The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
49. Pembantaian



Disisi lain, seperti yang sudah ditebak oleh Ren Qixuan, Zhang Xiao benar benar melakukan apa yang sedang dipikirkan oleh Ren Qixuan. Dia melihat bahwa Desa ini adalah yang paling mencurigakan karena di desa adalah tempat yang terpencil.


Jarang sekali dilalui oleh kereta kuda terutama karena Desa ini bukan Desa Dagang yang seharusnya tidak dilalui oleh banyak kereta kuda tapi tanda disini memiliki banyak jalur kereta kuda yang menunjukkan bahwa Desa ini menunjukkan kecurigaan paling besar.


Zhang Xiao sendiri adalah seorang pengecut, sejak Kaisar mengancam dirinya akan menurunkan dia dari posisi Putra Mahkota miliknya maka dia sendiri sudah cemas. Selama tiga hari belakangan ini tidak bisa tidur dengan nyenyak.


"Putra Mahkota, di depan ada Desa yang dicurigai. " Ucap Pengawal Putra Mahkota, Xi Ming.


"Geledah desa mereka, bahkan jika tidak hidup lagi maka aku harus menemukan mayatnya !" Seru Zhang Xiao.


"Baik, Putra Mahkota !" Seru Xi Ming dan berlari ke depan.


Ada dua orang yang menghalangi mereka untuk masuk ke dalam Desa sehingga Xi Ming mengangkat tanda pengenal milik Zhang Xiao.


"Apakah kalian melihat ini dengan jelas ? Putra Mahkota memerintahkan untuk menggeledah Desa kalian untuk mencari tahanan penting, jika kalian ketahuan menyembunyikan seorang tahanan penting ini maka seluruh desa akan dimusnahkan !" Seru Xi Ming.


Tiba tiba kepala desa yang merupakan seorang pria tua dengan janggut putih langsung tersungkur di depan Xi Ming dan terus bersujud kepada Zhang Xiao.


"Beberapa hari lalu memang ada dua orang yang ditahan di desa kami, satu orang pria dan satu orang wanita. Seseorang dari Ibukota membawanya kemari dan memberikan kami banyak yang untuk membayar Desa kami, tapi sekarang mereka telah kabur ! Tolong beri ampunan kepada Desa kami ! Tolong ampuni nyawa kami yang selalu setia kepada Istana dan Dinasti !" Seru pria tua itu bersujud.


Semua orang mulai bersujud baik tua muda, pria dan wanita semuanya bersujud kepada Zhang Xiao tapi Zhang Xiao yang mendengar ini langsung naik pitam.


"Kalian bekerja bersama dengan pengkhianat ? Apakah kalian tahu siapa itu ?" Tanya Zhang Xiao.


"Kami tidak tahu ! Pria ini menggunakan topi bambu dan cadar sepanjang hari hanya mengatakan dia berasal dari Ibukota dan dia memberi kami 5.000 tael emas ! Kami benar benar tidak tahu apa apa, kami berpikir bahwa mereka adalah musuh dari Tuan itu. Tidak menyangka bahwa itu adalah tahanan penting ! Tolong ampuni nyawa kami !" Seru kepala desa itu.


"Kalian semua bekerja bersama pengkhianat untuk melawan Dinasti Liu, semuanya layak untuk mendapatkan kematian ! Xi Ming, baik tua muda, maupun pria atau wanita, bunuh semuanya ! Dinasti Liu tidak memerlukan sekelompok sampah seperti mereka !" Seru Zhang Xiao.


"Tolong ampuni nyawa kami ! Tolong ampuni nyawa kami ! Kami benar benar tidak tahu apa apa !!" Teriakan dan tangisan menyebar di antara orang orang ini dan semua orang ketakutan sebelum akhirnya satu persatu dibunuh oleh pasukan Kekaisaran.


Semula, tempat ini adalah tempat yang penuh dengan ahli, ada lebih dari 12 ahli yang menjaga tempat ini sehingga mereka lebih unggul dibandingkan desa lain.


