
Ren Qixuan merasakan kedinginan di seluruh tubuhnya tapi dia tidak boleh bergetar karena anak yang ada di pelukannya ini tampak ketakutan.
"Dengarkan aku, semuanya akan baik baik saja. Bertahanlah lima menit lagi dan kamu akan mendapatkan pakaian hangat. " Ucap Ren Qixuan menenangkan anak yang ada di gendongannya ini.
Bahkan orang dewasa saja merasa takut dan tidak berdaya apalagi anak anak seperti mereka yang tidak bisa melakukan apa apa ? Tentu saja mereka panik.
Anak gadis ini menatap ke arahnya dengan mata bulatnya yang berair tapi ekspresinya kuat dan tegas.
"Kakak.... kamu kedinginan. " Ucap anak gadis itu dengan lembut.
"Aku sudah dewasa dan kuat, bagaimana mungkin kedinginan ?" Tanya Ren Qixuan tersenyum dan berjalan lebih cepat.
Mereka tiba di tepi dan langsung menyerahkannya pada kelompok yang dia utus untuk berjaga di tepi dan membangun tenda darurat.
"Kakak, hati hati !" Teriak anak itu dari belakang.
Ren Qixuan menoleh ke belakang dan menganggukkan kepalanya lalu tersenyum, dia berjalan lagi ke depan dan yakin bahwa masih ada banyak orang yang menunggu uluran tangannya.
Pada saat ini dari tim dia hanya ada 3 kelompok dan dia tidak tahu bagaimana cara untuk menghubungi Wu Zilin pada saat ini.
"Wu Ming, tujuan kita selanjutnya adalah dua rumah di depan itu. Kamu pergi dan bawa dua puluh orang untuk pergi dan memeriksa rumah itu !" Perintah Ren Qixuan.
"Baik, Ketua harap jaga diri !" Ucap Wu Ming sebelum akhirnya membawa tim.
"Semuanya, ikuti aku !" Teriak Ren Qixuan.
Ren Qixuan melihat bahwa pintu sulit untuk dibuka sehingga dia dan dua orang lainnya mendobrak masuk lalu melihat bahwa ini adalah orang yang kaya.
"Selamatkan aku ! Selamatkan aku ! Selama kalian membawa aku, istriku dan anak anakku keluar, aku akan memberikan kalian satu orang satu emas !" Teriak pria itu di atas meja.
Ren Qixuan memperhatikan bahwa ada banyak orang di dalam sini dan air sudah mencapai dadanya. Bahkan orang yang kuat juga akan merasa kedinginan, ini sudah mencapai titik musim gugur akhir.
"Begini saja, ada berapa banyak anak anak yang ada di kediaman mu ?" Tanya Ren Qixuan.
"Ehm, di kediaman ini ada 7 anakku. 3 di antaranya sudah dewasa sementara 2 di antaranya remaja dan sisanya anak anak. " Ucap pria itu.
"Kalau begitu, apakah ada orang tua di kediamanmu ini ?" Tanya Ren Qixuan.
"Orang tua ? Ada tiga orang pelayanku yang sudah tua. " Ucap pria itu.
"Kalau begitu maka biarkan tiga orang tua itu naik ke atas perahu sementara aku akan membawa dua anak itu. Sisanya adalah orang dewasa dan bisa berjalan sendiri, air disini masih bisa ditoleransi oleh kalian dan akan ada orangku yang membimbing kami keluar. " Ucap Ren Qixuan.
"Tunggu ! Aku akan membayar berapa saja harganya untuk perahu ini, asalkan kalian membawa aku dan istriku dengan perahu ini. Para pelayan ini tidak berharga, lebih baik tinggalkan saja mereka. " Ucap pria ini.
Semua orang disana terdiam dan hampir tidak bisa berkata kata lagi, bahkan orang orang dari kediaman Gubernur mulai jengkel.
Biasanya memang mereka adalah bajingan tapi orang ini bahkan lebih bajingan lagi ! Sudah dalam kondisi seperti ini tapi masih berniat jahat. Tentu saja ini adalah sesuatu yang dianggap tidak tahu mati.
