
Ren Qixuan memandang ke arah Jiu Xuanyi yang tampak memelas ini dan merasa tidak tega pada Jiu Xuanyi tapi orang ini sudah berani untuk mempermainkan nya, tentu saja dia sangat kesal.
Tapi Ren Qixuan juga bukan orang yang mempermasalahkan hal hal kecil sehingga dengan begitu dia langsung memilih untuk menunda masalah ini.
Sebelum mereka mendapatkan tempat yang aman untuk berbicara maka Ren Qixuan akan menganggap dirinya tidak tahu mengenai hal ini.
Lagipula, tampaknya Jiu Xuanyi ini bukan orang yang jahat , jika dia berniat jahat maka dia bisa saja membunuhnya ketika dia sedang lengah.
Ren Qixuan dan Jiu Xuanyi berjalan dengan tenang dan tidak bisa mendengar adanya suara langkah kaki yang mendekat ke arah mereka, hal ini membuatnya merasa lebih tenang dibandingkan dengan sebelumnya.
Mereka paling tidak sudah berjalan sejauh tiga kilometer dari desa tadi dan seharusnya akan sulit untuk menemukan mereka lagi, masalahnya mereka tidak tahu cara untuk keluar.
Mereka tidak tahu cara untuk mencari desa terdekat, hal ini membuat mereka agak putus asa.
Mereka mencari dan mencari tapi hari sudah larut dan sekarang hampir tidak memiliki cahaya sama sekali lagi. Hal ini membuat mereka menghela nafas.
"Bagaimana jika kita beristirahat dulu ?" Tanya Ren Qixuan.
"Ide yang bagus, pada saat ini bahkan jika kita memaksakan diri untuk berjalan maka kita hanya akan melukai diri sendiri. " Jawab Jiu Xuanyi.
Pada akhirnya mereka hanya bisa memaksa diri sendiri untuk bisa membiasakan diri duduk di tanah yang kosong ini dan bersandar di pohon.
"Apakah kamu merasa lapar ?" Tanya Jiu Xuanyi.
"Aku tidak. " Jawab Ren Qixuan.
"Tidak mungkin, kamu bahkan belum makan sama sekali dan wajahmu sudah berubah menjadi pucat seperti itu. " Balas Jiu Xuanyi terdengar agak khawatir.
"Jangan khawatirkan aku, khawatirkan dirimu sendiri. " Ucap Ren Qixuan dengan singkat.
"Jika aku tidak khawatir padamu maka kepada siapa aku harus khawatir ? Kamu hidup maka aku akan hidup. Bukankah begitu ?" Tanya Jiu Xuanyi dengan santai.
Jiu Xuanyi sendiri tidak terlalu lapar karena dia memakan makanan yang diberikan oleh para bandit itu, sementara Ren Qixuan tidak.
Dia tidak makan sama sekali sejak kemarin, tapi dia tidak akan mati karena kelaparan.
"Aku berpikir, selama bisa mencari jalan keluar dari Desa itu maka kita pasti akan bisa hidup, tapi nyatanya aku salah. " Gumam Ren Qixuan memejamkan matanya.
"Sebenarnya, kamu tidak terlalu menyukai Putraa Mahkota , bukan ? Aku melihat bahwa sebenarnya kamu bisa saja menunggu dirinya untuk memberikan bantuan. Dia adalah seorang Putra Mahkota, statusnya begitu Agung dan dia memiliki banyak pasukan dibawahnya. Kenapa kamu tidak percaya padanya ?" Tanya Jiu Xuanyi.
Ren Qixuan menatap ke arah Jiu Xuanyi dengan tatapan yang rumit, dia menyandarkan tububnya di pohon dan dia merasa agak lemah.
"Bukan urusanmu, Putra Mahkota begitu Agung, siapa yang tidak menyukainya ? Tapi, saat ini dia bahkan sulit untuk menyelamatkan nyawanya sendiri dan berharap dia akan menyelamatkanmu? Kamu telah memandang dia terlalu tinggi. " Balas Ren Qixuan dengan kesal.
Jiu Xuanyi tertawa ketika mendengar ini, sebelumnya ketika berada di Akademi Kekaisaran, mereka seperti kucing dan anjing yang saling bertengkar satu sama lain karena hal hal kecil.
