The Art of Female Death (Psychopath)

The Art of Female Death (Psychopath)
Permainan blackjack



Permainan berlanjut dan tampak semakin seru. Dealer mengocok kembali kartu lalu tak berapa lama membagikannya pada Hedrick dan Mr. Geraldo. Namun kali ini Hedrick lagi-lagi dilanda kesialan. Kartunya kali ini cuman bernilai 13 saja, berselisih dua angka dari kartu milik Mr. Geraldo yang bernilai 15. Mr. Geraldo menang telak dan mendapat keuntungan yang begitu besar malam ini. Tumpukan chip dihadapannya telah menggunung.


"Hm, bocah ini ternyata tidak sehebat yang aku kira. Aku bahkan bisa menang darinya tanpa berbuat curang sedikitpun," batin Mr. Geraldo. "Bagaimana bocah? Kau telah kehabisan semua chip mu. Apa kau masih ingin bertaruh lagi?" tanya Mr. Geraldo dengan senyum lebar. Ia merasa bangga atas kemanangannya ini.


"Monica, Poppy, pinjamkan semua chip kalian. Aku janji akan mengembalikannya dua kali lipat."


"Ooh... Kau masih mau main. Kau bahkan mengorbankan chip kedua para gadis itu."


"Kenapa tidak?"


"Jangan sombong!"


Sama seperti sebelumnya. Setelah menerima kartu mereka masing-masing, Hedrick hanya mengintipnya sekilas lalu menunggu Mr. Geraldo memperlihatkan kartunya duluan. Dengan penuh percaya diri Mr. Geraldo membalik kartunya. Angka yang diperolehnya bernilai 18, suatu angka yang menjanjikan. Tanpa menunggu lama Hedrick kemudian menunjukan kartu yang ia dapat. Semua orang terdiam sesaat begitu melihat kartu milik Hedrick lalu tak lama merekapun tertawa terbahak-bahak termasuk Mr. Geraldo. Ternyata kartu yang Hedrick miliki bernilai 22, lebih satu angka dari nilai yang diharapkan. Secara otomatis Hedrick kalah.


"Hahaha... Dia terlalu percaya diri dari awal."


"Dia merasa dapat mengalahkan Mr. Geraldo yang telah memenangkan banyak permainan tapi nyatanya tidak. Sungguh kasihan."


"Mungkin dia ingin pamer pada dua wanita disebelanya tapi malah mempermalukan dirinya sendiri."


"Jika aku jadi dia, aku pasti telah pergi dari casino ini dan tidak perna datang lagi."


"Tidak hanya menghabiskan chipnya namun ia juga merugikan kedua wanita itu."


"Mr. Geraldo memang luar biasa. Awalnya pria itu lumannya hebat dalam bermain sebelumnya tapi begitu dihadapan dengan Mr. Geraldo, dia benar-benar tidak diberi kesempatan untuk menang."


Bisik semua orang yang menonton permainan antara Hedrick dan Mr. Geraldo. Sebagian besar kalimat mereka tampak mencemol dan mengejek Hedrick. Namun Hedrick tidak menggubris setiap perkataan mereka. Ia terlihat santai-santai saja tidak seperti orang yang habis kalah taruhan. Apalagi Hedrick telah rugi besar dari jumlah chipnya yang hilang.


"Lebih baik kau menyerah saja anak muda. Kau tidak akan mungkin bisa mengalahkan Mr. Geraldo," ujar wanita yang duduk di sebelah Mr. Geraldo. Ia tampak senang menyusun semua chip dari hasil kemenangan pacarnya.


"Mau menyerahpun dia tidak bisa. Dia telah menerima tantangan dari sang juara. Permainan ini tidak akan berhenti sampai seluruh chipnya habis."


"Anda benar sekali Mr. Geraldo. Sekarang aku masih memiliki satu chip yang tersisa. Itu berarti aku berkesempatan bermain satu kali lagi dengan mu," kata Hedrick sambil memainkan satu chip yang sengaja ia sisi kan.


"Hahaha... Kau mau melawanku dengan cuman mengandalkan satu chip saja. Apa kau tidak cukup dipermalukan?"


"Bukankah peraturannya memang seperti itu? Atau kau malah takut kalau keberuntunganmu telah habis malam ini dan kau kalah cuman karna satu chip saja."