"Kalau begitu maka Tuan, kenapa kamu tidak membeli perahu sendiri ? Perahu ini milikku, dari Divisi Zhengyi. Apakah kamu mengatakan bahwa kamu berniat untuk membeliku ?" Tanya Ren Qixuan.
"Tidak seperti itu, tapi kita sesama bangsawan tahu bahwa nyawa pelayan tidak penting. Aku memiliki 200 emas, aku akan membaginya setengah denganmu. " Ucap pria itu menekankan suaranya.
"Tawaran yang baik, tapi.... aku adalah orang yang bertempramen buruk, aku adalah orang yang serakah. Jika bisa membunuhmu saat ini maka aku akan mendapatkan seluruh emas, bagaimana ?" Tanya Ren Qixuan menyeringai.
"Kau ?! Jangan macam macam atau aku akan mengadu kepada pamanku di Ibukota !" Teriak pria itu.
"Mengadulah, jika dalam kondisi ini maka siapa yang akan tahu bahwa kamu sudah mati ? Orang orang disini adalah orangku, atau kamu ingin mengandalkan keluargamu ini ? Aku bisa saja membunuh kalian semua disini sekarang. " Ucap Ren Qixuan dengan dingin.
"Baiklah, kita putuskan saja, siapa yang ingin turun maka turunlah. Yang ingin tetap disini maka bisa tetap disini. " Lanjut Ren Qixuan.
Para pelayan mulai turun dan orang orang Ren Qixuan dengan sigap memegang mereka untuk berjalan melawan arus banjir. Ren Qixuan memegang seorang anak lain dan melihat bahwa sumber daya manusia mereka kurang sehingga dia membawa dua anak di tangannya.
"Zuo Jun, urus mereka jika ingin tinggal maka biarkan tinggal jika ingin pergi maka bawa mereka semua !" Perintah Ren Qixuan.
"Ketua, kondisi anda berbahaya pada saat ini. Arus banjir ini menjadi lebih kuat jika kamu membawa dua anak seperti itu maka akan membuatmu mungkin jatuh. " Ucap Zuo Jun dengan cemas.
"Urus saja urusanmu, ini adalah urusanku ! Aku bisa mengatasinya, jangan khawatirkan aku !" Seru Ren Qixuan sebelum akhirnya membawa kedua anak itu pergi untuk menerjang banjir yang deras ini.
Mereka melawan arah dari banjir ini sehingga setiap langkah harus di perhatikan, Ren Qixuan melihat bahwa tenda bantuan sudah terlihat oleh mata dan pada akhirnya tersenyum lega.
Yi Ling yang tinggal di tenda untuk merawat orang sakit melihat bahwa dirinya datang dan langsung membawa orang untuk mengambil alih dua orang anak itu.
"Ketua , kamu sudah bekerja tanpa henti. Kamu harus beristirahat sebentar saja, untuk memulihkan tenagamu. Bagaimanapun tubuh ini masih terbuat dari daging dan darah, kamu tidak bisa bekerja tanpa henti seperti ini. " Ucap Yi Ling.
"Berikan aku air minum, masih banyak orang yang menunggu. Ini hanya Desa Chi, belum desa desa lainnya. Jika aku bertindak lambat sebentar saja maka akan membuat nyawa lain akan melayang. Pada saat ini sudah hampir larut dan ketika sudah malam maka kita tidak bisa melakukan pencarian lagi dan harus menunggu esok hari. " Ucap Ren Qixuan.
Yi Ling hanya menghela nafas dan memberikan air minum kepada Ren Qixuan, tidak pernah terlintas sekali saja di dalam benaknya bahwa dia akan terlibat di dalam sebuah misi sungguhan yang bahkan menyangkut nyawa seseorang.
Yi Ling sebelumnya lolos dalam ujian dan memasuki Divisi Zhengyi hanya karena berpikir bahwa dia tidak perlu bekerja tapi dia mendapatkan posisi dan bayaran yang pas, dia bukan orang yang ambisius.
