
Detektif Jordan ternyata telah lebih dulu berusaha memecahkan sandi tersebut. Kepala polisi itu memuji sigap tanggap detektif Jordan. Selagi detektif Jordan memecahkan sandi tersebut, ia memerintahkan anak buahnya untuk menginvestigasi dan menyelidiki apartemen ini, serta ia juga meminta dilakukan pemeriksa rekaman cctv. Gerak-gerik orang mencurigakan yang masuk ke apartemen itu pasti terekam kamera pengawas.
"Oh iya, satu lagi. Mereka pasti menggunakan kendaran pribadi untuk membawa potongan tubuh korban. Lakukan razia besar-besaran di kota. Diminta untuk setiap kendaraan pribadi diperiksa keseluruhan. Dan juga jangan biarkan masalah ini diketahui masyarakat luas. Akan sangat merepotkan jika terjadi kepanikan besar. Itu akan membuat kita semakin kesulitan menangkap mereka."
"Baik, pak," jawab ketiga polisi itu serempak. Mereka berlalu pergi mengerjakan tugas masing-masing.
"Bagaimana detektif Jordan? Apa sandinya sudah dipecahkan?"
"Sedikit lagi," jawab detektif Jordan.
Dengan cekatan tangannya menuliskan huruf abjad dan angka tersebut sesuai kunci pemecahan sandi sebelumnya. Sandi kedua kali ini adalah,
BEPUVQ OBHGVDHR
I\=22
Detektif Jordan menuliskan langkah pertama,
A B C D E F G H {I} J K L M N O
14 15 16 17 18 19 20 21 {22} 23 24 25 26 1 2
P Q R S T U V W X Y Z
3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Di dapatlah hasil,
B E P U V Q
15 18 3 8 9 4
O B H G V D H R
2 15 21 20 9 17 21 5
Lanjut ke langkah kedua,
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
S T U V W X Y Z
19 20 21 22 23 24 25 26
Dengan hasil yang diperoleh,
15 18 3 8 9 4
O R C H I D
2 15 21 20 9 17 21 5
B O U T I Q U E
"Selesai. Tempat selanjutnya adalah Orchid boutique," ujar detektif Jordan.
Setelah mengetahui lokasi selanjutnya mereka segera kesana. Namun ada sedikit kendala. Terdapat lima cabang Orchid boutique di kota tersebut. Orchid boutique mana yang harus mereka tuju? Tidak mau dipusingkan, kepala polisi itu meminta sejumlah bawahannya datang ke setiap Orchid boutique yang ada di kota. Dengan cara ini mereka dapat lebih cepat menemukan Orchid boutique mana yang dimaksud dan mungkin mereka bisa menangkap pelaku kejahatan tersebut. Tapi sayangnya Hedrick dan Veeno telah pergi setelah meletakan potongan kaki Risna di lokasi, lima menit sebelum polisi datang. Dua ratus meter dari persimpangan Veeno tiba-tiba memberhentikan mobilnya.
"Sial! Mereka melakukan pemeriksaan pada setiap kendaraan pribadi. Bagaimana ini?"
"Ke sungai terdekat. Aku sudah menyiapkan sesuatu disana."
Tanpa bertanya lebih lanjut Veeno memutar balik balikkan mobilnya menuju sungai terdekat. Mereka memasuki gang-gang sempit diantara bangunan-bangunan bertingkat. Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka sampai di pinggir sungai. Ditepi sungai itu sudah ada speedboat tertambang disana. Hedrick turun dari mobil bersamaan dengan Veeno.
"Ooh... Jadi ini cara yang kau bilang itu," ujar Veeno.
"Benar sekali. Aku akan menggunan ini untuk membawanya ke pelabuhan. Sedangkan kau lewati saja razia itu dengan santai."
"Aku tunggu kau di pelabuhan."
"Baiklah."
Mereka menurunkan Risna dari bagasi mobil lalu menaikannya ke atas speedboat. Sudah ada kotak kayu di atas speedboat itu. Mereka memasukan tubuh Risna yang telah terkulai lemas ke dalamnya dan tak lupa ditutup dengan papan kayu. Hedrick menyalakan speedboat tersebut lalu bergerak menuju pelabuhan dimana lokasi selanjutnya berada. Sementara Veeno menggunakan jalar darat untuk pergi kepelabuhan yang sama. Disaat ia melewati razia, Veeno hampir dicurigai karna tercium bau anyir darah dalam bagasi mobilnya. Namun Veeno telah mengatasi hal tersebut dengan membeli satu paha daging sapi segar. Ia terbebas dari kecurigaan polisi dan diizinkan melanjutkan perjalanan.
...⚛⚛⚛⚛...
Kepala polisi mendapat kabar dari salah satu bawahannya. Ditemukan bingkisan aneh di Orchid boutique yang ada di dekat lampu merah. Menurut hasil keterangan dari salah satu pegawai disana, ada seorang pria paru baya berkumis yang menitipkan bikisan tersebut. Pria itu mengatakan untuk tidak membukanya karna nanti ada seorang yang akan mengambilnya. Polisi segera mengamankan bikisan berukuran besar tersebut sebelum kepala polisi dan detektif Jordan datang. Hanya bikisan itulah yang mencurigakan dari setiap Orchid boutique.
Tak lama kepala polisi dan detektif Jordan tiba. Detektif Jordan lantas membuka bikisan tersebut tanpa bertanya lagi. Sama seperti dugaan mereka. Bingkisan tersebut ternyata benda yang ditinggalkan pelaku. Itu artinya mereka terlambat lagi. Tidak mau melakukan kesalahan yang sama, detektif Jordan mempercepat pemecahan sandi yang ditemukan dalam bingkisan tersebut. Sandinya adalah,
UNEOBE
S\=6
Langkah pertama,
A B C D E F G H I J K L M N O
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 1 2
P Q R {S} T U V W X Y Z
3 4 5 {6} 7 8 9 10 11 12 13
Hasilnya,
U N E O B E
8 1 18 2 15 18
Lanjut ke langkah kedua,
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
S T U V W X Y Z
19 20 21 22 23 24 25 26
Dengan hasil,
8 1 18 2 15 18
H A R B O R
"Lokasi selanjutnya pelabuhan!"
Kepala polisi dan detektif Jordan bergegas keluar dari Orchid boutique lalu masuk ke mobil. Dengan kecepatan tinggi mereka pergi ke pelabuhan yang jaraknya cukup jauh dari Orchid boutique itu. Setelah ditelusuri ternyata Orchid boutique adalah tempat dimana Risna berkerja. Tapi itu tidak penting sekarang. Yang menggangu pikiran kepala polisi saat ini adalah, bagaimana bisa para pelaku dapat lolos dari razia? Secara dari Orchid boutique menuju pelabuhan sudah dipastikan harus melewati razia. Yang membuat mereka keheranan lagi, tidak ditemukan jalan pintas yang dapat menghindari razia tersebut.
.
.
.
.
.
.
ξκύαε