
Ren Qixuan tidak pernah melihat Jiu Xuanyi dalam kondisi ini, tampaknya tebakannya sebelumnya tidak berbeda jauh. Dia memang bukan seorang pangeran yang disayangi. Jika dia disayangi oleh Dinasti Yin seperti yang dikatakan oleh Jiu Xuanyi maka dia tidak akan dikirim oleh Dinasti Yin untuk mewakili. Selain itu usianya jauh lebih muda maka dia seharusnya masih jauh dari perebutan tahkta. Mendengar cerita Jiu Xuanyi yang terus menerus mengisyaratkan bahwa ibunya menyedihkan yang menunjukkan bahwa Jiu Xuanyi tidak memiliki dukungan sama sekali ketika berada di dalam Istana baik di dalam Dinasti Yin mauluan Dinasti Liu.
Ren Qixuan duduk di samping Jiu Xuanyi dan menyeka air mata Jiu Xuanyi, lebih baik untuk tidak mengatakan hal ini kepada pria itu demi menjaga harga dirinya yang sangat tinggi.
Selama ini mungkin Jiu Xuanyi telah menderita selama berada di Dinasti Yin, orang seperti Jiu Xuanyi tidak bisa mengandalkan orang lain hanya bisa mengandalkan diri sendiri.
Ren Qixuan menghela nafas dengan berat, pada saat ini dia bahkan harus menanggung dosa karena membuat Jiu Xuanyi keracunan.
"Entah hutang apa yang aku miliki padamu di kehidupan sebelumnya sehingga aku harus mendapatkan banyak sekali kesialan ini hanya untuk dirimu. Pertama tama aku bahkan diculik seseorang yang aku tidak kenali, sekarang harus hidup dihutan dan sekarang aku harus merawatmu. " Keluh Ren Qixuan.
"Yah, walaupun ini adalah salahku juga karena itu kamu keracunan Ular Es. Malam ini kita harus pergi ke Ibukota dengan identitas samaran. Kita pasti akan bisa pergi ke Ibukota dengan begitu maka kondisi mu akan aman. " Lanjut Ren Qixuan.
Ren Qixuan berjalan keluar dan memutuskan untuk mencari kuda yang bisa mereka gunakan, dia akan membawa Jiu Xuanyi kembali ke Ibukota tengah malam ini.
Bahkan jika Kaisar pergi ke Kota Wu untuk berendam air panas, selama mereka berhasil membuat keramaian di Istana maka Kaisar pasti akan kembali tepat ketika ketiga orang itu menyampaikan hal ini kepada Kaisar.
Sekaligus menjadi suatu pertimbangan bagi Ren Qixuan apakah akan menyelamatkan nyawa Kaisar atau tidak. Jika Kaisar memutuskan untuk menutupi masalah Zhang Xiao maka Ren Qixuan juga tidak memiliki cara untuk memaksa. Pada saat itu maka dia juga tidak ingin memaksa.
Itu hanya menunjukkan dimana posisi Kaisar, jika Kaisar memutuskan untuk berseberangan dengannya maka yang menunggunya hanyalah sebuah kematian.
Ren Qixuan tidak akan segan lagi tapi jika mempertimbangkan bahwa sebelumnya Kaisar adalah orang yang cukup bijak hanya saja tidak mampu melihat dengan jelas maka Ren Qixuan akan mengakhiri dendam ini pada Zhang Xiao tapi jika Kaisar masih tidak mampu untuk melihat dengan jelas bahkan ketika Ren Qixuan menunjukkan keburukan Zhang Xiao di depan mata maka Kaisar tidak layak untuk terus duduk di posisinya saat ini.
Ren Qixuan berjalan keluar dan mendatangi kediaman Tuan Wei yang ada di sebelahnya. Dia mengetuk pintu agak lama sebelum akhirnya baru dibuka.
"Qixuan, ada apa mencari malam malam ?" Tanya Tuan Wei dengan terkejut.
"Tuan Wei, aku memiliki hal yang mendesak untuk pergi pada malam ini takutnya toko kuda sudah tutup hanya bisa meminjam kuda mu. " Jawab Ren Qixuan memberikan sejumlah uang.
"Ini terlalu banyak....... bagaimanapun kuda ku sudah tua. " Balas Tuan Wei dengan tidak enak hati.
"Aku mengetahui bahwa kuda ini memiliki ikatan emosional yang mendalam dengan Tuan Wei, aku berjanji bahwa aku pasti akan menjaganya dan mengembalikannya kepada Tuan Wei. Bagaimanapun uang ini cukup untuk membeli dua kuda baru, tolong berbaik hati padaku. " Balas Ren Qixuan memohon.
