
Lima hari lain berlalu dan Ren Qixuan bekerja sangat keras belakangan ini, dia berusaha sebaik mungkin untuk menunjukkan bahwa dia sangat bekerja keras.
Jika tidak maka itu akan membuat orang lain curiga, orang mana yang tidak akan kesulitan ketika sedang melaksanakan Ujian Yi yang ditakuti oleh semua orang bahkan oleh beberapa sarjana ?
Pada saat ini, Ren Qixuan berbaring di kamarnya dengan malas dan merasa nyaman dengan tempat ini. Dia sudah seminggu ini tidak bertemu dengan keluarganya dan bisa dikatakan bahwa dia cukup rindu dengan mereka tapi pada saat yang sama itu hanya biasa saja karena disini juga membuatnya sangat nyaman.
Dia akan bermain dengan Lin Wuxin setelah selesai belajar, Zhou Ye juga memperlakukannya dengan baik dan memberinya makanan enak.
Kadang kadang Zhou Ye akan meminta seseorang untuk keluar dan membeli suatu makanan yang enak untuk diberikan kepadanya.
Zhou Ye memperlakukannya dengan baik selayaknya memperlakukan cucunya. Hari ini sudah hari ke delapan dan sudah saatnya untuk memastikan apakah Ren Qixuan lulus atau tidak.
Dia bangkit dari posisinya dan memutuskan untuk datang pagi pagi sekali dan duduk di hadapan kedua guru yang sudah mengajarnya selama seminggu penuh belakangan ini dan tidak bisa dihindari bahwa mereka saling bertemu satu sama lain terus menerus belakangan ini.
Hanya saja ada satu hal yang berbeda, yaitu Lin Wuxin memutuskan untuk menunda mengajaknya datang ke makam Keluarga Han.
"Nilai hari pertamamu mendapatkan 98 poin dengan dua soal yang salah. Nilai hari keduamu mendapatkan 92 poin dengan delapan soal yang salah. Nilai hari ketiga mu, mendapatkan 99 poin dengan satu soal yang salah. " Ucap Zhou Ye membacakan.
"Selanjutnya adalah nilai hari keempat mendapatkan 97 poin dengan tiga soal yang salah, nilai hari kelima mendapatkan 98 poin, nilai hari keenam 99 poin dan nilai hari ketujuh 93 poin. " Lanjut Lin Wuxin.
Dengan nilai ini maka dia masih bisa lulus tanpa terlalu menarik perhatian.
"Selamat, kamu adalah orang pertama yang lulus melalui Ujian Yi. Di masa depan kamu adalah salah satu pilar negara. " Ucap Zhou Ye dengan bangga.
"Guru Lin, kamu tidak boleh mengingkari janjimu lagi. Kamu berjanji bahwa jika aku berhasil lulus maka kamu akan membawaku ke makam Keluarga Han. " Balas Ren Qixuan.
"Kalian akan pergi ke makam Keluarga Han ?" Tanya Zhou Ye dengan bingung.
"Tidak bisa dikatakan makam, aku hanya berusaha untuk menghormati mereka. Bagaimanapun dia adalah muridku. " Jawab Lin Wuxin.
"Benar juga, terlepas dari masalahnya memang Keluarga Han menghasilkan bakat bakat yang luar biasa, sangat disayangkan sekali. Kenapa kamu sangat semangat untuk pergi kesana ?" Tanya Zhou Ye.
"Aku mengagumi Nona Han sebagaimana namaku diberikan oleh kakak pertamaku, aku mendengar bahwa dia kagum dengan Nona Han maka dari itu aku ingin melihat orang seperti apakah dia. " Jawab Ren Qixuan dengan tatapan yang polos.
Melihat ini membuat Zhou Ye tertawa dan menepuk kepala Ren Qixuan.
"Anak yang baik, kamu memilih seseorang yang tepat untuk menjadi contoh. Aku pernah mengajari Nona Han dan dia sangat berbakat, sama seperti dirimu. Kakakmu menamaimu dengan tepat. " Balas Zhou Ye.