
Orang orang mengatakan bahwa siapapun yang lulus dari Akademi Kekaisaran akan memiliki masa depan yang cerah, Ren Qixuan sendiri merasa tidak setuju dengan hal itu. Tapi, ketika dia melihat sendiri betapa antusiasnya orang tua dan keluarga dari murid yang ujian membuatnya merasa bahwa mungkin inilah yang dianggap dengan masa depan cerah.
Sesungguhnya, jika tidak memikirkan balas dendam maka dia enggan untuk kembali ke pengadilan Istana yang sangat sesak. Dia lebih senang menjadi pedagang yang dianggap pekerjaan yang rendah.
Tapi, menurutnya memiliki satu toko sederhana dan hidup dengan keluarga , maka akan sangat baik sekali. Sayang sekali bahwa dia ditakdirkan untuk menanggung dendam sekeluarga Han.
Jika tidak maka dia akan memilih untuk tinggal dengan Keluarga Ren dan sepenuhnya melupakan masa lalu. Sayang sekali bahwa takdir membawanya untuk seperti ini.
Ren Qixuan duduk dan mengamati lalu menemukan bahwa ujian sudah akan selesai dan tidak lama kemudian, pintu benar benar dibuka.
Setelah menunggu beberapa saat, mereka akhirnya bisa melihat Ren Wang yang berlari ke arah mereka. Ling Yue juga ikut berlari maju dan memeluk putranya.
"Apakah ibu baik baik saja ? Pengawas kami mengatakan bahwa ada kebakaran terjadi di gedung tempat tunggu. Hal ini membuatku agak cemas tapi pengawas mengatakan bahwa tidak ada satupun korban jiwa dari ini. " Ucap Ren Wang dengan bahagia dan memeriksa ibunya.
"Hanya ada satu korban jiwa, yaitu Guru Wang. Selain itu, para orang tua dan pengajar lainnya berhasil di evakuasi tepat waktu. Kami juga diperiksa oleh Divisi Keamanan. " Balas Ren Xing.
"Guru Wang meninggal ?! Bagaimana mungkin ?" Tanya Ren Wang dengan terkejut.
"Entahlah, aku mendengar bahwa itu pembunuhan yang ditujukan untuk Guru Wang tapi ditutupi dengan kebakaran. Dengan begitu maka pelakunya sempat untuk melarikan diri. " Jawab Ren Qixuan.
"Betapa mengerikannya bahkan di Akademi Kekaisaran sangat menakutkan. Aku mengira bahwa disini aman karena selama ini tidak ada masalah tapi siapa yang menyangka bahwa hal ini bisa terjadi. " Ucap Ren Wang dengan helaan nafas.
"Sudahlah, karena kakak sudah selesai ujian maka itu adalah hal yang paling penting. Lagipula kami semua dalam keadaan aman. " Balas Ren Qixuan.
"Pengumuman seharusnya dikabarkan langsung setelah ujian tapi, karena kejadian ini maka ditunda sampai esok hari. " Ucap Ren Wang.
"Kalau begitu mari makan dulu, kami belum makan sama sekali. " Balas Ren Xing.
"Ya, ya , ya, aku akan membawa kalian semua makan sepuasnya. " Ucap Ling Yue dengan bangga karena putranya telah berhasil mengerjakan Ujian Akademi Kekaisaran bahkan jika mungkin putranya bukan seorang juara satu, itu juga tidak masalah baginya..
Asalkan lulus dan mampu untuk bekerja di dalam Pengadilan Istana maka betapa baiknya itu. Hanya saja, setiap tiga tahun akan ada sarjana yang lulus.
Sementara, di dalam tiga tahun ini belum tentu ada seorang yang posisinya harus diganti. Hal ini tentu saja membuat semua orang pusing sehingga beberapa sarjana memutuskan untuk tidak masuk ke dalam Pengadilan Istana dan menempuh jalannya sendiri di luar sana.
Ada yang melanjutkan bisnis keluarga ada yang bekerja untuk toko besar sebagai akuntan, ada banyak pekerjaan lain hanya saja menjadi seorang Pejabat adalah hal yang diinginkan oleh banyak orang.
Ren Qixuan akan memastikan bahwa akan ada posisi yang dapat diisi oleh Ren Wang, hal ini bahkan jika tidak ada posisi maka dia akan membuat posisi untuk Ren Wang.
Ren Qixuan sudah bertekad seperti ini maka tidak akan ada yang bisa menghalangi langkahnya lagi pada saat ini.
Mereka makan malam dan kembali ke penginapan, tidak sabar untuk menunggu hasil ujian Ren Wang apakah berhasil lulus atau tidak.
Keesokan harinya,
Mereka menunggu hampir satu jam yang awalnya masih agak ramai tapi sekarang bahkan sudah sulit untuk bernafas dengan benar. Hal ini membuat Ren Qixuan kesal tapi tidak ada pilihan lain.
"Pengumuman telah tiba !" Teriak seorang pemuda yang membawa papan berisikan nama nama yang lulus.
Yang lulus hanya ada 12 nama, Ren Qixuan melihat ke arah papan nama dan mencari dari bawah, tidak ada nama Ren Wang sampai akhirnya dia tiba di paling atas.
"Itu adalah nama kakak ! " Seru Ren Qixuan dengan bahagia ketika melihat Ren Wang berhasil mendapatkan nilai sempurna dalam ujiannya, Zhuangyuan !
"Selamat !!!" Ling Yue sampai tidak bisa menahan tangis bahagianya dan memeluk putranya dengan erat. Mereka semua memeluk Ren Wang dengan penuh kebanggaan.
"Tuan muda Ren, anda dipanggil oleh Guru Agung Zhou. " Ucap pria yang membawa pengumuman itu.
"Ya, ya , ya ! Aku akan segera kesana. " Ucap Ren Wang.
Mereka sekeluarga pergi ke ruangan Guru Agung Zhou dan berdiri di depan pintunya, pertama tama yang baru boleh masuk adalah Ren Wang sebelum akhirnya mereka semua masuk.
Ren Qixuan menatap ke arah Guru Agung Zhou, pria ini masih tampak sama dengan tahun tahun lalu. Masih tampak keras kepala dan berpendirian keras. Siapapun yang melihat wajahnya akan mengetahui sifatnya bahwa dia memiliki kepribadian yang teguh.
Dengan adanya orang seperti ini dibalik Pangeran Kedua maka tidak menutup kemungkinan bahwa dia akan bisa menggantikan Zhang Xiao.
Dia juga mendengar bahwa Pangeran Kedua sangat berbakat hanya saja dia mendengar bahwa tubuhnya agak lemah dan dia agak pengecut dan suka untuk bermain aman.
Sebagai seorang calon Kaisar maka dia tidak bisa menyimpan sifat sifat tersebut. Mereka semua menundukkan kepala kepada Guru Agung Zhou.
"Perkenalkan, ini adalah Ibuku, Ling Yue. Ini adalah adik pertamaku, Ren Xing dan ini adalah adik kedua ku, Ren Qixuan. " Ucap Ren Wang.
"Qixuan ?" Tanya Guru Agung Zhou dengan agak terganggu ketika mendengar nama ini.
"Ini adalah adik angkatku, dia tidak memiliki nama. Jadi aku memberinya nama Qixuan , yang berharap bahwa kehidupannya di masa depan akan menjadi lebih baik dan lebih layak. " Jawab Ren Wang dengan tenang.
Guru Agung Zhou menganggukkan kepalanya dan mengelus jenggotnya, dia tampak tenang dengan ini. Bagaimanapun nama Qixuan adalah nama yang umum.
"Kamu adalah seorang anak yang sangat berbakat, ke Divisi mana kamu ingin datangi ?" Tanya Guru Agung Zhou.
"Aku ingin memasuki Divisi Kekaisaran mengikuti jejak dari Guru Agung. " Jawab Ren Wang berlutut.
Mereka semua ikut berlutut tapi Guru Agung meminta mereka untuk duduk saja.
"Ini hanya perbincangan santai, jangan terlalu serius. Jika kamu ingin mengikuti jejak ku maka ini adalah waktu yang sangat tepat , pada saat ini posisi pengajar di Akademi Kekaisaran sedang kosong. Jika kamu bersedia maka kamu bisa mengajar menggantikan Wang Yu An, tapi hal ini harus di diskusikan terlebih dahulu dengan Yang Mulia. " Ucap Guru Agung Zhou mengatakan pendapatnya.