The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
37. Pergi Bersama



"Lakukan sesukamu karena mungkin di masa depan kamu tidak bisa melakukan ini lagi. " Ucap Lin Wuxin.


Ren Qixuan langsung terkejut dan menoleh ke belakang untuk melihat Lin Wuxin , mempertanyakan maksud dari kata kata Lun Wuxin.


"Kamu tahu dengan jelas maksudku, bisa datang lagi kemari atau tidak tergantung pada kemampuanmu. Apakah kamu memiliki kemampuan yang cukup atau tidak, selain itu kamu sendiri yang tahu dengan jelas , jalan yang akan kamu tempuh di masa depan. " Ucap Lin Wuxin dengan penuh makna.


Ren Qixuan langsung membulatkan matanya ketika mendengar kata kata Lin Wuxin, dari kata katanya maka seharusnya Lin Wuxin tahu bahwa dirinya adalah Han Qixuan.


Hanya saja dia sendiri takut untuk menanyakan ini, dia bisa yakin menunjukkan diri kepada Long Yang karena dia terpaksa. Untuk mendapatkan sebuah senjata yang baik maka dia hanya bisa mengandalkan Long Yang.


Selain itu Long Yang bukan orang yang bekerja sama dengan Kekaisaran atau pihak manapun, dia juga tidak memiliki keluarga sehingga kemungkinan bahwa dia akan diancam oleh orang lain menjadi semakin sedikit.


Selain itu, dia juga memastikan bahwa Long Yang masih ingat dengan budi baik yang dilakukan oleh Keluarga Han untuk menyelamatkannya dengan begitu maka seharusnya Long Yang tidak akan berkhianat.


Lagipula Long Yang dianggap sebagai orang tua yang gila, tidak akan ada yang percaya dengan kata katanya. Sementara Lin Wuxin berbeda, Lin Wuxin memiliki berbagai intrik di dalamnya dan hampir tidak bisa ditebak apa yang ingin di lakukannya.


Hal ini membuat seluruh bulu kuduk Ren Qixuan berdiri dan dia merasa bahwa keringat dingin mulai mengalir di tubuhnya , Lin Wuxin adalah seorang Guru Agung. Kata katanya membawa nilai yang besar, jika dia mengatakan sesuatu maka kemungkinan orang orang orang akan percaya dengannya.


Pada saat itu maka rencana yang Ren Qixuan susun selama ini akan menjadi hal yang sia sia.


"Aku tidak mengerti dengan apa yang Guru Agung maksudkan, apakah memasuki sebuah Divisi Hukum begitu sulit ?" Tanya Ren Qixuan berusaha untuk tetap tenang.


"Kalau begitu maka mungkin kamu bukan orang yang aku maksud. " Jawab Lin Wuxin dan berbalik untuk berjalan pergi.


Ren Qixuan menatap punggung Lin Wuxin dengan rumit, semakin dia merasa Lin Wuxin dekat dengannya maka semakin dia merasa bahwa pria itu tidak bisa ditebak.


Pada saat ini, Lin Wuxin terasa seperti pedang bermata dua. Hari ini bisa digunakan untuk membunuh musuh tapi di kemudian hari bisa digunakan untuk bunuh diri.


Ren Qixuan kembali ke Akademi Kekaisaran dengan perasaan yang campur aduk dan tidak ada yang tahu apa yang terjadi antara Ren Qixuan dan Lin Wuxin.


Tiba tiba Guru Agung Zhou dengan pakaian seragam miliknya berjalan keluar dan mencarinya.


"Qixuan , kamu adalah murid yang bisa diandalkan. Pada saat ini pendaftaran murid murid akan dimulai lagi dan tidak bisa dihindari bahwa para murid murid ini mungkin tertekan dan membutuhkan tanaman obat. " Ucap Guru Agung Zhou.


"Hm, apakah Guru Agung ingin aku pergi dan membelinya di toko ?" Tanya Ren Qixuan.


"Ya , kamu benar sekali. Aku akan memberikan uangnya kepadamu dan sisanya bisa kamu gunakan untuk membeli beberapa makanan enak. " Jawab Zhou Ye dengan senang.


"Terima kasih banyak, Guru Agung !" Seru Ren Qixuan.


Ini sudah hari kedelapan dan dia belum bertemu keluarganya sama sekali, mereka pasti merasa cemas karena dia belum keluar sama sekali.


Tapi, Ren Qixuan berbeda, dia sudah hafal dengan buku buku kebajikan dan juga sudah hafal dengan berbagai kata kata orang bijak.


Dia juga sudah menghafal peraturan Dinasti Liu dan sangat cocok untuk masuk ke Divisi Hukum milik Yue Ming. Tujuannya adalah perlahan lahan melumpuhkan Divisi Hukum dari dalam dan ketika dia sadar maka Divisi Hukum hanya sebuah cangkang kerang yang kosong.


Dia tidak sabar dengan hari hari semacam itu. Membayangkan wajah sombong Zhang Xiao tampak menyesal dan juga memohon padanya dan dukungannya sudah hilang.


"Apakah Nona Ren berniat untuk ke toko obat ? Apakah aku boleh ikut ? Belakangan ini akan masuk ke musim gugur yang lebih dingin, hal ini membuatku harus mengganti obatku. Tapi sayangnya pelayan ku sedang kembali untuk menjenguk keluarganya, jadi aku hanya bisa pergi sendiri. " Ucap Jiu Xuanyi dari belakang.


"Tubuh Pangeran Kedelapan lemah, memang lebih baik pergi bersama. " Ucap Zhou Ye setuju.


"Karena tubuh Pangeran Kedelapan lemah maka lebih baik untuk menulis bahan obat yang ingin dibeli maka aku akan membelikannya untuk Pangeran. Dengan begitu maka Pangeran tidak perlu menderita. " Balas Ren Qixuan menolak dengan baik-baik.


Tapi , sayangnya Jiu Xuanyi ini benar benar keras kepala dan ingin pergi bersama sama dengannya. Benar benar menyebalkan sekali.


"Aku tidak ingin merepotkan selain itu jenis obat yang aku miliki berbeda dengan sebagian besar, takutnya akan tidak cocok. " Ucap Jiu Xuanyi dengan wajahnya yang pucat.


Ren Qixuan merasa kesal karena tugas khusus yang diberikan Zhou Ye padanya akan dikacaukan oleh Jiu Xuanyi pada saat ini.


"Kalau begitu maka Pangeran Kedelapan boleh ikut. " Ucap Ren Qixuan pada akhirnya.


Kereta kuda Akademi Kekaisaran sudah siap di depan dan Ren Qixuan membantu Jiu Xuanyi untuk naik ke atas sebelum akhirnya dia yang naik.


Mereka duduk berhadap hadapan tanpa suara seolah olah mereka berdua adalah patung.


"Pangeran baru saja tiba ke Ibukota tapi tampaknya tidak penasaran ?" Tanya Ren Qixuan.


"Tidak juga, aku melihat bahwa ini tidak banyak berbeda dengan Dinasti Yin. Bahkan Dinasti Yin kami terasa lebih hangat. " Jawab Jiu Xuanyi.


"Pangeran Kedelapan pasti sangat disayangi ketika masih menjadi Pangeran di Dinasti Yin. " Ucap Ren Qixuan.


"Ha ha, tidak juga. Baik disini maupun disana sama saja. Tubuhku lemah sejak muda, Ibuku memiliki penyakit dingin dan menghabiskan hidupnya dengan sakit sakitan sampai akhirnya mengandungku dan dia pergi. Aku mewarisi penyakit yang sama dengannya, jadi aku terlahir dengan begitu lemah. " Ucap Jiu Xuanyi dengan lembut.


Ren Qixuan merasa simpati pada nasib Jiu Xuanyi yang ternyata sangat buruk. Tapi, sedetik kemudian Jiu Xuanyi tertawa ringan.


"Sebenarnya semua itu tidak nyata, aku hanya mencoba untuk bermain dengan Nona Ren ternyata Nona Ren menganggap ini sebagai hal yang serius. " Ucap Jiu Xuanyi tertawa ringan.


Wajah Ren Qixuan langsung berubah seolah olah dia akan menelan orang ini hidup hidup ! Dia memilih untuk membuang wajahnya dan tidak ingin berbicara dengan Jiu Xuanyi lagi.