The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
93. "Huang"



Pada saat ini mereka tiba di sebuah restoran makan yang sangat indah dan megah, sebuah restoran milik bangsawan. Ren Qixuan masuk ke sana dan disambut oleh pelayan.


"Aku ingin ruangan pribadi. " Ucap Ren Qixuan dengan tenang.


"Mohon maaf Nona, izin mengetahui namamu. Tuan kami menetapkan sebuah peraturan bahwa ruangan pribadi hanya bisa dinikmati oleh beberapa orang khusus. " Ucap pelayan itu tampak menyesal.


Ren Qixuan tertawa ringan dan menatap ke arah Jiu Xuanyi lalu Jiu Xuanyi menganggukkan kepalanya yang menyatakan persetujuannya.


"Aku adalah Ren Qixuan, Ketua Divisi Zhengyi. Sementara orang di sampingku ini adalah Pangeran Kedelapan, Jiu Xuanyi. " Ucap Ren Qixuan dengan tenang.


Wajah pelayan itu langsung berubah dan tampak langsung menundukkan kepalanya dengan hormat.


"Nona Ren dan Pangeran, silakan ikuti aku untuk menuju ke ruangan pribadi. " Ucap pelayan itu.


Mereka naik ke lantai dua dan Ren Qixuan berhenti sejenak di tangga lalu melihat seseorang yang duduk di paling pojok yang paling tidak menarik , seseorang yang tampak akrab.


Orang yang tidak ingin terlihat mencolok tapi nyatanya masih tidak bisa lepas dari pandangan Ren Qixuan. Hal ini membuat Ren Qixuan tersenyum tipis.


Lalu dia melanjutkan langkahnya seolah olah tidak ada hal yang terjadi di depannya, dunia ini memang sempit. Dia jadi menyadari bahwa dia dan Jiu Xuanyi memang bertakdir.


Mereka menemukan masalah dimanapun dan kapanpun mereka berkumpul, ini adalah sebuah bentuk jodoh yang diliputi oleh kesialan.


Ren Qixuan berjalan seolah olah tidak melihat apapun dan bertingkah seperti tidak ada masalah apa apa sehingga tidak membuat orang yang bersamanya merasa curiga.


Memang benar kata kata Ren Qixuan sebelumnya, mereka memang sebaiknya tidak bertemu satu sama lain. Tapi karena sudah bertemu maka lebih baik untuk melihat hal baiknya dibandingkan merasa menyesal.


Ren Qixuan dan Jiu Xuanyi diantar ke lantai atas dan duduk di ruangan pribadi dimana hanya mereka berdua yang ada di dalam ruangan ini. Jika orang orang melihat maka pasti akan muncul rumor. Tapi, pada nyatanya hal ini tidak sepenuhnya hal yang aneh.


Jika begitu maka seluruh putri bangsawan sudah akan muncul rumor, para bangsawan tidak suka bersama dengan orang lain di ruangan yang sama. Jika tidak maka mungkin akan membuat mereka tidak nyaman.


"Aku ingin memesan semua menu yang terbaik disini. " Ucap Ren Qixuan.


"Baik, silakan menunggu Nona dan Pangeran. " Ucap Pelayan itu menundukkan kepalanya dan berjalan keluar dari dalam ruangan.


"Tampaknya pada saat ini, seseorang baru saja mendapatkan banyak uang. " Ucap Jiu Xuanyi.


"Bagaimana ini bisa dianggap banyak? Dibandingkan dengan pangeran maka aku tidak berani menyebutkan angka kecil ini. " Balas Ren Qixuan.


"Ingin lebih banyak? " Tanya Jiu Xuanyi dengan senyum penuh makna lalu menunjuk meja.


"Apa maksudnya? " Tanya Ren Qixuan dengan suara rendah.


"Aku datang bukan tanpa tujuan tapi melainkan butuh bantuan dari Nona. Ini adalah jawabannya. " Ucap Jiu Xuanyi mengambil air dari teko teh dan menuliskannya di meja.


Lalu membaca tulisan itu yang menuliskan "Huang", otak Ren Qixuan langsung berpikir dengan keras. Di Dinasti Liu ini, tidak banyak orang dengan marga Huang.


Tentu saja pikirannya langsung menuju pada Huang Ye, Menteri Ketenagakerjaan yang sudah turun temurun sekaligus pemilik restoran mewah ini.


" Apa? "Tanya Ren Qixuan.


Entah bagaimana dia merasa bahwa apapun yang terjadi tidak akan menjadi hal yang mudah untuk diselesaikan. Bagaimanapun Huang Ye adalah orang yang keluarganya sudah mengabdi selama lima generasi, dari zaman Dinasti Yue.


Pada saat itu, dia juga yang mendukung Kaisar Zhang untuk mengambil tahkta. Tentu saja Keluarga Huang nya adalah keluarga yang sangat terhormat sekali.


" Tambang. "Bisik Jiu Xuanyi dengan lembut dan hampir tidak terdengar.


Tambang minyak ini, jumlahnya tidak banyak dan dijual sangat mahal. Karena dibutuhkan untuk membuat minyak tanah dan ini digunakan oleh Kekaisaran.


