
Melihat bahwa Ren Qixuan tiba tiba menangis secara tidak terkendali membuat orang lain bingung, tapi pada saat yang sama, dirinya kembali mengingat kata kata terakhir Han Wei.
Ketika menjadi Han Qixuan, dia akan memanggil kakak pertama dan kakak kedua. Ketika dia diganggu orang lain maka akan ada kakak kedua yang datang untuknya sementara jika dia kesulitan belajar maka akan ada kakak pertamanya yang mengajarinya.
Ketika dia baru saja bisa memegang kuas, itu adalah kakak pertamanya yang mengajarinya menulis secara perlahan. Han Wei memang tidak kuat seperti Han Yang , tapi hatinya sangat lembut.
"Kenapa kamu menangis ? Apakah ada yang salah dengan panggilan ini ?" Tanya Ren Wang dengan bingung sekaligus panik.
Dia menggelengkan kepalanya dengan pelan dan berusaha untuk menahan air matanya, setiap kali mengatakan kakak pertama atau kakak kedua maka akan membuatnya mengingat masa lalu.
"Tidak apa apa, aku hanya mengingat masa lalu. Di masa lalu aku juga memiliki dua kakak laki laki tapi mereka sudah pergi. " Ucap Ren Qixuan dengan senyum yang dipaksakan.
(Mulai sekarang ditulisnya Ren Qixuan untuk menunjukkan waktu saat ini tapi jika flashback maka akan menggunakan nama aslinya, Han Qixuan. )
"Jika kamu sedih maka kamu tidak perlu tersenyum kepada kami. Kamu harus menunjukkan bahwa kamu sedih. " Ucap Ling Yue dengan kasihan.
Ren Qixuan menggelengkan kepalanya dan menyeka air matanya, dia berusaha untuk menstabilkan nafasnya sendiri.
"Di masa depan, aku pasti akan membantu sebanyak yang aku bisa untuk membalaskan budi baik ini. " Ucap Ren Qixuan dengan agak tenang.
"Lupakan membalas budi baik, kamu bisa hidup dengan tenang dan damai saja sudah membuat kami merasa senang. " Balas Ling Yue.
Ren Qixuan tersenyum berterima kasih, dia memejamkan matanya dan memikirkan keluarganya.
'Ayah, Ibu, kakak pertama dan kakak kedua, sekarang aku sudah memiliki seseorang yang baik untuk menemaniku disini. ' Ucap Ren Qixuan di dalam hati.
Beberapa hari berlalu dan dirinya telah menjadi lebih akrab dengan Ren Wang dan Ren Xing. Ren Xing sendiri lebih mudah untuk di dekati karena dia sangat semangat dan terbuka.
Berbeda dengan Ren Wang yang berhati hati dan memiliki garis yang jelas antara pria dan wanita yang belum menikah, sehingga dia agak pendiam.
Tapi, pada dasarnya mereka memiliki hati yang baik. Ren Wang sendiri berniat untuk mengajarinya menulis untuk namanya sendiri.
Mereka pada saat ini duduk berdampingan dan Ren Wang menyiapkan meja kecil dengan gilingan tinta dan kuas yang lembut.
"Kakak pertama, biarkan aku yang menggiling tinta. " Ucap Ren Qixuan.
"Apakah kamu tahu cara melakukannya ?" Tanya Ren Wang.
Setelah beberapa hari bersama, tindakan Ren Wang menjadi lebih melunak dibandingkan hari pertama mereka bertemu.
"Aku pernah melihat orang lain melakukannya. " Jawab Ren Qixuan dengan polos.
Dia memang pernah melakukannya untuk kakak pertamanya, untuk ayahnya dan untuk ibunya. Hanya Han Yang yang tidak pernah dia giling tintanya, hal itu karena Han Yang malas menulis.
Ren Wang memberikan batu penggiling tinta dengan ragu dan Ren Qixuan melakukannya dengan baik.
"Kamu melakukannya cukup baik, aku akan memulai dari cara untuk menulis namamu dengan baik. " Ucap Ren Wang.
Dia hanya mengangguk dan melihat, tentu saja dia adalah orang terbaik yang mengetahui cara menulis namanya sendiri hanya saja sebagai seorang gadis penjual bunga yang meninggal karena kedinginan dan kelaparan.
Dia tidak boleh terlalu menonjol jika tidak ingin identitasnya diketahui, tulisan Ren Wang memang indah tapi jika dibandingkan dengan tulisan Han Wei tentu saja masih kalah.
