The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
30. Ujian Yi II



"Kenapa ? Apakah kamu takut setelah mengetahui bahwa aku adalah seorang Guru Agung ?" Tanya Lin Wuxin bercanda padanya.


"Tidak juga hanya saja kamu mengatakan sebelumnya bahwa kamu hanya seorang pengajar biasa jadi aku cukup terkejut. " Jawab Ren Qixuan.


"Hm, sekarang kamu sangat terkejut karena kamu harus bersama denganku selama tujuh hari ini. Kamu harus menurut setelah ini maka aku akan mengajakmu untuk bermain catur lagi. " Balas Lin Wuxin.


"Kenapa kamu sangat suka menggertak anak muda ? Aku hanya seorang pemula dan kamu terus menerus ingin menindas ku padahal aku tidak berpengalaman dalam bermain catur. " Ucap Ren Qixuan pura pura mengeluh.


"Kamu terlalu memandang rendah dirimu sendiri pada kenyataannya kamu sengaja untuk mengambil langkah yang salah dan mengalah karena kamu takut menyinggungku atau mungkin.... kamu memiliki maksud lain ?" Tanya Lin Wuxin.


"Guru Agung Lin, kamu benar benar berpikiran terlalu jauh. Kehebatanku, Ren Qixuan benar benar tidak sehebat itu. " Jawab Ren Qixuan mengutuk dalam hati.


Bagaimana bisa orang ini memiliki pemikiran yang begitu tajam dan cermat ? Pria tua ini benar benar licik !


"Ehm, baiklah. Kita akan segera memulai Ujian ini. " Ucap Guru Agung Zhou menengahi perdebatan ini.


Ren Qixuan membuka kertas dengan anggun dan memainkan kuasnya lalu melihat pembelajaran ini cukup mudah dan dia seharusnya bisa mengisi semua ini tanpa kesalahan.


Tapi, dia mengisi dua diantaranya dengan asal asalan sehingga mendapatkan jawaban yang salah. Ketika dia selesai saja, itu sudah pukul tiga sore.


"Kamu memiliki waktu untuk beristirahat dan makan malam sampai pukul tujuh dan melanjutkan pelajaran singkat sampai pukul sembilan dan tidur. Setelah itu maka besok kamu akan dibangunkan pukul lima pagi dan makan pagi lalu bersiap siap untuk ujian. " Ucap Guru Agung Zhou.


"Jadi , setiap harinya aku hanya perlu melakukan ujian dan mendapatkan pelajaran selama dua jam ? Ini cukup baik, aku menyukainya. Kalau begitu maka aku pamit, Guru Agung Zhou dan Guru Agung Lin. Aku ingin bermain dulu !" Seru Ren Qixuan dan membawa barangnya pergi.


Dia mendapatkan ruangan khusus yang sederhana untuk dia tinggali di dalam Akademi Kekaisaran ini dan dia juga mendapatkan makanan makanan yang lumayan enak.


Betapa nyamannya hidup disini, semuanya tenang dan akan sangat baik untuk meditasinya. Alih alih mengatakan bahwa dia akan bermain, dia akan bermeditasi disini dan meningkatkan kekuatan mentalnya. Dengan begini maka perkembangan seni bela dirinya akan menjadi semakin terasah.


Dia duduk di kamarnya dan bermeditasi dengan tenang dan tidak terasa bahwa waktu makan malam sudah tiba. Sudah waktunya agar dia keluar untuk makan malam.


Tidak lama kemudian, pintunya diketuk dan terbukalah menunjukkan seorang pelayan di Akademi Kekaisaran.


"Nona, apakah kamu sudah siap ?" Tanya pelayan itu.


"Tunggu sebentar, aku akan segera datang. " Jawab Ren Qixuan merapihkan penampilannya sebelum akhirnya mengikuti pelayan itu menuju ke gedung utama dan disana sudah ada banyak pengajar yang tinggal disana termasuk dengan Guru Agung Zhou dan Lin Wuxin.


Karena dia adalah murid dari kedua Guru Agung maka dia duduk di hadapan Lin Wuxin sementara Guru Agung Zhou duduk di bagian tengah tengah.


Semua kursi sudah terisi hanya menyisakan kursi bagian tengah di seberang Guru Agung Zhou. Ren Qixuan melihat bahwa semua wajah yang dia ketahui telah datang maka seharusnya sudah lengkap karena masih kurang satu orang yaitu Wang Yu An yang digantikan oleh Ren Wang.


"Guru Agung, semua orang sudah datang. Kenapa tidak segera memulai perjamuan ?" Tanya Ren Qixuan dengan suara pelan.


"Hari ini kita akan menyambut tamu terhormat di Kekaisaran kita. Yang Mulia sendiri yang berpesan untuk menyambut orang ini dengan baik. " Jawab Guru Agung Zhou dengan posisi duduk yang tegak.


Ren Qixuan yang melihat ini ikut menegakkan punggungnya, dia hanya ikut ikut dengan Guru Agung Zhou tapi setelah menunggu selama sepuluh menit tapi orang ini masih belum datang.


Hal ini membuat Ren Qixuan membulatkan pipinya dan memainkannya layaknya anak kecil karena bosan setengah mati selain itu dia juga sudah sangat lapar sekali tapi orang orang ini bertindak seolah olah mereka adalah patung.


Posisi duduk tegaknya mulai berubah dan dia mulai menyenderkan kepalanya di meja dan cemberut dengan kesal.


"Duduk yang baik. " Ucap Guru Agung Zhou dengan wajah yang galak.


"Lihat, jika kamu tidak menurut maka kamu mungkin akan di gigit olehnya. " Balas Lin Wuxin menakut nakutinya.


Ren Qixuan langsung mengembalikan posisi duduknya tapi tidak lama kemudian dia kembali merasa bosan, tampaknya hanya dia yang bergerak gerak secara tidak menentu seperti ini dan yang lain sangat sabar menunggu tamu terhormat yang tidak sopan ini.


Ini seharusnya sudah terlambat dari waktu perjamuan dan hal ini membuatnya merasa kesal setengah mati karena dia adalah orang yang benci untuk menunggu.


Terutama menunggu sambil kelaparan seperti ini adalah hal yang tidak bisa dikompromikan olehnya.


"Guru Agung, orang ini sangat tidak sopan. Ini bahkan sudah setengah tujuh dan masih belum datang. " Keluh Ren Qixuan.


"Kamu harus menunggu dengan sabar, tanpa adanya dia maka jangan harap untuk makan terlebih dahulu. Seperti itulah peraturan yang ada di Akademi Kekaisaran. " Ajar Guru Agung Zhou.


"Guru Agung, betapa membosankannya. Aku benar benar lapar sekali, Guru Agung. " Keluh Ren Qixuan dengan kesal.


"Kamu harus diam. " Balas Guru Agung Zhou.


"Guru Agung, sebenarnya siapa tamu terhormat ini ?" Tanya Ren Qixuan lagi.


"Kamu akan tahu setelah orangnya datang. Seharusnya dia akan tiba sebentar lagi. " Jawab Guru Agung Zhou.


Ren Qixuan menunggu dengan bosan dan gusar, dia memang orang yang tenang tapi jika lapar maka dia agak sulit untuk di ajak bekerja sama.


Dia agak bodoh jika terkait dengan makanan sehingga dia bisa bertindak seperti ini. Lagipula ada baiknya juga bertindak seperti ini sehingga dia tidak terlalu menampakkan diri.


Bagaimanapun dia adalah seorang gadis yang seharusnya berasal dari desa dan hidup sendirian sebelum akhirnya dibawa oleh Keluarga Ren maka seharusnya sopan santunnya tidak terlalu baik.


Jika dia menunjukkan sopan santun sebagai Keluarga Han maka dia akan dengan mudah menarik perhatian. Ren Qixuan berbaring dan menyenderkan kepalanya di meja dengan lesu memandang hidangan di meja makan yang perlahan sudah mulai dingin.


Tiba tiba dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah mereka dan Ren Qixuan mengangkat kepalanya dengan antusias.


"Mohon maaf kepada seluruh senior karena aku terlambat dikarenakan oleh tubuhku yang lemah ini, aku memang berdosa dan pantas untuk dihukum. " Suara itu lembut dan menipu ketika Ren Qixuan menatapnya, Ren Qixuan langsung merasakan bahwa darahnya mendidih.