The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
54. Tindakan Kaisar



Kaisar membuka jendela dan menatap ke arah tiga orang itu dengan tatapan dingin lalu menatap ke arah kasim Zhao, kasim tua itu mengangkat tangannya dan dua orang pengawal datang lalu menarik pedang mereka dan membunuh ketiga orang yang berasal dari Desa itu.


Mereka menjalani perjalanan yang sulit, siang dan malam hanya untuk bertemu dengan Kaisar dan berharap bahwa dia akan mendapatkan keadilan dengan ini tapi siapa yang menyangka bahwa mereka akan dibungkam oleh Kaisar sendiri.


Ternyata inilah tindakan yang dipilih oleh Kaisar dan sejak saat ini maka dia tidak akan memiliki jalan mundur lagi untuk melarikan diri dari balas dendam Ren Qixuan.


"Pastikan bahwa kabar ini tidak sampai ke telinga orang lain. Bahkan jika Putra Mahkota bodoh dan tidak kompeten , kata kata ini jangan sampai ke telinga orang banyak jika tidak maka akan menyebabkan kekacauan dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat akan hilang. " Ucap Kaisar.


"Ya, Yang Mulia. Terkait dengan Putra Mahkota ini..... " Kasim Zhao tidak melanjutkan kata katanya lagi.


"Sulit untuk menghukumnya terlalu berat bagaimanapun dia adalah anak pertamaku dan merupakan orang yang aku besarkan dan aku perhatikan sejak kecil. Jika melihatnya menderita maka aku tidak akan tega. " Ucap Kaisar dengan helaan nafas.


"Tapi, jika kabar ini sampai ke telinga pejabat tua itu maka takutnya ini tidak hanya akan berdampak kepada Putra Mahkota. " Balas Kasim Zhao.


"Pastikan bahwa ini tidak akan sampai ke telinga orang lain, siapapun yang mengetahui hal ini harus dibunuh. " Perintah Kaisar.


"Baik, Yang Mulia !" Seru Kasim Zhao.


Kaisar menggelengkan kepalanya dengan lelah, dia sudah berusia 45 tahun, sebentar lagi akan setengah abad dan putranya belum kunjung dewasa.


"Zhao Yu, kamu adalah orang yang sudah mengikutiku selama dua puluh tahun, bahkan sebelum Xiao'er lahir. Menurutmu, apakah tindakanku untuk membunuh Han Yaoling salah ?" Tanya Kaisar membuka jendela.


"Yang mulia ingin jawaban dari seorang Kasim atau dari seorang sahabat ?" Tanya Kasim Zhao.


"Aku ingin mendengar keduanya. " Jawab Kaisar.


"Jika menurutku sebagai seorang bawahan maka aku akan mengatakan bahwa tindakan Yang Mulia benar, karena itu adalah tindakan yang membuktikan bahwa dirinya berniat untuk melakukan pemberontakan dan juga sudah memiliki bukti. " Ucap Kasim Zhao.


"Tapi, jika menurut sahabat , kita bertiga sudah tumbuh bersama sama. Han Yaoling adalah yang paling jujur, bahkan jika dia harus dipukuli tapi dia akan terus jujur. Dia memiliki jiwa yang ingin melindungi orang lain, sampai sekarang aku masih belum percaya bahwa dia melakukan itu. Terutama ketika bukti yang dikumpulkan sangat sedikit, bagaimana sekotak batu murah itu bisa dianggap sebagai bukti ? Hanya saja tampaknya ini tidak mudah, izinkan aku mengatakan beberapa hal yang tidak sopan. Orang yang pertama mengetahui hal ini adalah Putra Mahkota, takutnya ini tidak sesederhana yang dibayangkan. "Lanjut Kasim Zhao.


"Anggap bahwa pria tua ini tidak pernah mengatakan apapun, bagaimanapun orang mati tidak bisa dihidupkan kembali. Penyesalanku dalam kehidupan ini adalah tidak sempat untuk mendatanginya terakhir kali, ketika melihatnya di aula tidak melawan tuduhan sama sekali, menatap matanya yang tampak dikhianati membuatku tidak tahan. " Ucap Kasim Zhao menghela nafas dan menundukkan kepalanya.


"Jika dia tidak melakukannya, kenapa dia tidak mengatakan kata kata sangkalan ? Selama dia memohon sekali lagi saja maka aku pasti akan mempertimbangkan kembali. " Balas Kaisar tampak menyesal.


"Karena kesalah pahaman, Han Yaoling mengira bahwa semua ini adalah pengaturan yang dibuat oleh Yang Mulia. Mengira bahwa Yang Mulia mulai menganggapnya sebagai ancaman, mungkin menurutnya selama dia mati maka akan membuat Yang Mulia memimpin dengan tenang. " Ucap Kasim Zhao.


Kaisar yang mendengar ini merasa lebih sakit lagi, selama ini dia selalu memikirkan tentang hal ini sebagai rasa bersalahnya hanya saja dia tidak bisa menegakkan keadilan bagi saudaranya itu.