
Ren Qixuan dan Jiu Xuanyi pada akhirnya tiba di sebuah toko obat dan Ren Qixuan turun terlebih dahulu sebelum akhirnya membantu Jiu Xuanyi untuk turun dari kereta. Jiu Xuanyi beberapa kali batuk batuk dan Ren Qixuan menatap Jiu Xuanyi dengan tatapan menyelidik seolah olah tidak percaya bahwa pemuda ini adalah pemuda yang sakit sakitan.
Tapi, dari postur tubuhnya memang agak lemah dan agak bungkuk ke bawah hanya saja ketika Ren Qixuan memegang tangannya, itu tampak kokoh seperti sebuah besi baja yang kuat dan tahan akan badai.
Ren Qixuan merasa bahwa Jiu Xuanyi ini tidak sesederhana yang dia bayangkan, jika dia dikirimkan kemari maka dia seharusnya bukan putra kesayangan Kaisar Dinasti Yin justru mungkin dia adalah putra yang paling tidak diperdulikan.
Dengan ini maka kehidupannya pasti akan sangat sulit. Dia mampu untuk menjalani kehidupan yang sulit ini pasti membuatnya menjadi tidak sederhana seperti yang ada di bayangan Ren Qixuan.
Hal ini membuat pertimbangan bagi Ren Qixuan. Orang ini harus dinilai lebih cermat lagi apakah akan menjadi teman atau musuh. Jika dia memang memiliki kebencian terhadap Kaisar dan Keluarga Istana maka Ren Qixuan tidak akan keberatan untuk membantunya bagaimanapun mereka memiliki tujuan.
Tapi jika tujuan Jiu Xuanyi adalah seluruh Dinasti Liu termasuk seluruh kedamaian rakyat Dinasti Liu maka Ren Qixuan akan menghalanginya bahkan dengan nyawanya.
Ayahnya, ibunya, kakaknya dan semua keluarganya mencintai rakyat dan selalu perhatian kepada orang lain. Mereka merasa bahwa itu adalah hal yang harus dilakukan sebagai seorang Penasehat Kekaisaran.
Maka dari itu, Ren Qixuan hanya melanjutkan niat baik mereka jangan sampai niat baik ini dihancurkan oleh orang lain.
Kaisar dan Putra Mahkota mungkin jahat tapi rakyat rakyat ini tidak bersalah dan tidak terlibat dengan masalah ini.
Ren Qixuan datang untuk bertemu dengan bos dari toko obat ini dan memberikan rincian dari Zhou Ye.
"Perwakilan dari Guru Agung Zhou harap menunggu sebentar. " Ucap Bos itu.
Setelah menghitung selama beberapa waktu maka Ren Qixuan mengeluarkan uangnya.
Lalu giliran Jiu Xuanyi yang menyebutkan obat obat yang dia butuhkan dan bos itu mengerutkan dahinya.
"Aksenmu tidak seperti orang sini, apakah kamu berasal dari tempat yang jauh ?" Tanya bos itu.
"Ini adalah Pangeran Kedelapan, Jiu Xuanyi. " Jawab Ren Qixuan.
Wajah bos itu langsung berubah dan menarik pedang yang ada di belakangnya dan mengarahkan ke leher Jiu Xuanyi.
"Kamu orang berdosa ! Kamu membunuh banyak orang dari Dinasti Liu kami ! Atas dasar apa kamu bisa hidup nyaman disini ! Matilah kamu !" Teriak bos itu.
Ren Qixuan langsung bergerak cepat dan menendang pedang dari bos itu lalu memukul lehernya sehingga dia pingsan. Dia menoleh ke arah Jiu Xuanyi dengan tatapan yang rumit.
Jelas jelas dia tidak terlibat apapun dengan peperangan ini tapi dia harus menanggung hal ini setiap hari dan dimanapun dia berada.
"Apakah kamu bahkan tidak bisa menghindar ?!" Bentak Ren Qixuan.
"Menghindar ? Ha ha ha, jika aku bisa maka aku tidak akan mengonsumsi obat. " Jawab Jiu Xuanyi tertawa miris.
"Tidak perlu beli disini lagi, kita cari toko lain !" Seru Ren Qixuan mengambil uangnya kembali dan menarik tangan Jiu Xuanyi.
Jiu Xuanyi memandang Ren Qixuan dengan tatapan yang mendalam, dalam kehidupan ini baru kali ini ada seseorang yang berdiri di depannya dan melindunginya dari orang lain.