Dia tidak perlu nama besar yang dikenal orang orang karena menurutnya pahlawan tidak akan berakhir baik, sama seperti Ayahnya.
Ayahnya pergi untuk menyelamatkan dua orang wanita yang dinodai oleh seorang penjahat dan ingin membunuh mereka berdua.
Ayahnya diadili dan menerima beberapa puluh cambukan, pada akhirnya Ayahnya jatuh sakit dan meninggal setelah satu bulan. Memikirkan hal ini membuat Ibunya merasa sakit hati dan tidak lama menyusul Ayahnya, Yi Ling tinggal bersama dengan paman bibinya dan orang orang menghinanya.
Dia pada akhirnya berhasil diam diam mengikuti ujian dan merangkak naik sampai ke saat seperti ini. Masuk ke dalam Divisi Zhengyi saja sudah membuatnya puas.
Dia ingin mencari dua orang wanita yang menghancurkan kehidupannya, dia benci dengan wanita tapi entah kenapa dia tidak bisa membenci Ren Qixuan.
Dia selalu membenci setiap wanita tapi ketika melihat Ren Qixuan, dia tidak bisa mengangkat kepalanya tinggi tinggi lagi.
Dia merasakan sesuatu hal di dalam diri Ren Qixuan yang membuatnya ingin tunduk pada Ren Qixuan dan ini adalah hal yang sulit untuk di deskripsikan.
Ren Qixuan menyadari tatapan rumit Yi Ling dan menatapnya kembali.
"Apa yang salah ?" Tanya Ren Qixuan.
"Tidak ada. " Jawab Yi Ling.
Ren Qixuan menghabiskan minumannya dan langsung berdiri lalu berjalan pergi lagi ke dalam banjir, ketika dia akan pergi dia melihat bahwa Wu Ming sedang membawa banyak orang yang terluka.
Ren Qixuan kembali dan menemukan bahwa orang orangnya baru saja berhasil membawa suami istri kaya yang sombong itu.
Jelas jelas air banjir itu tidak mengancam mereka tapi mereka takut untuk membasahi pakaian mereka, bukankah sama saja dengan mengatakan bahwa pakaian bernilai lebih mahal dari nyawa seseorang.
Tapi, jika hal tentang dia mengancam seseorang disini sampai ke telinga Kaisar maka dia pasti akan dihukum tapi dihukum juga tidak masalah karena itu hanya akan merugikan diri Kaisar sendiri.
Tindakannya tidak bijaksana dan tidak mampu menilai mana yang baik dan mana yang buruk, ketika orang orang mendengar ini maka tidak akan hanya ada sepuluh orang yang menggunjing Kaisar.
Bahkan para sarjana yang membela kebenaran itu akan merasa bahwa tindakan Kaisar tidak bijaksana.
Ren Qixuan tersenyum tipis dan berjalan kembali ke rumah orang kaya itu dan menemukan bahwa semuanya sudah kosong dan orang orang ikut dengannya untuk masuk ke rumah yang lain dan mengevakuasi.
Hanya dalam waktu 6 jam pekerjaan mereka ini sudah berhasil mengevakuasi sekitar 16 rumah, pada saat ini sudah larut dan Ren Qixuan kembali ke tenda untuk beristirahat.
Menurut data yang diberikan maka hanya ada sekitar 41 rumah di dalam Desa Chi, mereka sendiri sudah 16 rumah, belum dengan tim yang dipimpin oleh Wu Zilin. Mereka pasti sudah setengah lebih dan bisa fokus pada desa selanjutnya.
"Kerja baik kalian semua, ketika tiba di Ibukota maka aku pasti akan mentraktir kalian makan daging sepuasnya !" Seru Ren Qixuan pada timnya.
"Seandainya kami memiliki kualifikasi untuk masuk ke dalam Divisi Zhengyi juga. "Ucap seorang pengawal dari Kediaman Gubernur.
