The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
27. Pengajar Akademi Kekaisaran



Bagaimanapun, seorang pengajar di Akademi Kekaisaran adalah Pejabat Kelas Tiga yang boleh mengikuti pengadilan di Istana setiap paginya dan mendapatkan gaji yang lumayan untuk hidup di Ibukota serta mendapatkan rumah yang dipinjamkan oleh Kekaisaran untuk mereka tinggali sementara.


"Terima kasih banyak Guru Agung ! Tapi, bukankah tidak baik karena Guru Wang baru saja meninggal ?" Tanya Ren Wang menyuarakan kecemasan nya.


"Tenang saja, semua orang akan mengerti. Wang Yu An memang harus di hormati tapi posisi kosong ini akan menganggu proses pembelajaran , ini akan berpengaruh kepada masa depan Kekaisaran ini. " Ucap Guru Agung Zhou.


"Hamba ini mengerti. " Balas Ren Wang bersujud di hadapan Guru Agung Zhou.


"Selain itu.... apakah ada seseorang yang ingin kamu rekomendasikan ?" Tanya Guru Agung Zhou.


Ren Wang berhenti sebentar dan melirik kepada Ibunya dan menganggukkan kepalanya.


"Aku ingin merekomendasikan adik angkatku , Ren Qixuan. Walaupun dia masih muda dan merupakan perempuan tapi dia pekerja keras dan suka mempelajari hal baru. Selama ini, dia berada dibawah bimbingan ku. " Ucap Ren Wang.


Guru Agung Zhou menatap ke arah Ren Qixuan dengan tatapan menilai , seolah olah dia bisa menembus jiwa Ren Qixuan hanya dengan tatapannya.


"Membawa seorang perempuan ke dalam Akademi Kekaisaran berarti membutuhkan persetujuan dari seluruh Guru Agung , aku akan mempertimbangkan ini kepada Guru Agung Lin. " Ucap Guru Agung Zhou.


"Guru Agung, aku mengingat bahwa ada sistem Yi yang berarti satu. Aku mendengar bahwa kamu dapat mengeluarkan ujian ini kepada siapapun dan siapapun yang lolos akan langsung menjadi pejabat kelas empat. " Ucap Ren Qixuan tiba tiba.


Guru Agung Zhou mengangkat salah satu alisnya dan tampak tidak percaya dengan apa yang dia katakan.


"Apakah benar benar ingin mencoba ? Sejauh ini, belum ada satupun yang lolos. " Ucap Guru Agung Zhou dengan curiga.


"Aku bersedia untuk mencoba, jika gagal maka aku tidak akan mengikuti Akademi Kekaisaran lagi. " Ucap Ren Qixuan dengan percaya diri.


Ren Wang menatapnya dengan cemas karena takut bahwa dia akan menyinggung perasaan Guru Agung Zhou, siapa yang menyangka bahwa Guru Agung Zhou bertepuk tangan padanya.


"Silakan, datang kembali kemari esok hari. Karena ini adalah permintaan dari Juara Zhuangyuan maka aku akan mengabulkannya. Pukul tujuh sudah harus ada disini. " Ucap Guru Agung Zhou.


"Ya, terima kasih banyak Guru Agung. " Ucap Ren Qixuan bersujud.


Mereka keluar dan Ren Wang menahannya untuk berhenti sejenak dan membicarakan keputusan yang dia buat.


"Apakah kamu yakin ? Ujian Yi tidak semudah yang kamu bayangkan. Terutama kamu tidak pernah mempelajari secara mendetail. " Ucap Ren Wang dengan gusar.


"Kakak..... sebenarnya aku diam diam membaca buku di perpustakaan seluruhnya selama beberapa bulan belakangan ini. Seluruh buku yang ada sudah aku baca semuanya. " Bohong Ren Qixuan.


"Apa ?! Aku tidak mengetahui ini sebelumnya, ternyata kamu sudah membuat persiapan yang matang. Kamu termasuk cerdik juga. " Puji Ren Wang.


"Aku sudah menduga hal ini, aku tidak bisa menunggu lagi untuk masuk ke Akademi Kekaisaran. " Balas Ren Qixuan.


"Jika kalian berdua sama sama lolos maka kita akan memulai dengan pondasi yang kuat di Ibukota , dengan begitu maka kehidupan kita akan menjadi semakin baik. " Ucap Ling Yue dengan bangga.


"Aku tidak berbakat dalam hal ini tapi aku berbakat dalam seni bela diri , aku ingin menjadi seorang prajurit Istana. " Ucap Ren Xing.


"Ya, itu adalah impianku sejak lama. Ibu ingat dengan 6 tahun lalu ketika ada perang besar di perbatasan barat, para prajurit itu berjalan ke depan dan melawan musuh dengan penuh keberanian tanpa mundur sedikitpun. " Ucap Ren Xing.


"Bagaimana mungkin aku lupa ? Kita hampir meninggal karena tertimpa oleh runtuhan rumah." Balas Ling Yue.


Ren Xing menganggukkan kepalanya dan karena ada seorang prajurit yang menolong mereka maka dari itu mereka masih bisa hidup sampai saat ini. Sejak saat itu, dia bertekad untuk menjadi seorang prajurit.


"Baiklah, baiklah. Aku akan sangat bangga pada kalian semua, satu putraku menjadi seorang pengajar, satu putraku menjadi seorang prajurit pemberani, putriku yang paling aku cintai menjadi seorang penegak hukum yang tegas. Betapa bahagianya aku sebagai seorang Ibu. " Ucap Ling Yue tidak dapat menghentikan air matanya.


Ren Qixuan tersenyum lalu pamit kepada mereka semua untuk kembali ke Kediaman Wang dan mengambil pedangnya yang seharusnya sudah dibentuk oleh Long Yang.


Ren Xing ingin menemaninya tapi dia mengatakan bahwa ini kedua kalinya dia datang kesana dan tidak akan tersesat sendirian terutama karena Ren Xing harus segera kembali ke penginapan untuk merayakan keberhasilan Ren Wang.


Ren Qixuan juga berjanji bahwa dia tidak akan lama di Kediaman Wang, hanya mengambil pedang yang telah dijanjikan oleh Keluarga Wang atau lebih tepatnya oleh Sang Dewa Senjata, Long Yang.


Sementara semua orang kembali ke penginapan, Ren Qixuan berjalan sendirian ke Kediaman Wang dengan maksud tertentu. Dia tidak suka orang lain menganggu bisnisnya.


Terutama dengan Long Yang, yang telah mengetahui identitasnya yang sesungguhnya. Sesampainya di Kediaman Wang, disana agak ramai dengan orang orang lalu dia melihat bahwa ada Keluarga Kekaisaran yang datang kesana.


Itu adalah seseorang yang tidak dikenal oleh Ren Qixuan, salah satunya menggunakan pakaian hijau muda dengan yang mengikuti menggunakan pakaian serba hitam.


Ren Qixuan merasa bahwa mereka tampak tidak asing seolah olah mereka pernah bertemu satu sama lain di masa lalu.


Wajah pemuda itu tampak sangat ramah dan menggunakan atribut yang sederhana tapi ketika melihat kereta kuda diluar maka itu adalah milik Istana.


Seorang pelayan menghampiri Ren Qixuan dengan penuh senyuman mengingat betapa hormatnya Ketua Keluarga mereka.


"Nona, senjata yang dibuat oleh kepala keluarga sudah selesai. " Ucap pelayan itu.


"Siapa dia ?" Tanya Ren Qixuan.


"Nona tidak tahu ?" Tanya pelayan itu dengan wajah terkejut dan Ren Qixuan menggelengkan kepalanya.


Kebetulan sekali bahwa pemuda yang dia tatap itu langsung menatap ke arahnya seolah olah mendengar apa yang dia katakan.


Tiba tiba seorang pelayan membawa kotak senjata miliknya telah datang dan pelayan yang menemaninya mendekatkan bibir ke telinganya.


"Itu adalah Pangeran ke Delapan, Jiu Xuanyi. "Bisik pelayan itu.


Ren Qixuan menaikkan salah satu alisnya, bukankah hanya ada tujuh Pangeran ? Apakah karena dia menghilang beberapa bulan sudah ada Pangeran sebesar ini di Istana ?


Ren Qixuan merasa agak aneh dengan pemuda ini, jelas jelas dia tidak pernah sama sekali melihat pemuda ini di Istana apalagi di Akademi Kekaisaran. Siapakah pemuda ini dan darimana asalnya ?