
Pada malam hari tiba, ada seorang kasim Istana yang datang untuk mengantarkan pakaian kepada mereka berdua. Pakaian mereka berdua berbeda, pakaian Ren Qixuan memiliki warna biru sementara pakaian Ren Wang berwarna merah, ini menandakan bahwa posisi bidang kerja mereka berbeda.
Ren Qixuan bekerja di lapangan sementara Ren Wang bekerja di dalam pengadilan, ini adalah perbedaan yang sangat kentara. Jadi, hal ini kurang lebih bisa dipahami.
Ren Wang sangat senang ketika mendapatkan pakaian ini, warna yang sama dengan milik Zhou Ye dan Lin Wuxin hanya saja ada perbedaan mendasar.
Milik Zhou Ye dan Lin Wuxin dihiasi dengan benang emas sementara milik Ren Wang polos, hal ini bisa dipahami karena perbedaan status yang jauh.
Keduanya langsung mencoba pakaian mereka dan Ren Qixuan agak kebesaran dengan pakaiannya itu, hanya saja dia merasa bahwa hal ini bukan masalah besar baginya.
Ren Qixuan tidak ingin menganggap masalah kecil ini sebagai masalah besar baginya dan berpikir bahwa suatu saat nanti, dia pasti akan tumbuh tinggi.
Keesokan harinya, pagi pagi sekali mereka sudah dibangunkan oleh Ling Yue, hal ini bukannya tidak bisa di pahami terutama karena Ling Yue sebagai Ibu merasa sangat antusias ketika melihat Putra Putrinya dilantik secara resmi sementara dia akan segera menjadi Ibu dari dua orang pejabat Istana kelas tiga.
Jika dia berkumpul dengan teman temannya di Provinsi Barat maka sudah bisa dipastikan bahwa dia pasti akan mendapatkan kemuliaan yang berlimpah.
Keduanya pagi pagi sekali sudah dijemput oleh kereta kuda Istana dan keduanya sudah dalam perjalanan menuju Istana pada saat ini, keduanya sama sama terlihat gugup.
Tapi, jika dia tidak menunjukkan kegugupan nya maka itu akan membuat orang lain curiga, bagaimanapun dia adalah seorang gadis desa yang namanya tiba tiba melambung dengan sangat tinggi.
Bagi sebagian orang, pencapaian yang dia buta ini tidak masuk akal dengan latar belakang yang dia miliki tapi nyatanya dia bisa melakukan semua ini berkat kerja keras dari Ren Wang.
Jike Ren Wang bukan juara satu maka takutnya perjalanan mereka tidak akan menjadi semulus ini, hal ini membuat Ren Qixuan kembali merenung.
Tidak terasa bahwa mereka sudah tiba di Istana dan Ren Wang turun terlebih dahulu lalu membantu adiknya untuk turun dari kereta muda.
Pada saat ini mereka melihat Istana yang begitu megah dan indah , Ren Wang tampak tidak percaya dengan pemandangan ini. Bangunan yang sebelumnya hanya bisa dia pandangi dari kejauhan dan sekarang bisa dia lihat dari jarak yang sangat dekat, tentu saja hal ini membuatnya merasa tercengang.
Orang lain mungkin merasa bahwa tindakannya berlebihan tapi Xia Xinxin paham dengan tindakan yang dilakukan olehnya. Tidak mudah untuk mencapai ke titik ini hanya dengan latar belakangnya itu tapi sekarang dia menjadi seorang pejabat kelas tiga yang akan tinggal di Ibukota.
Siapa yang tidak merasa terharu ketika mendapatkan penghargaan besar ini ? Jika Ren Qixuan tidak berasal dari Keluarga Han maka dia pasti akan bertindak hal yang sama dengan yang dilakukan oleh kakaknya, Ren Wang pada saat ini.