
Semula dia merasa bahwa di dunia ini, tidak akan ada hal yang membuatnya begitu kesal tapi nyatanya dia benar benar salah karena pada kenyataannya, dia menjadi kesal karena hanya melihat pria ini.
Pria yang pura pura lemah dan sakit sakitan ini telah menunda waktu makannya hampir satu jam lamanya!
Siapa lagi jika bukan bajingan dari Dinasti Yin itu ? Tamu Terhormat dari Akademi Kekaisaran yang ditunggu selama satu jam ternyata adalah Jiu Xuanyi!
Para pengajar langsung berdiri termasuk Guru Agung Zhou dan Guru Agung Lin yang membuatnya terpaksa untuk ikut berdiri.
"Pangeran bersedia datang saja sudah merupakan kehormatan bagi Akademi Kekaisaran kami, Pangeran datang dari negeri yang jauh dan Yang Mulia kami memerintahkan agak Pangeran mengalami kehidupan yang nyaman disini. " Ucap Guru Agung Zhou dengan nada yang tenang.
Guru Agung Zhou ini tidak tampak sinis atau menghina tapi pada saat yang sama tidak terasa dekat seolah olah dia tidak memiliki emosi manusia sama sekali.
"Guru Agung terlalu sungkan, aku sudah mendengar nama Guru Agung sejak di Dinasti Yin. ini adalah kehormatan ku untuk bertemu denganmu secara langsung dan juga para pengajar terhormat disini. " Ucap Jiu Xuanyi sambil terbatuk batuk dengan parah.
Jiu Xuanyi ditopang oleh pengawalnya yang kemarin juga ada di Kediaman Wang, hanya saja ada yang aneh. Jelas jelas kemarin dia masih sangat sehat tapi sekarang dia sangat pucat seolah olah sudah sakit tahun menahun.
Entah bagaimana, Ren Qixuan merasa bahwa Jiu Xuanyi ini sangat palsu sampai ke titik dimana orang orang tidak bisa membedakannya. Kebetulan sekali bahwa Jiu Xuanyi melirik kepadanya dan memaksakan senyum.
"Kita bertemu lagi Nona, tidak menyangka bahwa kita sangat berjodoh. " Ucap Jiu Xuanyi.
" Memang sangat berjodoh sekali, Pangeran Kedelapan. Qixuan memberi hormat secara khusus kepada Pangeran." Balas Ren Qixuan.
"Jadi namamu adalah Qixuan ? Sebelumnya Nona enggan untuk memberitahu nama membuatku merasa agak canggung." Ucap Jiu Xuanyi berpura pura seolah olah Ren Qixuan berlaku kasar padanya.
Ren Qixuan memaki dalam hati, betapa tidak masuk akalnya pria ini! Menipu dan mencemarkan nama baik orang lain.
"Ha ha ha,memang aku kurang sopan sebelumnya. Aku sebelumnya tidak berhasil mengenali Pangeran dan tidak berani untuk berinteraksi dengan orang asing, mohon maaf Pangeran. Terimalah permohonan maaf, Qixuan." Ucap Ren Qixuan menuangkan teh untuk dirinya sendiri dan Jiu Xuanyi dan mereka bersulang.
"Baiklah ,karena Pangeran telah tiba maka sudah waktunya untuk makan." Ucap Lin Wuxin memecah ketegangan.
Semua orang duduk disana dan mulai menyantap makanan yang disiapkan, semua orang sangat antusias terutama Ren Qixuan yang sudah kelaparan sejak tadi.
Apalagi karena dia harus berdebat dengan Pangeran Kedelapan itu membuatnya kesal bahkan hanya dengan melihat wajahnya. Di hadapan Guru Agung dan Guru lainnya maka dia harus bertindak dengan tenang.
Jika tidak maka nilai sikapnya bisa saja diberi nilai rendah oleh pria tua ini, pada saat itu maka semua ujian yang dia lakukan akan sia sia. Membayangkannya saja membuatnya merasa ingin menangis.
Dia melirik ke arah Jiu Xuanyi yang makan dengan sangat perlahan lahan dan penuh perhatian seolah olah sedang memakan tulang ayam.