Tuan Wei merasa tidak nyaman melihat Ren Qixuan memohon seperti ini sebelum akhirnya menggelengkan kepalanya dan mengembalikan uang Ren Qixuan.
"Kamu bawa saja kuda ini, cukup diberi makan saja maka itu sudah baik baik saja. " Ucap Tuan Wei.
"Terima kasih banyak Tuan Wei, budi baik ini pasti tidak akan pernah aku lupakan. " Balas Ren Qixuan menundukkan kepalanya.
"Ini hanya sebuah bantuan kecil, jangan terlalu memikirkannya. " Ucap Tuan Wei melepaskan tali kekang kudanya.
"Tuan Wei, tolong terima uang ini dengan baik. " Balas Ren Qixuan.
Tuan Wei melihat bahwa dia tidak bisa menolak Ren Qixuan dan akhirnya menerima uang tersebut, Ren Qixuan melihat bahwa dirinya tidak bisa menunda lagi dan harus pergi malam ini juga.
Selain itu, gubernur dan walikota provinsi Barat ini adalah kaki tangan Keluarga Yue takutnya mereka tidak akan bisa pergi jika menunggu esok hari.
Jika sudah begitu maka seluruh usaha yang mereka lakukan akan sia sia.
"Aku tidak tahu apa yang sedang kamu temui hanya saja tampaknya sulit untuk melepaskan diri, kamu pergi malam malam hanya dengan seekor kuda adalah hal yang sulit. Aku akan memberikan kartu Identitas milikku dan suamiku dengan begitu maka kamu akan bisa keluar kota." Ucap Tuan Wei.
Ren Qixuan langsung berlutut di hadapan Tuan Wei dan menundukkan kepalanya dalam dalam.
"Aku berterima kasih banyak atas kebaikan hati Tuan Wei, tanpa kebaikan hati Tuan Wei maka aku tidak akan bisa lolos dari ini. Aku bersumpah bahwa aku tidak akan membahayakan keselamatan Tuan Wei. " Balas Ren Qixuan.
Tuan Wei menganggukkan kepalanya dan Ren Qixuan pergi kembali ke Kediaman Ren hanya untuk melihat bahwa seluruh barang di Kediaman Ren sudah sangat berantakan.
Ren Qixuan terkejut dan melihat bahwa Jiu Xuanyi mengamuk dan menghancurkan banyak barang di Kediaman Ren.
"Xuanyi ! Jiu Xuanyi ! Kamu jelas jelas berusaha untuk membuatku bangkrut !" Teriak Ren Qixuan dengan kesal.
Sesudah itu Ren Qixuan menyadari bahwa cara yang sebelumnya dia gunakan tampaknya sudah tidak bisa berfungsi dengan baik lagi sehingga dia tidak bisa mengambil cara lain, dia hanya bisa menggunakan teknik akupuntur yang paling tidak ingin dia gunakan.
Ren Qixuan mengeluarkan cambuknya dan mengikat Jiu Xuanyi dengan erat sehingga pemuda itu tidak bisa melarikan diri, dia berjalan ke dapur dan menemukan satu set jarum perak.
Dia mengambil lilin dan menyalakan api lalu duduk di samping Jiu Xuanyi. Dia menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskannya.
Dia membuka pakaian Jiu Xuanyi dan membuka tubuh pria itu hanya untuk melihat tubuh yang kurus kering tapi tampak halus dan putih pucat layaknya salju. Bahkan Ren Qixuan juga kalah putih dengan pemuda ini.
"Maafkan aku, ini adalah hal yang mendesak. " Gumam Ren Qixuan menyesal karena dia harus membuka pakaian Jiu Xuanyi tanpa izin resmi dari pria itu.
Kondisi saat ini mendesak dia tidak bisa tidak mengabaikan perbedaan antara pria dan wanita dan hanya bisa menganggap bahwa semua orang hanya sama saja.
Bagaimanapun ini untuk pengobatan dan keselamatan nyawa seseorang. Ren Qixuan mulai memanaskan jarum perak sampai agak kehitaman sebelum akhirnya menusuk titik akupuntur di dada Jiu Xuanyi.
Jiu Xuanyi tampaknya menjadi lebih tenang dan mengerutkan dahinya mungkin karena rasa sakit dari tusukan jarum itu.
