The Art of Female Death (Psychopath)

The Art of Female Death (Psychopath)
Bebas dari tuduhan



"Ooh... Kau berani juga rupanya."


"Waktuku tidak banyak meladeni kalian. Sebutkan saja siapa yang mengirim kalian, maka aku mungkin berbaik hati membiarkan kalian tetap hidup," ujar Hedrick dengan ekspresi dingin.


"Kau sombong sekali ya. Lihat bagaimana kami menghabisimu! Ayok kawan-kawan hajar dia!"


Kedua belas orang itu menyerbu Hedrick secara bersamaan. Tidak seperti di klub malam tadi, kali ini Hedrick tidak langsung menyerang mereka. Ia lebih memilih memancing orang-orang tersebut masuk ke dalam hutan yang ada tepat bersebelahan dengan jalan raya. Setidaknya di dalam hutan Hedrick bisa lebih leluasa membereskan orang-orang tersebut tanpa harus takut Yuval mengetahuinya. Serasa cukup jauh Hedrick mengeluarkan pistol nya lalu berbalik menembaki orang-orang tersebut secara membabi buta. Tidak menduga target mereka membawa senjata, mereka tidak sempat menghindari peluru yang menghujani. Mereka tewas dengan satu dua peluru bersarang di tubuh mereka.


"Fuhh... Untung aku membawa peluru cadangan."


Selesai membunuh orang-orang yang mencoba menyerang mereka, Hedrick kembali ke tempat di mana ia meninggalkan Yuval berserta mobilnya. Terlihat Yuval bergegas menghampiri Hedrick saat melihat ia keluar dari hutan dengan santai nya.


"Kakak baik-baik saja?" tanya Yuval dengan nada khawatir.


"Apa aku tidak terlihat baik-baik saja di matamu?"


"Iya, kakak terlihat bugar. Lalu dimana orang-orang itu?" Yuval melirik ke arah hutan yang gelap gulita.


"Tidak tahu. Tersesat mungkin," jawab Hedrick sambil berjalan menuju mobilnya.


"Apa yang terjadi? Aku barusan mendengar suara tembakan beruntun. Itu membuatku takut kalau terjadi apa-apa pada kakak."


"Maaf membuatmu takut. Lupakanlah kejadian malam ini dan jangan perna beritahu siapapun termasuk paman dan bibi. Ayok pulang, ini sudah lewat tengah malam."


Hedrick melakukan mobilnya kembali menyelusuri jalan raya. Tidak sampai lima menit berkendara tiba-tiba datang satu mobil mengikuti mereka dari belakang. Walau Hedrick sudah berusaha untuk mempercepat laju mobilnya namun mobil tersebut masih terus memepet mobil Hedrick ke tepi.


"Kali ini apa lagi? Mereka tidak ada kapok-kapoknya apa?"


"Ada apa kak?"


"Kau kenal mobil yang ada dibelakang kita ini?" tanya Hedrick pada Yuval sambil melirik kaca spion.


Yuval menoleh kebelakang agar bisa melihat lebijelas mobil siapa itu. "Aku tidak terlalu yakin, tapi mobil itu sepertinya milik Nolan. Em... Apa mungkin orang-orang tadi suruhannya juga?"


"Jika itu benar berarti bocah itu sepertinya mengabaikan peringatan ku. Jangan salahkan aku jika tidak segan-segan lagi kali ini."


Duar!


"Haha... Rasakan itu. Akan aku buat kalian mengalami kecelakaan, dengan begitu tidak akan ada yang menyalahkan aku atas kematian kalian! Rasakan ini!"


Nolan kembali menabrakkan mobinya ke mobil Hedrick. Ia tertawa melihat mobil didepannya mulai oleng karna kehilangan keseimbangan. Tidak terima hal itu, Hedrick menacap gas mobilnya secepat mungkin. Nolan dan Yuval sempat berpikir Hedrick mau kabur namun sesuatu yang tidak terduga adalah Hedrick malah memutar mobilnya 360°. Yuval sampai berteriak histeris. Kemudian Hedrick menancap gas mobilnya ke arah mobil Nolan. Lagi-lagi Yuval kembali dibuat berteriak. Ia menutup wajahnya ketika mobil mereka semakin dekat menabrak mobil Nolan. Kaget atas tindakan pengemudi di depannya, Nolan membanting stir mobil ke kiri untuk menghindari tabrakan tersebut. Seketika mobilnya oleng lalu terlempar ke sisi kiri jalan dan berakhir terbalik setelah berguling beberapa kali. Yuval yang mendengar suara tabrakan itu sontak langsung membuka matanya. Tapi ia dibuat bingung setelah tahu mereka baik-baik saja dan masih melaju tenang di jalanan.