Siapa yang menyangka bahwa seluruh ahli sudah dibunuh oleh Ren Qixuan dan Jiu Xuanyi dan hanya menyisakan orang tua, wanita dan anak anak. Sementara tiga yang tersisa sedang mengejar Ren Qixuan dan Jiu Xuanyi.


"Cepat geledah dan temukan mereka ! Mereka seharusnya belum pergi terlalu jauh !" Perintah Xi Ming pada prajurit prajurit itu.


"Baik !" Seru para prajurit itu.


Dalam sekejap, Desa itu menjadi sangat sunyi dan penuh dengan darah. Zhang Xiao bahkan tidak menunjukkan suatu ekspresi tertentu setelah dia membunuh begitu banyak orang yang tidak bersalah.


Tidak lama kemudian datang satu rombongan lain yang dipimpin oleh kakeknya, Yue Ming. Pria tua itu melihat bahwa Desa sudah dihancurkan dan menatap Zhang Xiao dengan terkejut.


"Apa yang sedang kamu lakukan ?!" Bentak Yue Ming dengan marah.


"Kenapa kakek begitu marah ? Mereka semua hanya orang yang tidak berguna. " Balas Zhang Xiao dengan santai.


"Pada saat ini, Kaisar sedang mempertanyakan kemampuanmu dan kamu menggunakan kekuatanmu untuk hal seperti ini ! Apakah kamu benar benar ingin mencari kematian ?! Jika hal ini sampai tersebar maka takutnya kamu tidak akan bisa mempertahankan posisimu. " Ucap Yue Ming dengan marah.


"Lalu apa yang harus aku lakukan pada saat ini, kakek ? Mereka bekerja sama dengan pengkhianat, Ayah pasti tidak akan memikirkan hal ini. " Balas Zhang Xiao keras kepala.


Yue Ming tampak pusing dengan tingkah laku cucunya ini dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka hanya bisa pergi ke desa sekitar dan menutup mulut mereka dengan uang.


Dengan begitu maka hal ini tidak akan menyebar dan sampai ke telinga Kaisar terutama karena sekarang sudah sangat jauh dari Ibu kota, selama Yue Ming turun tangan membereskan kekacauan yang dibuat oleh cucunya ini kepada walikota setempat maka masalah ini akan selesai sampai disini.


"Bagaimana dengan pangeran tawanan ?" Tanya Yue Ming pusing.


"Sedang dicari, penduduk desa mengatakan bahwa mereka kabur ke dalam hutan dan seharusnya akan segera ditemukan. " Jawab Zhang Xiao.


Zhang Xiao menghela nafasnya dengan kasar, dia adalah seorang Putra Mahkota. Tapi kekuasaannya sangat terbatas, dia bahkan harus dikendalikan oleh seorang Menteri yang lebih kecil darinya.


Hal ini tentu saja membuatnya tidak senang tapi pada saat ini dia tidak ada pilihan lain, Ibunya mengatakan selama dia menahan diri dan tunduk pada apa yang dikatakan oleh Kakeknya ini maka dia pasti akan bisa menjadi Kaisar.


Jika dia menjadi Kaisar maka semua hal akan berada di bawah kendalinya dan tidak akan ada lagi yang bisa mengendalikan dirinya.


Zhang Xiao memikirkan ini dan merasa bahwa hal ini membuatnya bahagia, dia pasti akan bisa mendapatkan posisi Kaisar.


Sementara Yue Ming sendiri tidak tahu dengan isi pikiran yang dimiliki oleh Zhang Xiao jika tidak maka dia pasti akan kecewa dan memutuskan untuk meninggalkan Zhang Xiao disini.


Pada saat ini semua orang sibuk dengan urusan mereka masing masing dan tidak ada kabar dari orang yang mengejar Jiu Xuanyi dan Ren Qixuan.


Sementara disisi lain, Ren Qixuan dan Jiu Xuanyi berhadapan dengan ketiga orang ini dan saling menatap dengan waspada.