"Ren.... Qi..... Xuan. " Gumam Ren Wang.
"Kakak pertama, kamu mengatakan bahwa kamu mengagumi pemilik nama ini. Apakah kamu mengenalnya? Apakah kamu bersedia untuk menceritakannya kepadaku ?" Tanya Ren Qixuan.
Ren Wang berhenti sejenak sebelum akhirnya meletakkan kuas bulu angsanya. Ren Wang tidak langsung menjawabnya tapi menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Dia adalah Han Qixuan, seorang pendekar wanita yang sangat hebat. Di usia 15 tahun, dia memiliki kemampuan untuk lulus dari Akademi Kekaisaran dengan nilai yang sempurna. Dia adalah seorang gadis yang memiliki segalanya, dia cantik, pandai dalam sastra dan bela diri, dia juga kaya dan berasal dari keluarga yang memiliki pengaruh besar. Aku tidak mengenalnya, hanya saja aku tahu bahwa dia adalah orang yang baik. Aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan ketika dia datang ke Akademi Kekaisaran. Aku mengaguminya dengan tulus dari dalam lubuk hatiku, karena itu aku memberimu nama Qixuan. Nama yang sama dengan miliknya, Han Qixuan. " Ucap Ren Wang.
"Lalu, bagaimana dengan dia sekarang ? Kenapa aku tidak pernah mendengar tentangnya ?" Tanya Ren Qixuan.
Wajah Ren Wang langsung berubah menjadi muram ketika mendengar ini dan menggelengkan kepalanya.
"Dia telah meninggal bulan lalu, di papan gantung bersama dengan keluarganya atas tuduhan pemberontakan. " Ucap Ren Wang dengan pelan dan muram.
"Jika begitu maka aku tidak ingin seperti dirinya, dia tampak menyedihkan. " Balas Ren Qixuan.
"Huft, sudahlah. Kamu tidak akan mengerti saat ini. " Ucap Ren Wang dengan buru buru mengubah topik pembicaraan.
Ren Qixuan tertawa dalam hati, siapa yang bisa lebih paham dari dirinya sendiri tentang Han Qixuan ?
"Baiklah."Ucap Ren Qixuan dengan patuh.
Tidak menyangka bahwa satu bulan berlalu sejak dia meninggal, ternyata dia tidak langsung masuk ke dalam tubuh gadis penjual bunga ini.
Entah bagaimana dia merasa ketika dia meninggal, jiwanya langsung masuk ke tubuh gadis penjual bunga ini. Siapa yang menyangka bahwa satu bulan sudah berlalu.
Dirinya merasa penasaran, bagaimana dengan kabar Zhang Xiao pada saat ini ? Apakah sudah menikah dengan orang yang dia cintai ? Tapi, semua itu tergantung apakah dia memiliki kemampuan atau tidak.
Cepat atau lambat, setelah dia pulih dari luka lukanya maka dia pasti akan merebut kembali apa yang seharusnya dimiliki oleh Keluarga Han bahkan jika dia harus membunuh seseorang.
Dirinya telah banyak berubah, dia bukan lagi Han Qixuan yang naif. Pada saat ini, dia sudah melihat betapa berbahayanya orang yang terlihat baik dan Agung di depan tapi memiliki pedang di balik punggungnya.
Orang semacam Zhang Xiao telah membuka pandangannya sepenuhnya. Tanpa sadar, dia tenggelam ke dalam pemikirannya sendiri.
"Qixuan ! Qixuan ! " Panggil Ren Wang.
Ren Qixuan langsung terkejut dan tersadar dari lamunannya dan melihat bahwa namanya sudah digambarkan di kertas putih.
"Apakah kamu memperhatikan ?" Tanya Ren Wang.
"Aku memperhatikan, tulisan kakak pertama sangat indah. Apakah aku boleh mencobanya ?" Tanya Ren Qixuan.
Ren Wang menganggukkan kepalanya dan menyerahkan kuas ke arahnya, dia menerima kuas itu dan berdoa bahwa tulisannya tidak akan sebaik sebelumnya. Tubuh gadis penjual bunga ini sendiri berbeda dengan tubuhnya dan sangat kaku.
Jika ingin mampu bela diri seperti sebelumnya maka dia harus meminum banyak tanaman obat dan berlatih memperkuat fisiknya yang lemah ini untuk mencapai kemampuannya yang sebelumnya.
Tapi, karena dia ahli bela diri di masa lalu maka dia pasti akan bisa mencapainya lagi di kehidupan ini.
...----------------...