Jiu Xuanyi juga bukannya tidak menyadari hal ini dan langsung berdiri untuk melihat lihat sekitar. Ren Qixuan hanya melihat ke arah Jiu Xuanyi untuk memastikan bahwa pria itu tidak menghilang.
Ren Qixuan benar benar tidak memiliki tenaga lain untuk mengatakan apa apa, berselang setengah jam, Jiu Xuanyi kembali membawa buah beri kecil yang berwarna ungu dan merah muda.
"Ini bisa dimakan. " Ucap Jiu Xuanyi.
"Bagaimana jika itu beracun ?" Tanya Ren Qixuan dengan lemah.
"Tenang saja, aku sudah memakannya. Sebenarnya di Dinasti Yin, ini adalah makanan yang umum. Ini disebut dengan Beri Bulan, hanya tumbuh pada malam hari dan ketika pagi hari datang maka akan layu. " Jawab Jiu Xuanyi.
Ren Qixuan menatap ke arah Jiu Xuanyi dengan tatapan curiga dan tahu bahwa dia sedang dicurigai membuat Jiu Xuanyi langsung memasukkan salah satu beri itu ke mulutnya dan mengunyah nya.
"Lihat, aku bahkan tidak apa apa. Aku tidak berhasil menemukan banyak hanya saja beberapa belas buah ini bisa membantu untuk bertahan hidup karena buah ini memiliki kandungan gula yang sama dengan permen. " Ucap Jiu Xuanyi.
Ren Qixuan mau tidak mau membuka mulutnya dan Jiu Xuanyi menyuapi nya untuk makan salah satu, ternyata memang benar ini manis dan enak.
Dia makan lebih dari 10 buah sementara Jiu Xuanyi makan lebih sedikit. Saat ini Ren Qixuan merasa lebih baik dan mereka duduk berdampingan.
"Sebenarnya, aku belum pernah melihat dunia diluar Dinasti Liu. Sebenarnya, apakah itu lebih indah atau tidak ?" Tanya Ren Qixuan.
"Indah itu relatif, tergantung apakah kamu memiliki orang yang menemanimu untuk menikmati keindahan itu atau tidak. Jika kamu memilikinya maka bahkan jika di depanmu adalah sungai limbah, kamu masih akan merasa bahwa itu baik. " Jawab Jiu Xuanyi.
"Pangeran benar. " Balas Ren Qixuan.
"Kita sudah berada pada situasi hidup dan mati seperti ini, tidak ada pangeran dan hamba lagi. Bagaimanapun semuanya sama , gelar Pangeran ini hanya formalitas tanpa arti yang sesungguhnya. Jika bisa maka aku lebih senang untuk tidak terlahir dalam keluarga Kekaisaran. " Ucap Jiu Xuanyi dengan senyum yang agak miris.
"Kenapa seperti itu ?" Tanya Ren Qixuan penasaran.
"Kadang kadang, apa yang dilihat indah masih belum tentu indah. Keluarga Kekaisaran adalah lingkungan hidup yang paling kejam dibandingkan yang lainnya, bahkan sesama keluarga bisa saling membunuh satu sama lain. " Jawab Jiu Xuanyi dengan penuh makna.
Ren Qixuan menyimpulkan bahwa Jiu Xuanyi memiliki hidup yang sulit selama berada di Dinasti Yin jika tidak maka dia tidak akan mengeluh seperti ini.
Hal ini cukup menyakitkan jika di dengar seperti ini, terutama karena Ren Qixuan sendiri memiliki pemahaman mendalam terkait dengan kehidupan di dalam Istana.
"Kalau begitu, kamu ingin aku memanggilmu apa ?" Tanya Ren Qixuan mengalihkan pertanyaan agar Jiu Xuanyi merasa tidak sedih.
"Kamu bisa memanggilku Xuanyi, atau nama asli ku juga lebih baik tapi jika bisa maka aku lebih senang tidak menggunakan nama Jiu. " Jawab Jiu Xuanyi.
"Kalau begitu maka aku juga sama , kamu bisa memanggil namaku dengan begitu kita impas. " Balas Ren Qixuan.
"Apakah keluargamu juga memperlakukanmu dengan buruk ?" Tanya Jiu Xuanyi yang membuat Ren Qixuan terkejut.