"Pada saat ini, desa kalian pasti sudah ditemukan oleh Putra Mahkota. Pada saat itu tiba, ketika mereka tidak bisa menyerahkan kami maka mereka pasti sudah dibantai pada saat ini." Ucap Ren Qixuan berhasil menebak dengan baik.


Dia pada saat ini sudah mengetahui bagaimana perangai yang dimiliki oleh Zhang Xiao, bagaimana mungkin dia masih bisa tertipu dua kali ?


"Kalau begitu maka kami akan membawa kalian berdua untuk diserahkan kepada Putra Mahkota." Ucap pria yang di depan.


"Itu semua sia sia karena orang orang di desa kalian sudah mati, pada saat itu maka dia akan menutup mulut seluruh desa dan kota di sekitar seolah olah desa kalian tidak pernah ada di dunia ini. " Ucap Ren Qixuan tertawa ringan.


"Jika ingin mati maka mati disini bersama sama." Tambah Jiu Xuanyi menakut nakutin mereka.


"Jika kalian bertiga mati maka desa kalian akan selamanya tenggelam seolah olah kalian tidak pernah hidup di dunia ini tapi jika kalian hidup dan diam diam mengadukan hal ini kepada Kaisar maka kamu pasti akan mendapatkan balas dendam yang setimpal. " Ucap Ren Qixuan dengan rencananya yang licik.


Dia harus berterima kasih dengan Zhang Xiao yang membuka jalan baginya, jika dia harus melawan tiga orang ini maka dia mungkin sulit untuk menang.


Karena dia sendiri keracunan dan kelaparan sementara Jiu Xuanyi adalah seseorang yang penyakitan, sulit untuk memenangkan tiga orang yang membawa perbekalan makanan ini.


Ketiga orang ini saling memandang satu sama lain dan tampak kebingungan dengan hal yang harus mereka lakukan untuk selanjutnya.


"Untuk mencapai Ibukota tentu saja adalah hal yang sulit bagi kalian, tapi bagi kami itu adalah hal yang mudah. Tidak sulit untuk bertemu dengan Kaisar dimasa masa seperti ini, ini adalah masa memasuki musim dingin dimana Yang Mulia akan pergi menuju selatan Kota Wu. Pada saat itu maka kalian akan bisa dengan mudah menemuinya dan menyampaikan hal ini kepadanya, aku bahkan bisa memberikan rute pelarian terbaik kepada kalian. " Ucap Ren Qixuan dengan senyum penuh makna.


Ketiga orang ini memikirkan hal ini dengan baik baik, jika mereka bertarung maka mereka mungkin mati disini secara sia sia.


"Apa yang kamu inginkan dari kami ?" Tanya pria yang di depan.


"Mudah saja, aku ingin kalian tidak mengatakan hal ini berkaitan denganku ataupun dia. Selain itu, juga tidak terlalu sulit kamu hanya perlu membiarkan berita ini di dengar oleh semua orang setelah kamu bertemu dengan Kaisar. Jangan sampai hal ini di dengar oleh orang lain sebelum kamu tiba di tempat Kaisar dengan begitu maka kalian tidak akan dibungkam oleh orang lain. " Ucap Ren Qixuan.


Pada akhirnya mereka setuju dan Ren Qixuan secara garis besar menunjukkan kemana arah arah pemandian air panas tempat Kaisar biasanya beristirahat.


"Kalian juga harus melakukan satu hal lain untuk kami. " Ucap Ren Qixuan.


"Katakan." Ucap pria yang di depan.


"Bawa kami keluar dari hutan ini dan katakan pada kami sebenarnya kami berada dimana ?" Tanya Ren Qixuan.


"Kalian berada di Provinsi Barat selama kalian berjalan ke utara selama beberapa waktu lagi maka pasti akan bertemu dengan Provinsi barat." Ucap pria yang di belakang.


"Baik kalau begitu maka tunjukkan jalannya, seharusnya orang Putra Mahkota sedang mencari kita. " Balas Ren Qixuan.


Pria yang di depan mengangguk dan langsung berlari ke depan untuk membuka jalan di tengah hutan hutan yang rimbun ini.