Ren Qixuan menarik nafasnya dalam dalam dan menusuk di tempat yang lainnya, dia berusaha untuk fokus sampai sampai keringatnya mengalir dengan deras bagaikan anak sungai.
Lalu dia mengingat bahwa di bagian lengan juga seharusnya ada sebuah titik yang harus digunakan, Ren Qixuan menurunkan seluruh pakaian Jiu Xuanyi bagian atas. Lalu melihat sesuatu di dekat lengan Jiu Xuanyi yang membuat Ren Qixuan ketakutan.
Matanya membelalak dan dia tidak akan pernah bisa melupakan sesuatu yang ada di lengan Jiu Xuanyi ini, ini bagaikan suatu mimpi buruk baginya dan hal ini sangat membuatnya ketakutan.
Itu adalah sebuah tato berbentuk bintang kecil di dengan lengan bagian dalam, sama persis dengan orang yang membawanya di hari bersalju yang dingin sampai membekukan tulang itu.
Dia selalu berkata jika di dalam kehidupan ini dia bisa bertemu dengan orang baik ini sekali lagi maka dia pasti akan memberikan yang terbaik untuk orang ini dan tidak menyangka bahwa ternyata orang ini adalah orang yang sangat dekat dengannya dan mereka terus menerus saling bertemu.
Ren Qixuan merasa bahwa jantungnya mencelos tapi pada saat yang sama dia juga tidak bisa menduga hal ini. Dia bisa menduga banyak hal tapi tidak dapat menduga satu hal ini.
Ternyata takdir memang suka mempermainkan orang lain. Bahkan hal seperti ini juga bisa dipermainkan membuat Ren Qixuan ingin menertawakan dirinya sendiri.
Hal ini membuat Ren Qixuan menjadi lebih bertekad lagi untuk membawa Jiu Xuanyi, pandangannya pada pemuda ini juga sudah berubah.
Sekarang, terlepas apakah Jiu Xuanyi memiliki niat yang buruk atau baik, menurutnya semuanya adalah hal yang bisa ditunda. Menurut Ren Qixuan, dia akan mendukung semua yang dilakukan oleh Jiu Xuanyi.
Bahkan jika Jiu Xuanyi mengira bahwa bantuan darinya hanyalah hal kecil tapi merupakan hal besar bagi Ren Qixuan.
"Xuanyi, kamu harus bisa bertahan bahkan jika kamu pergi ke neraka maka aku akan pergi untuk menarikmu kembali ke dunia ini. " Ucap Ren Qixuan dan dengan yakin menusukkan beberapa jarum yang sudah di sterilkan olehnya.
Setelah itu Jiu Xuanyi menjadi lebih tenang dibandingkan sebelumnya, Ren Qixuan mencabut seluruh jarum, dengan perjalanan tanpa henti maka seharusnya membutuhkan waktu 4 jam untuk mencapai Ibukota.
Orang yang pertama kali harus dia cari adalah gurunya dan Guru Agung Zhou karena hanya mereka yang bisa membawanya dan melindunginya ketika berada di Pengadilan Istana. Orang lain tidak akan memiliki kemampuan untuk itu.
Ren Qixuan berdiri dan mengembalikan pakaian dari Jiu Xuanyi dan menutupinya dengan sebuah jubah.
Sementara Ren Qixuan sendiri juga menggunakan jubah untuk menutupi wajahnya, lalu merangkul Jiu Xuanyi berjalan keluar dari pintu dan membantunya naik ke atas kuda dengan penuh usaha sebelum akhirnya Ren Qixuan duduk di depannya dan membiarkan tangan Jiu Xuanyi memeluk dirinya dengan begitu maka dia tidak akan jatuh.
Kuda ini adalah kuda yang pintar dan dia tahu bahwa penggunanya sedang dalam kondisi yang sangat mendesak sehingga menurunkan kedua kakinya yang memudahkan Ren Qixuan.
Ren Qixuan menatap ke belakang sebelum akhirnya memutuskan untuk memacu kuda keluar dari Provinsi Barat. Sesampainya di gerbang, pintu sudah ditutup tapi ada dua orang penjaga.
"Aku ingin membawa suamiku untuk menemui tabib, tolong berikan jalan. " Ucap Ren Qixuan memberikan dua kartu Identitas diselipkan dengan dua emas.
"Baik, silakan jalan. " Ucap kedua orang itu dengan bahagia dan membuka pintu.
Ren Qixuan langsung memacu kudanya dan keluar dari Provinsi Barat dengan sesegera mungkin.