"Kalau begitu maka tunggu semuanya selesai saja maka kita akan berburu rusa atau beberapa hewan lainnya seperti ayam hutan untuk dimakan bersama. " Ucap Ren Qixuan.
"Ide yang baik juga. " Ucap Wu Ming.
"Entah bagaimana dengan kondisi Wu Zilin dan yang lainnya. " Ucap Ren Qixuan dengan agak cemas.
"Aku akan mengirim orang untuk memeriksa mereka. " Ucap Yi Ling.
Ren Qixuan menganggukkan kepalanya dan mengutus seseorang untuk pergi ke bagian depan Desa Chi dan memeriksa keadaan tim Wu Zilin.
Pada saat ini dia berusaha tidur hanya saja tidak bisa karena dia memikirkan semua orang yang dia selamatkan hari ini penuh dengan macam macam orang.
Ada yang tahu berterima kasih dan juga ada yang tidak tahu cara berterimakasih dengan baik, ini memang menyebalkan tapi semua rasa kesal itu sudah hilang sejak lama karena rasa bangga pada dirinya sendiri ketika dia bisa membawa orang orang.
Apalagi ketika mendapatkan tatapan bangga dari anak anak yang dia selamatkan seolah olah dia adalah seorang pahlawan.
Ren Qixuan pernah mengatakan bahwa dia tidak ingin menjadi seorang pahlawan yang jujur dan bersih karena tidak ada pahlawan yang berakhir baik sama seperti Keluarga Han.
Mereka memperlakukan orang lain dengan baik dan hampir tidak pernah mengecewakan orang lain, tapi nyatanya apa akhir yang harus mereka terima ?
Mereka menerima banyak pengkhianatan dari orang yang mereka percayai jadi dia sendiri tidak berniat untuk menjadi pahlawan seperti itu.
Tapi, ketika memikirkan tatapan tatapan yang diberikan oleh orang orang itu padanya membuatnya berpikir bahwa cara pandang nya yang sebelumnya telah salah.
Ren Qixuan berbaring di atas tanah dengan tangan sebagai alas kepalanya, dia memandang bulan dengan tatapan yang rumit.
Tidak pernah dia bayangkan bahwa dia akan memimpin sekelompok tim yang di anggap sampah oleh semua orang untuk menyelamatkan ratusan nyawa ini.
Orang orang ini sangat berterima kasih pada mereka, mungkin bagi Kaisar mereka hanyalah sebagian penduduk yang tidak berperan banyak pada kemajuan Dinasti.
Bertentangan dengan prinsip Han Yaoling yang mengatakan bahwa seluruh nyawa rakyat itu penting karena rakyat adalah dasar dari sebuah Dinasti dan hal ini harus stabil tapi menurut Kaisar itu adalah hal yang berbeda.
Ren Qixuan awalnya berpikir bahwa Ayahnya terlalu berlebihan dalam hal ini tapi setelah melihat hari ini, dia akhirnya menyadari bahwa satu satunya yang bodoh disini adalah dia. Dia kurang dalam pengalaman tapi berusaha untuk menjadi seseorang yang ahli.
Dia akhirnya tahu bahwa kebanyakan ahli lebih suka tidak menunjukkan kemampuan mereka terang terangan karena mereka sudah melihat banyak hal baik dan buruk di dunia ini sudah tidak memerlukan pengakuan orang lain lagi.
Ren Qixuan akhirnya sadar bahwa dirinya selama ini tampak seperti kura kura di dalam tempurung emas, dia diselimuti oleh kemewahan sehingga tidak mampu untuk melihat dunia seperti apa yang sebenarnya sedang dia tinggali.
Sampai akhirnya Zhang Xiao datang dan menghancurkan seluruh tempurung emas yang indah dan megah itu sehingga dia bisa melihat sendiri bagaimana dunia yang sesungguhnya sedang dia tinggali ini.
Ren Qixuan melirik pada seseorang yang duduk di sampingnya, itu adalah Yi Ling yang tampaknya juga tidak bisa beristirahat.
"Jika tidak bisa tidur maka temani aku berbincang saja disini. " Ucap Ren Qixuan.