Orang yang makan dengan begitu lambat bahkan ketika dihadapkan dengan makanan enak benar benar tidak bisa diandalkan.
"Pangeran, alasan kami mengundangmu kemari bukan tanpa alasan atau hanya sekedar penyambutan melainkan karena Yang Mulia berpesan untuk mengajarkan dasar dasar peraturan yang ada di Dinasti Liu. Aku yakin bahwa Pangeran masih belum terbiasa dengan peraturan yang ada disini. " Ucap Guru Agung Zhou.
Tempo bicaranya lambat tapi jelas dan penuh dengan penekanan. Sehingga mudah untuk dipahami termasuk niat dibalik tindakannya.
Orang orang akan mengatakan bahwa Kaisar begitu murah hati bahkan kepada seorang Pangeran Tawanan dari Dinasti yang kalah tapi pada kenyataannya itu adalah upaya Kaisar untuk mengekang ruang dan waktu milik Jiu Xuanyi.
Kaisar merasa takut bahwa Jiu Xuanyi berada terlalu lama di Istana dan merencanakan hal yang buruk sehingga ingin merantai nya di Akademi Kekaisaran. Sesungguhnya ini adalah rencana yang sangat baik dibandingkan dengan mengatakannya secara langsung.
Seperti yang diharapkan, Kaisar masih sangat licik. Karena jika dia tidak licik maka dia tidak akan bisa menggulingkan Keluarga Han. Bagaimanapun itu juga merupakan campur tangan Kaisar.
Jiu Xuanyi yang mendengar ini tidak buru buru untuk bereaksi dan menyesap tehnya lalu tersenyum tipis.
"Mampu menerima anugerah besar dari Yang Mulia adalah hal yang baik untukku. Aku akan memindahkan barang barang sederhanaku kemari." Ucap Jiu Xuanyi dengan tenang.
Tampaknya, Ren Qixuan sudah meremehkan Jiu Xuanyi ini, buktinya dia bahkan bisa bersikap tenang dengan kondisi ini. Jiu Xuanyi ini lebih licik daripada yang dia kira.
Tapi tidak apa apa, musuh dari musuhnya adalah temannya. Karena Jiu Xuanyi adalah musuh dari Istana maka bisa dianggap bahwa mereka berada di kapal yang sama dengan tujuan yang sama.
Tapi semua itu kembali lagi tergantung pada kemampuan Jiu Xuanyi apakah memiliki kemampuan untuk bertahan atau tidak.
Mulai hari ini, seminggu ke depan mereka akan sering bertemu satu sama lain dan pada saat itu maka Ren Qixuan akan membuat penilaian untuk Jiu Xuanyi.
Setelah semuanya usai, Ren Qixuan juga tidak jadi mendapatkan pelajaran malam karena sudah terlalu larut tapi tepat ketika dia berada di depan kamarnya. Ada orang yang memanggilnya dari belakang.
"Ini masih pukul 8 , kamu bertingkah seolah olah kamu adalah orang tua dan tidur pukul 8 . " Ucap suara dari belakang.
Ren Qixuan bahkan tahu suara siapa itu tanpa perlu menoleh, dia berbalik dan tersenyum tipis lalu menundukkan kepalanya.
"Guru Agung datang kemari malam malam sebenarnya dengan niat apa? Bagaimanapun aku adalah seorang gadis yang belum menikah, mendengar bahwa aku berdua dengan seorang pria yang belum menikah pada malam hari mungkin akan membuatku sulit untuk mencari pasangan. " Ucap Ren Qixuan.
"Lupakan saja dengan semua keformalan itu, temani aku bermain catur. " Balas Lin Wuxin dengan santai.
Ren Qixuan berjalan mengikuti Lin Wuxin dan menatap ke sekitar bahwa semua orang sudah berada di dalam ruangan mereka masing masing.
"Mulai minggu depan, kamu akan sulit untuk bertemu dengan kakakmu karena dia akan berada di dalam Akademi Kekaisaran. " Ucap Lin Wuxin.
"Hm, aku juga mungkin akan mulai bekerja. Guru Agung, sebenarnya kenapa kamu ingin aku menemanimu catur sementara guru guru lain pasti akan lebih ahli dibandingkan aku. "Tanya Ren Qixuan dengan ragu.