Selama ini, pemilik tambang minyak selalu adalah Kekaisaran. Secara tidak langsung Jiu Xuanyi mengatakan seperti ini maka dapat membuat Keluarga Huang kehilangan kepercayaan Kaisar.


Tapi, dia enggan untuk menunjukkan bahwa dia antusias dengan hal ini. Dia tidak perlu menunjukkan emosinya, dengan begitu maka pihak lawan bicara tidak akan tahu apa yang dia pikirkan.


"Apakah Pangeran tahu bahwa ini adalah hal yang tabu? " Tanya Ren Qixuan dengan lembut.


Jiu Xuanyi mendekatkan bibirnya ke telinga Ren Qixuan sehingga mereka bisa saling merasakan nafas masing masing.


"Apakah kamu ingin tahu? Aku tahu banyak hal. " Ucap Jiu Xuanyi tersenyum lalu kembali menjauhkan kepalanya.


"Apa yang membuatku harus percaya dengan Pangeran? " Tanya Ren Qixuan.


"Karena, kamu akan mendapatkan posisi yang lebih mantap di masa depan. Kamu melihat sendiri bahwa kamu tidak bisa melawan apapun sebelumnya. " Ucap Jiu Xuanyi meminum teh nya.


"Benar juga, memang tidak ada perlawanan. Aku bahkan tidak keberatan, kenapa Pangeran merasa keberatan akan kesulitanku?" Tanya Ren Qixuan.


"Bagaimanapun, kamu adalah penyelamat ku. Jika tidak ada Nona Ren maka aku pasti sudah membusuk di hutan. " Ucap Jiu Xuanyi pura pura lemah.


Ren Qixuan menatap pada Jiu Xuanyi dengan tatapan yang menyipit seolah olah seekor hewan buas yang ingin menerkam seorang mangsanya.


Memang, jika bersama dengan Jiu Xuanyi harus banyak bersabar. Hanya saja Ren Qixuan tidak ingin buru buru percaya karena dia takut bahwa ini adalah sebuah jebakan.


Sejauh ini memang Jiu Xuanyi belum pernah merugikan nya secara langsung hanya saja entah bagaimana dia merasa bahwa Jiu Xuanyi ini tidak pernah benar benar jujur tentang dirinya yang membuat Ren Qixuan merasakan kewaspadaan tanpa henti.


Tidak lama, ketegangan itu putus setelah pelayan mengetuk pintu dan membuka pintu lalu membawa makanan yang telah mereka pesan masuk ke dalam ruangan mereka.


Semua makanan itu tampak sangat mempesona dan sangat menggugah selera sehingga dia yang awalnya tidak lapar saja tiba tiba menjadi merasa lapar.


Semua makanan sudah disajikan di meja dan hanya menyisakan mereka berdua , pelayan kembali menutup pintu sehingga ketegangan dan kesunyian bercampur menjadi satu.


"Saatnya makan, mari tidak membahas pekerjaan. Bagaimanapun datang kemari untuk makan, bukankah begitu Pangeran ?" Tanya Ren Qixuan dengan lembut dan senyum yang manis.


"Nona Ren benar memang sebaiknya fokus pada tujuan awal, bagaimanapun semua itu hanya pemanasan sebelum makan. Tidak perlu membuat masalah, aku hanya mengarang dan kebetulan aku akan menerbitkan sebuah buku setelah mengkomunikasikan hal ini dengan Kedua Guru Agung. " Ucap Jiu Xuanyi sangat cerdas.


Ren Qixuan menyadari bahwa ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka dan karena itu mereka langsung mengubah pembicaraan.


"Aku hampir saja salah sangka dengan kata kata Pangeran, sungguh mengejutkan ku saja. " Ucap Ren Qixuan dengan santai mengelus dadanya.


"Bagaimana ? Apakah menurut Nona Ren itu cukup menarik minat pembaca ? Aku hanya takut bahwa tidak ada yang membeli buku ku. "Balas Jiu Xuanyi.


"Itu sangat seru dan dapat menarik minat pembaca, aku memberikan saran bahwa tokoh utama dapat lebih bersembunyi dengan begitu maka musuhnya akan lebih sulit untuk menemukannya. Maka dengan ini, alur akan menjadi lebih sulit untuk ditebak. "Ucap Ren Qixuan dengan makna ganda.


"Itu ide yang bagus, aku benar benar tidak sia sia kali ini. Karena aku mendapatkan makanan gratis. Selain itu juga mampu untuk mendengarkan saran dari satu satunya orang yang berhasil lulus ujian Yi. " Ucap Jiu Xuanyi.


"Ha ha ha, Pangeran terlalu memuji. Qixuan tidak berani untuk menerima pujian sebanyak ini. " Ucap Ren Qixuan memainkan sumpitnya.


"Nona Ren terlalu sungkan, kelak jika sudah jadi maka aku pasti akan membagikan buku ini kepada Nona Ren secara gratis untuk membalas budi baikmu ini. " Balas Jiu Xuanyi.


"Bagus sekali, jangan sampai melupakanku ketika Pangeran sudah sukses di masa depan. "Ucap Ren Qixuan.