulit dan semua orang ingin mengambil keuntungan, di kediaman yang sebesar ini maka takutnya, 60 orang saja tidak cukup. " Ucap Liu Wanye.
"Kalau begitu maka aku hanya bisa meminta bantuan kepada kenalanku yang berada di dekat sini, bagaimana menurut Tuan Gubernur Liu ?" Tanya Ren Qixuan dengan santai.
"Kenalan ? Ha ha ha, untuk apa sampai melibatkan orang luar. " Jawab Liu Wanye dengan gugup.
Jika Ren Qixuan benar benar mengirimkan permintaan bantuan kepada Kaisar hanya untuk mengamankan tempat tinggal Liu Wanye maka keluarga Liu akan mendapatkan tuduhan dan hukuman berat dan Liu Wanye tidak akan bisa menanggung akibatnya.
Hal ini membuat Liu Wanye merasa gugup, Liu Wanye bisa saja meminta seseorang untuk mencegah surat itu masuk ke dalam Ibukota.
Tapi Ren Qixuan mengatakan bahwa dia memiliki kenalan di dekat sini yang menandakan bahwa dia datang dengan penuh persiapan dan dia mengetahui bahwa Liu Wanye akan mempersulitnya sementara Liu Wanye sendiri tidak mengetahui rekan yang mana dan siapa yang dimaksud oleh Ren Qixuan.
Ren Qixuan benar benar pandai dalam mempermainkan pemikiran dan perasaan orang lain, sejak awal Liu Wanye ini berada di dalam genggamannya.
Dia memang tidak bisa mengendalikan gerak dari Liu Wanye tapi dia akan memastikan bahwa Liu Wanye tidak akan bisa berjalan ke luar dari batas yang telah dia tetapkan.
Dia sudah menggambarkan garis yang jelas bagi Liu Wanye dan jika pria tua ini memaksa untuk melewati garis yang telah dia buat maka pria tua ini akan tahu apa akibatnya dan pada saat itu maka bahkan jika dia ingin menyesal maka semuanya sudah akan terlambat.
Ren Qixuan tidak suka bertindak langsung, dia senang bermain main apalagi seperti ini dimana orang orang merasa bingung dengan tindakannya dan tidak bisa menebak. Kira kira dia akan berlari atau tetap duduk diam.
Tidak ada yang bisa menebak langkah selanjutnya dari dirinya dan ini adalah kemampuannya yang dia kagumi sendiri.
Ren Qixuan menatap ke arah Liu Wanye dengan senyum penuh makna , seolah olah memberi tanda kepada Liu Wanye untuk bertindak dengan bijaksana.
Dia mendukung Yue Ming dalam banyak bidang tapi jika dia terkena masalah maka belum tentu Yue Ming bersedia untuk turun dan berbicara untuknya di hadapan Kaisar.
Maka, Liu Wanye seharusnya sadar bahwa dia harus berhati hati dalam segala hal, tentang kedekatan dan masalah Zhou Ye memohon untuk dirinya di hadapan Kaisar juga pasti sudah sampai ke telinga Liu Wanye yang membuatnya memiliki pertimbangan lebih.
"Ha ha ha untuk apa hal semacam ini sampai merepotkan Yang Mulia ?" Tanya Liu Wanye dengan tawa canggung.
"Bagaimana hal ini bisa di anggap remeh ? Tuan Gubernur Liu adalah seorang pejabat lama yang setia dan penuh dengan semangat untuk melindungi dan melayani Dinasti Liu. Hal ini menyangkut keselamatan dari Tuan Gubernur, tentu saja hal ini harus dipertimbangkan baik baik. "Ucap Ren Qixuan dengan wajah polos.
Wajah Liu Wanye tampaknya menjadi agak panik dibandingkan sebelumnya karena melihat keinginan Ren Qixuan.
"Tenang saja, sebenarnya disini lumayan aman hanya saja aku merasa agak ketakutan. " Balas Liu Wanye meyakinkan.