"Kita selamat? Apa yang terjadi? Dimana mobil Nolan?" tanya Yuval sambil menoleh kebelakang.


"Dia membanting stir ke kiri dan berakhir kecelakaan," jelas Jedrick tanpa menoleh pada Yuval.


"Apa?! Apa dia akan baik-baik saja?"


"Tidak peduli. Bukan salahku karna dia mulai duluan. Jika dia mati pun tidak ada kaitannya denganku karna dia kecelakaan akibat ulah nya sendiri."


Tidak ada percakapan setelahnya diantara mereka. Hedrick menambah sedikit kecepatan mobilnya agar segera sampai di rumah. Tak membutuhkan waktu lama mereka tiba di rumah. Hedrick memasukkan mobilnya ke garasi setelah pintu garasi terbuka secara otomatis. Ia turun dari mobil untuk melihat kerusakan yang ada. Beruntung kerusakan mobilnya tidak terlalu parah. Cuman penyok sedikit dan kaca lampu belakang sebelah kanan pecah. Membawanya ke bengkel besok mungkin adalah pilihan bagus.


...⚛⚛⚛⚛...


Pagi-pagi berita kecelakaan semalam tersiar juga di tv. Tidak dipungkiri karna kecelakaan tersebut melibatkan tuan muda dari keluarga Andretti. Dikabar pengemudi, Nolan Andretti mengalami cedera yang cukup serius dan bahkan mungkin dapat berakibat fatal. Saat itu ia telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Dugan pertama polisi yang menyelidiki peristiwa itu kalau kecelakaan tersebut karna kesalahan dari si pengemudi itu sendiri. Kemungkinan si pengemudi berkendara dengan kecepatan tinggi dan dalam keadaan mabuk. Hal ini diperkuat dengan terciumnya bau alkohol dari tubuh Nolan.


Selain berita tersebut, dikabarkan juga penemuan tiga mobil tanpa pemilik di lokasi tak jauh dari tempat kecelakaan tersebut terjadi. Tidak ada yang tahu pemilik dari ketiga mobil tersebut. Karna mengganggu mobil-mobil itu diderek ke tepi. Tidak ditemukan sesuatu yang janggal di dalam setiap mobil tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan diketahui ketiga mobil itu milik para preman yang memang sering terlihat di wilayah itu. Tapi tidak ada yang tahu kemana perginya anggota preman-preman tersebut, sampai sorenya mereka semua baru ditemukan di dalam hutan dalam keadaan tewas. Mereka semua meninggal akibat tertembak. Polisi juga segera menyelidiki kasus kematian ini. Mereka memperkirakan kalau kasus ini murni sebuah kasus pembunuhan. Sebab tidak ditemukan senjata api di setiap tubuh korban. Yang menjadi pertanyaan mereka cuman apa motif dari pembunuhan tersebut? Tapi sepertinya akan sangat sulit dipecahkan karna tidak ada informasi yang jelas.


Yuval yang mendengar kabar sedikit dibuat takut. Bagaimana jika polisi tahu apa yang terjadi semalam dan malah menangkap mereka sebagai tersangka? Yuval tentu tidak mau hal ini sampai terjadi. Tapi Hedrick menyakinkan adik sepupunya itu untuk tidak takut. Toh, mereka tidak bersalah. Jika Nolak berhasil selamat juga dia tidak bisa melaporkan mereka ke polisi. Hedrick bisa menyangkal tuduhan tersebut karna tidak ditemukan bukti yang mengarah padanya. Hedrick mengatar Yuval ke apartemen orang tuanya. Kedatangan mereka disambut bahagia oleh Theodor dan Maria. Tidak mengherankan juga karna sudah lama mereka tidak kumpul bersama seperti ini. Sangking senangnya Maria sampai kalang kabut menyiapkan makan malam kesukaan kedua putra nya itu. Hedrick sudah mendunga hal ini akan terjadi. Ia pasti tidak akan diizinkan pulang sampai besok pagi.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε