The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
41. Tuan Misterius



Semua orang di Akademi Kekaisaran langsung keluar dari peristirahatan mereka dan hal ini juga sudah sampai ke telinga keluarga Ren. Karena ini semua orang menjadi tahu mengenai hal ini. Orang orang sudah mendengar bahwa belakangan ini Akademi Kekaisaran menjadi incaran oleh orang jahat. Hal ini sudah sampai ke telinga Kaisar, bagaimana mungkin Kaisar tidak marah dengan hal ini ?


Kaisar bahkan sampai memarahi seluruh pejabat miliknya di Pengadilan Istana pagi ini, terutama Putra Mahkota yang mengendalikan Divisi Keamanan.


Kaisar duduk dengan marah dan memukul meja dengan murka. Pada saat ini bahkan Zhou Ye dan Lin Wuxin sudah berlutut di hadapan Kaisar.


Akademi Kekaisaran adalah jantung Kekaisaran, mereka mengandung banyak sekali bakat masa depan Kekaisaran, jika kelak Akademi Kekaisaran sudah tidak dapat dipercaya lagi maka hal ini akan membuat Akademi swasta lain menjadi lebih diperhatikan.


Bagaimana mungkin Kaisar tidak marah dengan hal ini ?


"Kalian semua benar benar berani untuk duduk dengan begitu santai !!! Apakah kalian semua sudah tidak menginginkan kepala kalian lagi ?!" Teriak Kaisar sambil terbatuk batuk.


"Yang Mulia mohon meredakan amarah terlebih dahulu. " Ucap Zhou Ye.


"Yang Mulia, pada saat ini yang paling penting adalah mencari Pangeran Sandera. Aku takut bahwa ini adalah jebakan dari Dinasti Yin dan kita harus segera menemukannya. Ini bisa saja digunakan untuk memulai peperangan, bisa jadi pertama karena Pangeran Sandera hilang maka mereka menggunakan alasan untuk memulai perang. Tapi, bisa juga sebenarnya mereka diam diam membawa Pangeran Sandera pergi dan karena Pangeran mereka sudah kembali ke tempat mereka, mereka langsung memulai peperangan. " Ucap Lin Wuxin menyampaikan apa yang ada di pikirannya.


Apa yang dikatakan Lin Wuxin sama sekali tidak salah, tentu saja ini menyebabkan keresahan di antara pejabat tua ini.


"Aku ingin hari ini harus membawa Pangeran Sandera ini pulang ! Jika tidak maka jangan harap bisa tetap menduduki posisi kalian !" Seru Kaisar membanting cangkirnya.


"Yang Mulia, hamba ini masih memiliki satu permohonan lain. Yang dibawa bersama dengan Pangeran Sandera adalah muridku, dia adalah satu satunya orang yang bisa lulus Ujian Yi. Semula dia ingin membeli obat , tapi Pangeran Sandera juga ingin pergi ke toko obat jadi mereka pergi bersamaan. Aku berpikir lebih aman untuk pergi bersama, terutama karena toko obat berada di tengah kota tapi tidak menyangka bahwa hal semacam ini juga bisa dilakukan. " Ucap Zhou Ye bersujud.


Dari pinggir, ada Permaisuri dan Kedua Selir Agung, Selir Agung Yinfei berlutut di balik tirai dan memohon kepada Kaisar.


"Yang Mulia, Ayahku selalu setia dan menilai seseorang dengan baik, mohon mendengar permintaannya. " Ucap Selir Agung Yinfei.


Selir Agung Yinfei adalah Ibu dari Pangeran Kedua, belakangan ini menjadi salah satu yang paling sering di datangi oleh Yang Mulia.


Itu adalah putri dari Zhou Ye, Zhou Yinfei. Melihat Ayahnya yang sudah tua memohon, tentu saja dia tidak tinggal diam.


"Tenang saja, Guru Agung Zhou mengatakan bahwa murid ini memiliki kemampuan yang hebat kelak akan membantu Pengadilan Istana. Bagaimana mungkin akan dibiarkan saja, jangan sampai membuat Guru Agung Zhou kesulitan untuk berjalan. Selir Agung, kamu bisa duduk dengan tenang. " Ucap Kaisar.


"Terima kasih banyak, Yang Mulia. " Ucap Zhou Ye dan Zhou Yinfei.


"Hari ini, aku akan memberikanmu satu kali lagi kesempatan untuk mencari kedua orang ini. Jika tidak berhasil bertemu dengan kedua orang ini maka lebih baik mundur saja !" Perintah Kaisar dengan tidak senang.


Tiba tiba Permaisuri langsung berlutut untuk memberikan bantuan pada putranya.


"Yang Mulia harap sabar, Xiao'er masih muda, tentu saja belum berpengalaman, hal ini pasti akan bisa ditangani dengan baik. " Ucap Permaisuri.


"Sabar ? Apakah aku harus menunggu sampai seluruh prajurit Dinasti Yin berdiri di depan gerbang Istana ?! Jika dia belum berpengalaman maka seharusnya dia bisa belajar ! Ketika aku seumuran dia, aku sudah pergi ke medan perang dan memimpin pasukan ! Aku melihat bahwa kamu tidak memiliki kemampuan yang cukup dan bermalas malasan !" Teriak Kaisar dengan murka.


Wajah Zhang Xiao pada saat ini sangat jelek dan berlutut di hadapan Ayahnya dengan kepala yang tertunduk.


"Putra ini pasti akan membawa kedua orang ini pulang. " Ucap Zhang Xiao bersujud.


"Yang Mulia, aku akan membantu Putra Mahkota dalam tugas ini dengan begitu maka Pangeran Sandera dan murid Guru Agung pasti akan bisa ditemukan kembali. " Balas Yue Ming.


"Bagus kalau begitu, Divisi Hukum dan Divisi Keamanan sudah bekerja sama , jangan sampai mengecewakanku. " Ucap Kaisar merasa lebih tenang.


Dengan begitu, Pengadilan Istana di selesaikan dengan ketenangan, belakangan ini terjadi beberapa gesekan antara Kaisar dan Putra Mahkota.


Bagi pendukung Putra Mahkota, ini akan menjadi sebuah petaka tapi bagi pendukung Pangeran lain maka ini seperti angin segar atau hujan emas.


Jika Putra Mahkota benar benar gagal dalam melaksanakan tugas kali ini, maka benar benar tidak ada harapan lain. Putra Mahkota pasti kehilangan sebagian besar kepercayaan dan dukungan Kaisar.


Pada saat itu, maka menyingkirkan Putra Mahkota dari tahktanya bukan hal yang sulit lagi, sayang sekali Ren Qixuan tidak mengetahui hal ini.


Jika dia tahu maka dia tidak akan melepaskan diri atau bahkan mengikat dirinya sendiri lagi, semakin lemah Zhang Xiao maka semakin dekat dia dengan tujuannya.


Tapi, Ren Qixuan memiliki rencananya sendiri, dia kurang lebih telah menduga bahwa hal ini pasti akan tiba di telinga Kaisar. Tapi, bukan berarti dia tidak memiliki cara untuk kembali.


Jika dia kembali dengan mencari orang Divisi Keamanan maka dia harus berbagi rahmat baik ini dengan Divisi Keamanan. Tapi, jika dia membawa pulang Jiu Xuanyi sendiri maka dia akan mendapatkan bakti sebagai seseorang yang pemberani dan menjaga kedamaian Kekaisaran.


Perbedaan yang sangat drastis, dan Ren Qixuan tidak akan pernah melakukan sesuatu yang menguntungkan Zhang Xiao.


Pada saat ini malam telah tiba, Ren Qixuan melihat bahwa disini adalah sebuah desa yang ditinggali oleh orang orang jahat ini.


Tapi, tidak masalah dengan hal ini, ketika malam maka orang orang tidak akan menduga bahwa dia bisa melepaskan diri.


Tiba tiba pintu dibuka dan menunjukkan seorang pria dengan topi di kepalanya, sehingga mereka bahkan tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.


"Asalkan kamu mati maka kedua Dinasti pasti akan saling menghancurkan satu sama lain. Tapi, aku lebih penasaran bagaimana jika Putra Mahkota tidak berhasil mencari kalian. " Ucap Pria misterius itu.


"Putra Mahkota mencari kami ?" Tanya Ren Qixuan pura pura antusias.


"Percuma untuk menaruh harapan padanya karena tempat ini sejauh 1.000 km dari gerbang Ibukota, kalian tidak akan ditemukan dan Putra Mahkota akan dijatuhkan. " Jawab pria misterius itu.


"Kenapa kamu menahan kami ?! " Teriak Jiu Xuanyi pura pura ketakutan.


Dan sekarang sepasang orang ini berpura pura dengan sangat baik, sampai sampai mampu untuk mengelabui musuh mereka. Pada saat ini, mereka benar benar meyakinkan.


"Kenapa aku menahanmu ? Itu karena kamu adalah kunci yang bisa aku gunakan untuk membuka kekacauan perebutan tahkta. " Ucap pria misterius itu.


"Kalau begitu, kenapa kamu tidak segera membunuh kami ?! "Teriak Ren Qixuan.


"Jangan mengira bahwa Putra Mahkota akan berhasil untuk mencari kalian. Dengan kondisinya, dia bahkan kesulitan untuk menyelamatkan diri sendiri apalagi orang lain. " Jawab pria misterius itu dengan senyum puas ketika melihat mereka berdua ketakutan.


"Aku percaya bahwa Putra Mahkota pasti akan bisa menemukan kami bahkan jika jarak dari Kekaisaran kesini sejauh 1000 km. " Ucap Ren Qixuan sembari menangis.


"Ha ha ha, menangislah. Kalian harus menunggu Putra Mahkota kalian dengan baik, jangan mengatakan bahwa aku tidak memperingati kalian. Dengan kondisi disini maka bahkan jika tidak membawa 200 orang masih tidak akan bisa membawa kalian keluar. " Ucap Pria misterius itu dengan sombong sebelum akhirnya berjalan keluar.


Dalam sekejap, air mata dan semua kesedihan itu menguap. Ren Qixuan dengan santai melepaskan tangannya dan Jiu Xuanyi juga sama.


"Akting yang bagus. " Puji Ren Qixuan.


"Jika tidak maka Nona Ren juga akan kerepotan." Ucap Jiu Xuanyi tanpa malu seolah olah Ren Qixuan yang memaksanya seperti itu.


Ren Qixuan memandang ke arah Jiu Xuanyi, pada saat ini mereka mengalami posisi hidup dan mati bersama, tapi sampai saat ini dia masih ragu dengan Jiu Xuanyi.


Ren Qixuan berdiri dan berjalan ke arah pintu lalu sedikit mengintip untuk melihat luar, seperti tebakannya, mereka dibawa ke sebuah desa.


Menurut buku yang dibacanya, diluar tembok kota memiliki ratusan desa yang terpencil. Jika pada saat ini mereka dibawa ke salah satunya maka itu berarti pasukan yang dibawa oleh Zhang Xiao harus berpencar.


Lagipula, dia tidak ingin Zhang Xiao menyelamatkannya. Dia menatap ke arah Jiu Xuanyi dengan tatapan rumit.


"Aku tahu, jika kamu mati disini maka itu tidak akan menyebabkan keributan. Peperangan sama sekali tidak menguntungkan, hanya menguntungkan salah satu pihak sementara rakyat yang akan mendapat dampak paling besar. Maka dari itu, kelak jika harus memilih jalan maka kamu harus pergi sendiri. "Ucap Ren Qixuan membuat keputusannya.


"Apakah kamu akan mengalihkan musuh menggunakan dirimu ?"Tanya Jiu Xuanyi.


"Itu benar, jadi jangan menoleh ke belakang. Apapun yang terjadi, kamu harus hidup. " Jawab Ren Qixuan menatap ke arah Jiu Xuanyi dengan serius.


Bahkan jika dia membenci laki laki ini karena kepalsuan nya tapi, dia tidak akan pernah membiarkan perang terjadi lagi sementara saat ini sedang damai.


"Untuk apa menggunakan nyawamu hanya untuk mempertahankan kedamaian yang palsu ini ? Ini seperti buah busuk yang dilapisi emas. " Ucap Jiu Xuanyi.


"Kata-kata Pangeran memang benar tapi bagi rakyat, ini seperti harapan hidup bagi mereka. Bahkan jika ini palsu, tapi paling tidak bisa menunda. Kamu tidak tahu betapa buruknya situasi ketika dunia berperang, orang orang kelaparan, kehilangan tempat tinggal, jika harus memilih........ maka aku lebih memilih mengorbankan nyawaku untuk menyelamatkanmu agar menunda perang dan memberikan kedamaian yang palsu ini. " Ucap Ren Qixuan panjang lebar.


Dia tersenyum tipis, bahkan jika dia gagal membalas dendam dalam kehidupan ini, bukan berarti dia kalah. Seluruh keluarganya selalu mencintai rakyat, bahkan sampai akhir tidak berusaha memberontak sedikitpun untuk membela diri.


Karena mereka tahu ketika ada keraguan di hati rakyat kepada Istana maka itu berarti masa masa gelap akan tiba , hati Keluarga Han seperti malaikat, mereka bahkan tidak berniat balas dendam sama sekali.


Jika dia bisa menyelamatkan seluruh rakyat untuk sementara maka bisa dianggap membersihkan nama baik Keluarga Han dan memenuhi keinginan terakhir Ayahnya.


Sejak dia lahir kembali ini, nyawanya bukan miliknya lagi, dia lahir untuk balas dendam bukan untuk hidup dengan layak.


"Pangeran, setelah lonceng malam dibunyikan, aku akan memeriksa jalan keluar, kamu tetap diam disini dan menunggu. " Ucap Ren Qixuan.


"Nona Ren, bisakah aku tetap mengikutimu ?" Tanya Jiu Xuanyi dengan tatapan yang mendalam.


"Bukannya aku ingin mengejek Pangeran tapi Pangeran memiliki tubuh yang lemah, aku takut-" Ucapan Ren Qixuan dipotong.


"Kamu takut bahwa aku akan menjadi beban bagimu, tapi kamu tenang saja karena aku tidak akan membebanimu sama sekali. Aku bersumpah kepadamu, aku benar benar tidak ingin membebanimu. " Ucap Jiu Xuanyi dengan serius.


Ren Qixuan tidak pernah melihat Jiu Xuanyi seserius ini, dia merasa bahwa Jiu Xuanyi serius, tapi seharusnya dia sadar, pada saat ini Jiu Xuanyi bahkan sulit untuk berdiri bagaimana mungkin tidak membebani nya ?


Sehingga dia tiba tiba seperti tersihir dengan kata kata Jiu Xuanyi dan menuruti kata kata Jiu Xuanyi.


"Kalau begitu maka Pangeran ingin langsung kabur denganku ? Apakah Pangeran percaya padaku ?" Tanya Ren Qixuan.


"Aku percaya padamu, jika aku tidak percaya maka aku tidak akan memilih untuk mengikutimu. " Jawab Jiu Xuanyi menatap matanya.