
Wajah Ren Wang tiba tiba berubah menjadi serius ketika mengingat sesuatu, Ren Qixuan penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Ren Wang dengan wajah yang begitu serius.
"Hm, Qixuan, aku tidak meremehkan kemampuanmu hanya saja aku ingin memberitahu bahwa Ujian Yi ini sangat sulit sekali. Kamu tahu ? Kamu akan berada di dalam ruangan ujian selama tujuh hari berturut-turut dan mengerjakan tujuh ratus soal yang ditulis oleh pengajar pengajar di Akademi Kekaisaran. Selama tujuh hari ini kamu harus mendengarkan pengajaran dari Guru Agung dan tinggal disana. " Ucap Ren Wang.
Ren Qixuan yang mendengar ini menganggukkan kepalanya dan tidak terkejut dengan kata kata Ren Wang.
"Bukannya aku tidak mengetahui hal ini, kakak. Jika aku tidak mengetahuinya maka aku tidak akan begitu berani untuk mengajukan diri. Aku hanya ingin melihat sejauh mana kemampuanku. Dari seratus soal yang diberikan hanya boleh salah 10 soal, bukan ?" Tanya Ren Qixuan.
"Benar sekali, tidak ada yang boleh melebihi sepuluh jika tidak maka langsung kalah dalam sekejap. " Jawab Ren Wang.
Ren Qixuan menganggukkan kepalanya dengan setuju, dia mungkin bisa menjawab semuanya tapi alangkah baiknya jika membuat kesalahan kesalahan kecil yang membuatnya tampak benar karena beruntung.
Dengan begitu maka orang orang akan menganggap dia seorang bajingan yang beruntung dan dengan cara itulah orang orang baru tidak merasa keberatan dengan adanya dia tapi yang pasti dia tetap akan lulus.
Ren Qixuan sudah merencanakan sedemikian rupa dengan penuh pertimbangan tentu saja dia tidak akan membuat celah dalam rencananya yang akan membuatnya mengalami kerugian.
"Aku mengetahui hal ini sejak awal, semuanya akan kembali lagi pada keberuntungan dan kemampuanku. " Balas Ren Qixuan dengan senyum tipis.
"Aku akan mengajarimu semalaman ini semua yang aku tahu, aku melihat bahwa kamu adalah seorang gadis yang mudah memahami sesuatu maka dari itu aku akan mengajarimu sebanyak yang kamu bisa. Jika kamu bisa lulus maka itu adalah hal yang sangat baik dan keluarga kita akan memiliki kebahagiaan yang ganda. " Ucap Ren Wang.
"Terima kasih banyak atas usaha kakak, ini akan merepotkan kakak yang sudah bekerja keras belakangan ini. " Balas Ren Qixuan tidak enak hati.
Dia serba salah jika dia menolak maka Ren Wang akan curiga dengannya tapi jika dia menerima maka akan membuat Ren Wang merasa kelelahan karena belakangan ini tidak tidur dengan nyenyak untuk mempersiapkan ujian.
"Lupakan saja, aku memiliki fisik yang kuat. Aku tidak akan menderita hanya karena tidur tiga jam setiap hari. " Ucap Ren Wang dengan senyum cerah.
"Terima kasih banyak, bibi dan kakak kakak. Aku berhutang besar kepada kalian. " Ucap Ren Qixuan.
"Lupakan saja dengan hal ini, kamu adalah putriku. Aku yakin jika tidak ada orang yang pernah lolos maka putriku akan menjadi yang pertama. " Ucap Ling Yue dengan penuh keyakinan.
Ren Qixuan tersenyum tipis dan setelah makan malam usai, Ren Qixuan tidak langsung kembali ke kamarnya dan belajar bersama dengan Ren Wang.
Mereka belajar sampai pagi dan Ren Qixuan hanya tidur dua jam sebelum akhirnya sarapan dan belajar lagi. Dia pergi ke Akademi Kekaisaran dengan pakaian yang rapih dan baru.
Sejak pagi pagi sekali, Ling Yue sudah mengikat rambutnya dan memasang berbagai perhiasan yang indah untuk dirinya.
