The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
91. Bantuan



Ling Yue menarik lengan pakaiannya tapi pada saat yang sama tidak menghentikannya, Ling Yue tahu bahwa ini bukan hal yang baik untuk menyinggung Putri Agung Hao tapi pada saat yang sama dia mengetahui bahwa jika dia menghentikan tindakan Ren Qixuan terang terangan di hadapan semua orang maka sama saja dengan menjatuhkan harga diri Ren Qixuan di hadapan orang banyak dan Ling Yue juga yakin bahwa Ren Qixuan bukan orang yang impulsif dalam mengambil sebuah tindakan.


Sehingga dia memberikan peringatan kecil seperti ini pada Ren Qixuan agar Ren Qixuan bisa mempertimbangkan ulang tindakannya tanpa harus merasa malu di hadapan semua orang.


"Kamu benar benar memiliki bibir yang berbisa, pantas saja kakak Kaisar sampai kerepotan dalam mengurusimu. Seorang wanita yang hanya bisa mengatakan hal baik untuk menjilat orang lain, tampaknya Kekaisaran ini telah menyimpan banyak sampah. " Ucap Putri Agung Hao.


"Tuan Putri menghina dengan terang terangan seperti ini tidak terlalu baik, bukan ?" Tanya seseorang dari belakang Putri Agung Hao dan orang ini turun dari kereta kuda yang mewah juga digandeng oleh seorang pria.


Itu adalah seorang pria dengan wajah yang tampan dan rupawan, tapi wajahnya tampak pucat dan sakit sakitan.


"Pada saat ini bahkan seorang Pangeran sandera juga bisa berbalik untuk melawan ku ? Apakah kamu tidak mengetahui statusmu sendiri ?" Tanya Putri Agung Hao pada pria itu.


Itu adalah Jiu Xuanyi, pria itu tidak banyak berubah, masih pucat pasi dan tampak sakit sakitan, digandeng oleh pengawalnya yang terpercaya.


Jiu Xuanyi tidak marah ketika mendengar hinaan dari Putri Agung Hao justru tertawa ringan dan berjalan mendekat.


"Bagaimana mungkin aku tidak menyadari statusku sendiri ? Walaupun Tuan Putri tumbuh di Istana, tampaknya Tuan Putri juga sudah melupakan identitas sendiri. Kita berdua sama sama tawanan di dalam Istana. Apakah aku bahkan tidak memiliki hak untuk berbicara ?" Tanya Jiu Xuanyi tersenyum tipis.


"Kamu ?! Jiu Xuanyi, keluargamu adalah penjahat dan pembunuh. Apakah bisa dibandingkan dengan keluargaku yang Agung ?!" Teriak Putri Agung Hao dengan murka.


"Izinkan aku mengatakan sesuatu yang kurang sopan. Putri Agung tumbuh dengan megah di Istana, tapi nyatanya kamu adalah keturunan Dinasti Yue. Kakakmu, Hao Lin bahkan tidak bisa memasuki Ibukota. Di seluruh Dinasti Liu ini, kamu tidak memiliki sandaran. "Ucap Jiu Xuanyi dengan lembut.


"Dibandingkan dengan aku yang berasal dari keluarga penjahat ini, Tuan Putri tampaknya harus lebih mengkhawatirkan diri sendiri. " Lanjut Jiu Xuanyi.


Wajah Putri Agung Hao langsung berubah menjadi merah padam, dia merasakan malu karena hal ini. Selama ini tidak ada yang berani untuk mengungkit asal usulnya di depannya lagi tapi tidak menyangka bahwa si penyakitan Jiu Xuanyi ini berani melakukannya di depan umum.


Hal ini tentu saja membuat Putri Agung Hao merasa marah tapi tidak ada yang bisa dia lakukan. Karena, secara status formal, dia dan Jiu Xuanyi memang sama sama setara, yaitu tawanan perang.


Putri Agung Hao berasal dari Dinasti sebelumnya, Dinasti Liu ini belum lama berdiri. Kaisar saat ini baru saja generasi kedua, sementara Dinasti sebelumnya, Dinasti Yue adalah asal usul Putri Agung Hao.


Seluruh keluarga Permaisuri dan Putra Mahkota disingkirkan ke luar Ibukota dan seluruh kekuasaan mereka dicabut. Sampai akhirnya Putra Mahkota memiliki sepasang putra dan putri.


Ibu Suri Jing sudah lama mendambakan seorang putri sehingga membawa Putri Agung Hao masuk ke dalam Istana dan membesarkannya seperti membesarkan Putri sendiri tapi pada saat yang sama memberikan ancaman pada Keluarga Dinasti sebelumnya.


Untuk tidak berani macam macam dan tidak diperbolehkan masuk ke dalam Ibukota, termasuk kakak Putri Agung Hao, Hao Lin.


Mereka juga tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam susunan pejabat dan prajurit, mereka hanya bisa melakukan pekerjaan kasar untuk mempertahankan hidup mereka.


Hanya Putri Agung Hao yang masih bisa hidup dengan nyaman di Ibukota ini dan disayangi oleh Ibu Suri, tapi karena itu juga dia kehilangan hubungan dengan keluarganya dan sama sekali putus hubungan.


Keluarganya bahkan tidak tahu apakah dia pada saat ini masih hidup atau tidak. Mengatakan hal ini membuat Putri Agung Hao tidak nyaman.


Pelayan Tuan Putri menyadari ketidak nyamanan ini dan menatap Jiu Xuanyi dengan marah.


"Tuan Putri kami selalu memiliki hati yang baik tapi kalian sekelompok orang yang tidak tahu malu dan berhati sempit, bersama sama ingin menjatuhkan Tuan Putri ! Lihat saja bagaimana nanti tindakan Ibu Suri !" Seru pelayan itu.


"Kalau begitu maka sebutkan kesalahanku di hadapan semua orang ? Jika memang salah maka aku akan menerimanya dengan lapang dada, bagaimanapun aku hanya mengatakan apa yang aku ketahuilah tapi tampaknya Tuan Putri menolak untuk menerima latar belakangnya sendiri dan sudah terlalu nyaman dengan gelar Putri Agung ini. " Ucap Jiu Xuanyi.


Ini adalah sebuah kekejaman dan salah satu teknik penyiksaan yang tidak bisa dikuasai oleh semua orang, bahkan Ren Qixuan tidak terlalu pandai dalam hal ini.


Tapi, Jiu Xuanyi mengatakan semuanya tanpa rasa bersalah. Menyerang titik sakit orang lain tanpa penyesalan seperti ini sudah cukup untuk menunjukkan berapa berbahayanya Jiu Xuanyi.


"Baiklah, aku akan mengingat penghinaan hari ini ! Aku pasti akan membalas kalian berdua dengan baik di lain hari !" Seru Putri Agung Hao menundukkan kepalanya dan pergi dari sana dengan segera.


Hal ini tentu saja membuat semua orang menjadi heboh dan penasaran bagaimana sikap Istana , apakah akan membela Putri Agung Hao atau pangeran tawanan Jiu Xuanyi.


Ren Qixuan berjalan ke depan dan tersenyum tipis ke arah Jiu Xuanyi.


"Terima kasih banyak atas bantuan dari Pangeran. Jika tidak maka Qixuan takut bahwa aku juga tidak berdaya untuk mengalami penindasan tersebut. " Ucap Ren Qixuan dengan rendah hati.


"Nona Ren terlalu sungkan, sebelumnya Nona Ren telah membantu menyelamatkan nyawaku dan masih belum membalas kebaikan mu ini. Tidak tahu apakah Nona Ren memiliki waktu hari ini ?" Tanya Jiu Xuanyi.


"Sayang sekali, aku harus dengan berat hati menolak ajakan Pangeran Jiu. Bagaimanapun hari ini aku membawa Ibuku dan membuatku tidak leluasa untuk bergerak dengan asal. " Jawab Ren Qixuan menggunakan Ling Yue sebagai alasan.


"Kamu dan Pangeran memiliki urusan maka Ibu akan pulang. " Balas Ling Yue dengan cepat cepat mengedipkan matanya.


Ren Qixuan merasa kesal dalam hati, dia benar benar tidak ingin terlibat terlalu banyak dengan Jiu Xuanyi di depan banyak orang seperti ini.


"Apakah Ibu sudah merasa cukup ? Padahal kita baru berkeliling sedikit. " Ucap Ren Qixuan.


"Dengan kondisi ini maka tidak memungkinkan lagi untuk berkeliling, bisa dilakukan di lain hari. Kamu bisa menikmati waktu bersama dengan Pangeran Jiu. Aku akan pulang dulu, hamba ini pamit terlebih dahulu. " Ucap Ling Yue menundukkan kepalanya dengan sopan.


"Long Xi, antarkan Nyonya Ren ke rumah dengan selamat. " Perintah Jiu Xuanyi.


"Baik, Tuan. " Balas Pengawal Pribadi Jiu Xuanyi, Long Xi.


"Terima kasih banyak atas perhatian Pangeran. " Balas Ling Yue dan Jiu Xuanyi mengangguk pelan sehingga hanya tersisa mereka berdua yang berdiri dengan perasaan canggung.


"Pangeran, apakah yakin untuk tidak membawa pengawal pribadi mu ? Terakhir kali tidak membawa pengawal pribadi mu sudah membuat masalah besar. " Ucap Ren Qixuan dengan ragu.


"Tidak masalah, bukankah ada Ketua Divisi Zhengyi, Ren Qixuan yang berdiri di sampingmu dan akan melindungiku ?" Tanya Jiu Xuanyi tanpa rasa malu.


Ren Qixuan benar benar ingin memukul kepala Jiu Xuanyi karena kesal tapi pada saat yang sama dia berusaha untuk menahan diri.


"Tidak tahu apa urusan Pangeran Jiu sampai sampai repot untuk mencariku ?" Tanya Ren Qixuan dengan bingung.


"Siapa bilang aku datang untuk mencarimu ?" Tanya Jiu Xuanyi yang membuat Ren Qixuan merasa canggung.


"Apakah secara tidak langsung Pangeran ingin mengatakan bahwa Pangeran juga ingin menjahit pakaian ?" Tanya Ren Qixuan.


"Apakah tidak boleh ?" Tanya Jiu Xuanyi berhenti tiba tiba dan menoleh ke arah nya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.