The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
77. Masa Lalu



"Ketua ingin aku menemani apa ?" Tanya Yi Ling.


"Masa lalumu, aku sudah mendengar masa lalu semua anggota yang lain tapi kamu belum pernah mengungkitnya sekalipun. Aku juga melihat bahwa kamu terlihat tidak terlalu ramah pada wanita. " Ucap Ren Qixuan yang sudah mengamati selama ini.


"Apakah begitu terlihat dengan jelas ?" Tanya Yi Ling.


"Lumayan, aku adalah seorang ketua yang harus mengamati semua gerak gerik dan kebiasaan kalian sehingga kita bisa saling membiasakan diri dengan saling mengerti baru bisa membangun kekompakan. Aku merasa bahwa tatapanmu dan tindakanmu membuat garis yang jelas antara pria dan wanita, aku berpikir bahwa itu adalah tindakan pencegahan yang terhormat tapi setelah aku mengamati hari ini, aku menyadari bahwa tampaknya itu tidak terlalu tepat. Aku melihat bahwa kamu menghindar dan di matamu tampak sebuah permusuhan meskipun kamu berusaha untuk menutupinya. " Ucap Ren Qixuan mengucapkan analisisnya.


Yi Ling tersenyum tapi tidak mampu untuk mengatakan apa apa lagi kepada Ren Qixuan untuk pada saat ini. Karena dia sendiri tidak tahu harus menjawab apa kepada Ren Qixuan dan Ren Qixuan juga tampaknya tidak terburu buru karena waktu untuk mencapai pagi masih sangat panjang.


Masih ada banyak waktu bagi mereka berdua berbincang dan mengenal lebih dekat. Ren Qixuan juga berusaha untuk mendekati setiap anggotanya terutama karena mereka hanya ada 17 orang maka itu tidak akan sulit.


Semakin dekat hubungan antara anggota di dalam kelompok akan menjadi pondasi yang kuat bagi kemajuan kelompok selanjutnya dan Ren Qixuan ingin menunjukkan yang terbaik untuk kelompok yang dimiliki olehnya ini.


Kelompok yang ditanganinya dan dibentuknya dari awal ini, bagaimana mungkin akan dia biarkan menggunakan standar orang lain yang rendah dan pas pasan ?


Setelah 17 orang ini menjadi dekat dengannya maka kelak jika bertambah anggota sedikit demi sedikit tidak akan menjadi masalah dan akan bisa terus berkembang.


"Jika sulit untuk mengatakannya maka tidak perlu di katakan, di dunia ini semuanya adalah hal yang sulit untuk dijelaskan. " Ucap Ren Qixuan dengan tenang.


"Sebenarnya, apa yang dikatakan oleh Ketua memang benar. Aku memang membenci wanita karena Ayahku meninggal karena mereka, dulu Ayahku adalah pria yang jujur dan memandang orang lain dengan hormat. Bahkan jika orang lain adalah orang yang berada di bawahnya tidak membuatnya memandang rendah orang itu. Dia adalah seorang ketua kelompok petani di desaku. " Ucap Yi Ling berhenti sejenak dan tertawa miris.


"Orang orang sangat menyukainya yang optimistis dan selalu tersenyum sampai suatu hari dia kembali ke rumah dan kami makan bersama tapi kami mendengarkan teriakan dari dalam hutan. Ayahku langsung membawa senjata berupa tongkat besi untuk masuk ke dalam hutan dan melihat dua wanita yang dinodai oleh penjahat, Ayahku memukul penjahat itu sampai mati. Mereka dibawa ke pengadilan, siapa yang menyangka bahwa kedua wanita ini berkhianat mereka takut karena penjahat itu sudah mati dan menuduh bahwa Ayahku yang menodai mereka. Betapa hinanya mereka , aku dan Ibuku berusaha memberikan kesaksiannya tapi wanita itu adalah seorang putri pedagang yang lumayan kaya. " Lanjut Yi Ling dengan senyum sinis.


"Ayahku menerima 25 cambukan yang membuatnya hanya bisa terbaring di ranjang sampai akhirnya meninggal sebulan kemudian, Ibuku merasa sakit hati dan menangis terus menerus selama berbulan bulan sampai akhirnya dia menyusul tidak lama kemudian. Aku pada saat itu baru berusia 6 tahun, sampai akhirnya aku harus ikut dengan paman dan bibiku yang memperlakukan ku dengan sangat buruk. " Ucap Yi Ling menggelengkan kepalanya dan menghela nafas.


"Lalu..... apakah kamu sudah balas dendam ?" Tanya Ren Qixuan secara mengejutkan.