Ren Qixuan makan dengan lahap sembari mengingat seluruh pelajaran yang telah dia pelajari. Dia diantar oleh Keluarga Ren sampai ke depan gerbang Akademi Kekaisaran.
Ren Xing memberikannya satu tas kain yang berisi pakaian dan makanan ringan yang bisa dia makan selama satu minggu di dalam Akademi Kekaisaran.
"Baik, kami akan menunggu kabar baik darimu. " Ucap Ren Xing dengan bahagia.
Ren Qixuan menatap ke arah Ren Xing dan tersenyum sebelum akhirnya melambaikan tangannya dan dia berjalan masuk ke dalam Akademi Kekaisaran.
Sudah ada seorang pelayan yang mengajaknya masuk ke dalam ruangan Guru Agung Zhou.
"Kamu tiba tepat waktu sekali. Aku berpikir bahwa kamu akan berpamitan cukup lama dengan keluargamu. " Ucap Guru Agung Zhou.
"Bagaimana mungkin aku membuat Guru Agung Zhou menunda lama ? Bagaimanapun, cepat atau lambat aku akan segera bertemu dengan bibi dan kakakku. " Balas Ren Qixuan dengan ambisius.
"Kamu cukup berhati dingin hanya saja aku penasaran dengan panggilan mu, kamu sudah menggunakan marganya tapi kamu memanggilnya Bibi ? Ini agak lucu. " Ucap Guru Agung Zhou.
Ren Qixuan tidak langsung menjawab dan merenungkan hal ini lalu tertawa ringan.
"Guru Agung tidak tahu, orang tuaku belum lama pergi. Orang orang mengatakan bahwa masa berkabung adalah tiga tahun, aku tidak berani untuk memanggil orang lain dengan sebutan ayah dan ibu. " Balas Ren Qixuan.
Ren Qixuan jujur dengan kata katanya kali ini, alasan kenapa dia tidak memanggil Ling Yue dengan sebutan Ibu adalah karena dia masih tidak sanggup. Dia akan terus menerus mengingat Ibunya dan keluarga Han yang berakhir di papan gantung.
"Semuanya hanya disebabkan oleh kenangan, kamu tidak mampu untuk melepaskan masa lalu sehingga kamu tidak berani untuk memanggilnya Ibu. " Ucap Guru Agung Zhou.
"Guru Agung benar, aku tidak mampu untuk melepaskan masa lalu. " Balas Ren Qixuan tidak marah sama sekali.
Tidak ada gunanya marah dengan pria keras kepala ini. Guru Agung ini memiliki harga diri yang tinggi dan kata katanya tidak boleh untuk ditolak. Sehingga cara menghadapinya adalah hanya dengan mengatakan ya dan membiarkannya untuk mengatakan apa saja yang dia inginkan.
Entah sudah berapa banyak bangsawan yang dia kritik dengan terang terangan tapi apakah ada yang bisa menjatuhkannya ? Tentu saja tidak.
Dia jujur dan adil , memiliki banyak pendukung. Dia memiliki beberapa murid pribadi yang memegang posisi tinggi di Pengadilan Istana, tentu saja dia memiliki akar yang kuat.
"Baiklah kalau begitu, mari kita mulai ujian kita pada hari ini. Aku ingin melihat sampai hari ke berapa kamu akan bertahan. " Balas Guru Agung Zhou.
Ren Qixuan menganggukkan kepalanya dan tepat ketika dia akan membuka kertas yang diberikan oleh Guru Agung Zhou, dia melihat seseorang lain yang baru saja masuk.
"Gadis kecil, kita bertemu lagi. " Ucap pria itu, siapa lagi jika bukan Lin Wuxin.
"Kalian saling mengenal ? Tentu saja baik kalau begitu. Mulai sekarang dia akan menemaniku memberikanmu pengajaran. " Ucap Guru Agung Zhou.
"Tuan Lin, kamu adalah seorang Guru Agung ?"Tanya Ren Qixuan dengan pura pura terkejut jika dia hanya diam diam saja maka itu akan aneh.