"Aku tidak takut sama sekali! Begini saja, aku akan mempertaruhkan semua chip milikku. Tapi jika aku menang, kedua gadis disampingmu itu akan menemaniku malam ini dan kau harus merangkak keluar dari tempat ini, bagaimana?"


"Sepakat," dengan tengas Hedrick menjawab sambil meletakan satu chipnya di meja taruhan.


"Hedrick! Apa kau menjual kami?!" protes Monica tidak terima.


"Kau sangat keterlaluan!" bentak Poppy sama kesalnya.


"Kalian berdua doakan saja aku menang, dengan begitu sama dengan mendoakan diri kalian sendiri."


"Lebih baik lakukan apa yang dikatakan temanmu itu nona, dia mungkin sangat membutuhkannya... Untuk kalah. Hahaha..." tawa pacar Mr. Geraldo dengan lucunya.


"Sebaiknya kau menang kali ini Hedrick karna yang kau pertaruhkan disini adalah hidup kami," pinta Monica dengan sangat.


"Sesuai keinginanmu, kak."


Selain semua chip yang ia punya, Mr. Geraldo meletakan sebuah kartu berwarna silver. Kartu tersebut sebagai tanda kepemilikan dari seluruh chipnya. Kartu di bisa didapat setelah pemain memiliki lebih dari seribu chip. Setelah taruhan dipasang, Dealer membagikan kartu ke masing-masing pemain. Hedrick mengintip sedikit ujung kartu yang telah didapatnya. Tidak seperti sebelumnya, ia kali ini memasang raut wajah datar. Sedangkan Mr. Geraldo, baru saja mengintip kartu miliknya ia tiba-tiba berteriak sambil memperlihatkan kartunya.


"Aha! Kalahkan itu. Aku menang!"


Dengan bangga Mr. Geraldo menunjukan kartu miliknya yang bernilai 20. Monica dan Poppy tampak lemas melihat hasil yang Mr. Geraldo peroleh. Kecil harapan bagi Hedrick untuk memenangkan permainan ini.


"Hah... Maafkan aku Monica, Poppy. Sepertinya aku tidak bisa mengembalikan chip kalian dua kali lipat," ujar Hedrick semakin mengecilkan harapan kedua gadis itu. "Karna aku bisa mengembalikannya sepuluh kali lipat! Iya, Blackjack!" teriak Hedrick kemudian sambil membalik kartunya yang bernilai 21.


"Wow... Hedrick, luar biasa."


"Kau menang. Kau sungguh-sungguh menang lebih dari lima ribu chip dengan hanya mempertaruhkan satu chip saja."


"Ini benar-benar gila."


Di satu sisi Monica dan Poppy ikut senang dan berdecak kagum atas kemenangan Hedrick, mereka juga dapat menghembuskan nafas lega. Yang lebih penting dari kemenangan ini adalah hidup mereka yang sempat Hedrick pertaruhkan. Sementara itu Mr. Geraldo hanya bisa mematung atas kekalahannya yang tidak terduga. Bahkan para penonton sekalipun dibuat tercengang dengan perputaran roda yang begitu cepat. Dari satu chip yang tersisa ternyata dapat membalikkan keadaan sampai membuat Hedrick tiba dipuncak tertinggi. Berkat kemenangan tersebut nama Hedrick seketika menggantikan nama Mr. Geraldo di layar utama dan menjadi wajah baru di Casino tersebut.


"Tidak, ini tidak mungkin. Bagaimana bisa aku kalah? Tidak seharusnya aku lenga seperti ini. Tidak! Aku tidak terima! Kau... Kau pasti curang!" tuduh Mr. Geraldo tidak terima atas kekalahannya.


"Curang? Lihat sekeliling mu Mr. Geraldo. Bagaimana aku dapat curang diantara kerumunan orang yang tidak aku kenal ini."


"Itu benar. Aku bisa jadi saksi kalau Hedrick sama sekali tidak curang," kata Monica angkat bicara membela Hedrick.


"Terima saja kekalahanmu Mr. Geraldo."


"Kalian dua gadis kecil tidak berhak ikut campur!" bentak pacar Mr. Geraldo pada Monica dan Poppy.


"AAAH....!! Aku takan biarkan kalian lolos! Kalian harus membayar karna telah mempeemalukanku!!" bentak Mr. Geraldo sangking kesalnya. Ia hendak mengayunkan pukulannya ke Hedrick disaat tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε