The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
50. Kediaman Ren



Mereka benar benar keluar dari hutan yang membuat mereka tersesat selama empat hari belakangan ini dan Ren Qixuan melihat ke sekeliling lalu berhasil menemukan bahwa ini benar benar Provinsi Barat.


"Kalian bertiga pergilah, jangan tampak mencolok. " Ucap Ren Qixuan.


"Baik. " Balas ketiga orang itu dan pergi.


"Aku sekarang yakin bahwa kamu sebenarnya tidak suka dengan Putra Mahkota. Dengan tindakanmu, jika kamu berhasil membawaku kembali ke hadapan Kaisar maka kamu akan mendapatkan kontribusi sementara Putra Mahkota akan jatuh ditambah lagi dengan tuduhan besar seperti ini akan membuatnya diragukan di tengah masyarakat. " Ucap Jiu Xuanyi dengan suara yang pelan.


"Apakah kamu ingin mengadukannya kepada Kaisar ? Lalu, apakah dia percaya dengan hal ini ?" Tanya Ren Qixuan tertawa ringan.


"Tentu saja tidak, dimatanya kamu tidak lebih dari seorang wanita lemah yang tidak mungkin bisa berlari begitu jauh. Seorang wanita lemah dan pria yang sakit sakitan, kita tampak lolos karena keberuntungan. Benar benar rencana yang sangat baik. " Puji Jiu Xuanyi.


"Karena itu maka sebaiknya kamu menjaga dirimu dengan baik baik, kamu mengira bahwa Kaisar bisa melindungimu ? Dia bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri. " Balas Ren Qixuan.


"Kamu tidak perlu khawatir, kenapa aku harus mengatakan hal ini kepada Kaisar ? Apakah kamu lupa darimana aku berasal ? Tempat ini hanya tempat tinggal sementara, Dinasti Yin juga sama. Tempat mana yang bisa memberikanku hidup dan keuntungan maka aku akan tinggal, tidak ada satupun yang merupakan rumahku. " Ucap Jiu Xuanyi.


"Kata kata yang baik sekali , sekarang kita dalam kondisi yang kelaparan. Kita tidak membawa kartu Identitas, juga tidak membawa uang karena seluruh uang kita telah diambil oleh orang itu. Kita hanya bisa mengemis di jalanan. " Ucap Ren Qixuan menakut nakuti pria itu.


Jiu Xuanyi tertawa ringan dan mengikuti langkah kaki Ren Qixuan yang menuju sebuah rumah yang lumayan besar hanya saja cukup sepi disini.


Dia masuk ke dalam dan membuka pagar. Tiba tiba tetangga langsung datang dan menghampiri dengan segagang sapu.


"Ini adalah rumah sarjana Ren, kalian tidak boleh masuk !" Seru pria itu.


"Tuan Wei, lama tidak berjumpa. Ini adalah aku, Ren Qixuan. Aku menemukan beberapa masalah dan ini adalah temanku, kami ingin singgah sebentar sebelum akhirnya ke Ibukota. " Ucap Ren Qixuan dengan lembut dan mengeluarkan sebuah gelang yang dia gunakan.


Ini masalah gelang yang dibuat oleh istri Tuan Wei ketika Ren Qixuan masih tinggal di Kediaman Ren yang berada di Provinsi Barat ini.


"Ah, Qixuan ! Kenapa kamu bisa sampai seperti ini ? Saudara ini juga tampak menyedihkan, kalian masuk dan berganti pakaian dulu nanti aku akan meminta istriku untuk membawakan makanan hangat bagi kalian. " Ucap Tuan Wei dengan khawatir.


"Penglihatan Nyonya Wei sudah kurang baik dan usianya juga sudah tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas berat, biarkan aku menangani hal ini. " Ucap Ren Qixuan tersenyum tipis.


"Kalau begitu maka itu baik baik saja, aku akan masuk dulu. " Balas Tuan Wei.


Ren Qixuan menganggukkan kepalanya dan membawa Jiu Xuanyi untuk masuk ke dalam Kediaman Ren.


Paling tidak mereka bisa singgah sejenak disini dan mendapatkan perlindungan. Ren Qixuan membuka pintu kediaman Ren lalu tiba tiba merasa bahwa ada yang memeluknya dari belakang.


"Xuanyi ?" Tanya Ren Qixuan dan berbalik untuk menemukan bahwa Jiu Xuanyi sudah tumbang dan bersandar di tubuhnya.


Ren Qixuan memegang dahi Jiu Xuanyi dan menemukan bahwa dahi pria itu sangat hangat sampai sampai seperti sedang mendidih.


Ren Qixuan langsung membawa masuk Jiu Xuanyi ke dalam Kediaman Ren dan membawanya untuk berbaring di ruang tamu.


Lalu berjalan ke belakang untuk mengambil kain bersih dan mengompres kepala Jiu Xuanyi dengan kain yang basah.


Dia menatap ke arah tengah dahi Jiu Xuanyi yang agak hijau, sejak tadi bertemu dengan tiga orang dari desa itu, wajah Jiu Xuanyi sudah agak pucat dan dia mengurangi kata katanya.


Tampaknya, Jiu Xuanyi sudah menahan rasa sakit ini selama beberapa waktu dan melihat bahwa mereka sudah berada di tempat yang aman sehingga dia bisa melepaskan semua kekhawatirannya.


"Dahi yang memiliki tanda hijau menunjukkan keracunan, apakah mungkin kamu keracunan karena membantuku membuang racun ular es ?" Tanya Ren Qixuan tapi tentu saja Jiu Xuanyi yang sedang pingsan tidak bisa menjawab dirinya.


Mereka tidak terluka oleh hal lain lagi maka kemungkinan besar memang Jiu Xuanyi keracunan karena membantunya mengeluarkan racun ular es yang ada di kakinya.


Tentu saja Ren Qixuan harus bertanggung jawab atas hal ini, bagaimanapun dia adalah penyebab dari keracunan yang di derita oleh Jiu Xuanyi.


Seandainya terjadi sesuatu dengan Jiu Xuanyi maka dia adalah orang yang paling merasa bersalah karena semua ini di sebabkan olehnya.


Dia adalah orang yang memiliki pengetahuan yang luas tapi sayangnya dia terlalu ceroboh sehingga dia bahkan bisa lengah hanya karena seekor ular es yang seharusnya tidak berbahaya jika tidak diganggu.


Ren Qixuan berjalan ke belakang, dia memang mengetahui beberapa jenis pengobatan yang dia baca dibuku tapi dia sendiri tidak yakin dengan kemampuannya saat praktek.


Ren Qixuan berjalan masuk ke dalam kamar Ling Yue dan menarik nafas dalam dalam.


"Maafkan aku, ini adalah hal yang mendesak. Dalam kondisi ini maka takutnya harus menggunakan uang simpananmu. " Gumam Ren Qixuan menyesal.


Ling Yue pernah memberi tahunya tentang uang yang disimpan selama bertahun-tahun , Ren Qixuan berjalan masuk ke dalam dan menemukan guci kecil yang digunakan oleh Ling Yue untuk menabung emas yang diberikan oleh Ren Wang.


Disisi lain, Keluarga Ren yang ada di Ibukota sendiri masih merasa khawatir dan melakukan pencarian ke sekitar Ibukota tapi tidak berhasil.


"Bagaimana jika dia kedinginan dan kelaparan ?" Tanya Ling Yue menangis di kursi bagian depan.


"Ibu tenang saja , adik memiliki kemampuan bertahan hidup yang baik. " Jawab Ren Wang berusaha untuk menenangkan.


"Aku sudah mencari sejauh sepuluh kilometer di sekitar Ibukota dan tidak berhasil menemukan apapun. Saat ini Putra Mahkota sedang mencari juga maka cepat atau lambat, mereka pasti akan bisa ditemukan juga. " Ucap Ren Xing ikut cemas.


"Tapi sudah lebih dari 3 hari dia diluar sana, tidak tahu hidup atau tidak. Dia benar benar kasihan sekali, dia menderita kelaparan dan kedinginan. Sekarang baru saja memasuki musim gugur, udara menjadi semakin dingin. Pakaiannya tipis dan dia berada di tempat yang antah berantah, entah sehebat apapun dia masih merupakan seorang wanita. " Tangis Ling Yue.


"Ibu tenang saja, aku percaya bahwa adik pasti akan kembali. Aku akan percaya pada kemampuannya dan jodoh yang dia miliki dengan kita pasti terikat dengan kuat. " Balas Ren Wang.


Ren Xing sendiri merasa bahwa ini agak sulit untuk diterima, dia berpikir bahwa selama Ren Qixuan berada di dalam Akademi Kekaisaran maka dia akan baik baik saja, siapa yang menyangka bahwa dia benar benar akan menghilang ketika berada di dalam Akademi Kekaisaran.


Ren Xing ingin marah tapi tidak tahu kepada siapa, dia sendiri sudah mendengar bahwa Guru Agung Zhou yang terkenal memiliki harga diri yang tinggi secara pribadi memohon kepada Kaisar untuk mencari Ren Qixuan.


Kaisar juga sudah mengabulkannya maka mereka tidak bisa mengatakan apa apa dan hanya bisa menunggu dengan diam diam disini.


"Jika adik dibawa ke bagian selatan maka kemungkinan besar akan bertemu dengan Provinsi Barat, jika dia benar benar dibawa kesana maka kemungkinan besar dia akan selamat. " Ucap Ren Wang.


"Bagaimana jika kita pergi kesana sekarang untuk memastikan ?" Tanya Ren Xing.


"Sekarang sudah larut, jangan sampai tiba disana pada malam hari. Ini akan berbahaya bagi kalian berdua, pergilah pada pagi hari. " Jawab Ling Yue.


"Bagaimana jika adik membutuhkan pertolongan ?" Tanya Ren Xing.


"Pada saat ini kita juga tidak mengetahui posisinya, jika kita datang dengan mencolok di malam hari maka takutnya akan membuat musuh menjadi waspada dengan kita. " Jawab Ren Wang.


Ren Wang benar, jika mereka secara tidak sengaja mengejutkan musuh maka itu akan menjadi hal yang buruk bagi mereka.


Di antara mereka bertiga, siapa yang tidak ingin mencari Ren Qixuan ? Hanya saja perjalanan menuju Provinsi Barat memakan hampir 4 jam tanpa istirahat jika menggunakan kereta kuda membutuhkan 6 jam.


Tentu saja hal ini harus di rancang dengan baik sebelum mereka pergi ke sana dengan gegabah dan tanpa persiapan yang jelas.


Disisi lain, Ren Qixuan pergi untuk mencari barang barang yang bisa dia gunakan untuk menurunkan demam milik Jiu Xuanyi.


Tiba tiba Jiu Xuanyi mengerutkan dahinya dan menyerangnya, Ren Qixuan menghindar dan menahan tangan Jiu Xuanyi. Tenaga pria itu sangat besar dan membuat Ren Qixuan hampir terpental.


Jiu Xuanyi seolah olah sedang sangat marah, Ren Qixuan tidak pernah melihat pria ini dalam kondisi seperti ini.


Ren Qixuan melihat dirinya tidak bisa mengendalikan Jiu Xuanyi sehingga hanya bisa memeluk pria itu dan menahan pria itu sekuat tenaga agar tidak menghancurkan perabotan Kediaman Ren.


"Hei ! Xuanyi, ini adalah aku ! Ini adalah Qixuan, lihat diriku dengan jelas !" Teriak Ren Qixuan.


Jiu Xuanyi masih terus memberontak tapi Ren Qixuan memeluknya dengan sangat erat, perlahan lahan Jiu Xuanyi mulai berhenti memberontak yang membuat Ren Qixuan menjadi lebih tenang.


Perlahan lahan Jiu Xuanyi mulai berbaring kembali dan Ren Qixuan melepaskan pria itu sebelum akhirnya dia melihat bahwa Jiu Xuanyi mengatakan sesuatu.


"Ibu..... ibu..... jangan pergi. " Gumam Jiu Xuanyi dengan sangat lembut sampai sampai hampir tidak terdengar oleh Ren Qixuan.


Ren Qixuan merasa bahwa hatinya sakit hanya dengan mendengar nada suara Jiu Xuanyi yang gemetar dan ketakutan sebelum akhirnya melihat setetes air mata yang keluar dari sudut mata Jiu Xuanyi.