
Hedrick mengeluarkan jarum suntik dan mulai perlahan menyuntikkan zat hirudin ke tubuh Natasya. Sambil menunggu obat berkerja, Veeno mengambil baskom besar dan meletakkannya tepat di bawah kaki Natasya. Karna luka-luka Natasya terlalu kecil, mereka berencana menguliti kakinya. Tapi karna terlalu bersemangat mereka malah berlebihan menguliti kaki Natasya. Betis jenjangnya bukan kehilangan kulit lagi tapi melainkan kehilangan daging. Tampak tulang betis berwarna putih bernodakan darah segar. Darah benar-benar meluncur deras tertampung ke dalam baskom plastik. Kesadaran Natasya semakin menurun drastis secepat semua darahnya mengalir keluar meninggalkan tempatnya. Tidak sampai lima menit Natasya menghembuskan nafas terakhirnya namun darahnya masih terus mengalir sampai kering.
Veeno membawa baskom berisi darah tersebut keluar dari ruang bawah tanah. Sedangkan Hedrick menurunkan tubuh Natasya, melepaskan ikatandi tangan serta kakinya lalu membawa mayat itu keluar. Di teras belakang vila, Veeno menyiapkan campuran semen, pasir, air dan tak lupa sebaskom darah tadi masuk ke dalam mesin pengaduk. Setelah adukan tercampur rata, Veeno dan Hedrick melumuri mayat Natasya dengan adukan semen sampai seluruh tubuhnya tertutupi. Tubuh Natasya lebih mirip seperti patung batu namun yang membedakan hanyalah dari aromanya yang amis darah. Mencium sekilas bau anyir dari patung ini membuat semua orang akan sadar kalau ada yang tidak beres. Butuh waktu beberapa jam sampai patung mengering. Sambil menunggu Hedrick dan Veeno memutuskan untuk tidur sejenak.
...⚛⚛⚛⚛...
Setelah bungkam lebih dari tiga minggu kini seni mereka telah selesai dan siap untuk dipersembahkan ke masyarakat luas. Jam 04.35 mereka sampai di taman pinggir kota, lokasi dimana mereka akan meletakan karya seni mereka. Di jam seperti ini taman masih terbilang sepi dari pengunjung taman yang biasa jogging atau sekedar menikmati suasana pagi. Hedrick dan Veeno menurunkan patung Natasya dari mobil lalu menyandarkannya di pohon. Tak lupa Hedrick juga menghias patung tersebut dengan rangkaian bunga putih. Kemudian mereka berlalu pergi begitu saja.
Seperti yang diduga. Beberapa orang yang mulai jogging pagi menaruh curiga pada patung tersebut saat melaluinya. Bau darah yang menyengat membuat orang-orang itu segera menghubungi polisi untuk memeriksanya. Mendengar laporan tersebut polisi bergerak menuju lokasi. Patung tersebut segera diamankan. Betapa terkejutnya mereka begitu patung itu dipaksa dibongkar. Mereka menemukan seongok mayat perempuan di dalamnya. Dan yang lebih membuat mereka terkejut lagi adalah selembar kertas kode yang terselip di rangkaian bunga. Sebuah kode dari pembunuhan berantai yang sempat bungkam tiga minggu ini telah kembali beraksi.
Para polisi langsung mengevaluasi mayat di dalam patung tersebut kemudian membawanya ke rumah sakit untuk diotopsi dan menyelidiki identitas korban. Setelah penyelidikan terungkap identitas korban bernama Natasya Adams, gadis berumur 15 tahun yang dilaporkan diculik kemarin. Pihak keluarga telah diberitahu kabar duka ini. Mr dan Mrs. Adams dibuat shock mengetahui putri mereka ditemukan meninggal dunia dalam keadaan sangat mengenaskan. Mrs. Adams menangis histersi dan sampai pingsan saat menemui mayat putrinya di kamar mayat.
Kondisi Natasya begitu memprihatikan walau telah dibersihkan. Wajahnya dipenuhi luka akibat tusukan duri landak dan bekas jahitan di sekitar bibir. Kedua daun telinganya hilang, sekujur tubuh dipenuhi luka bakar serta Staples dan yang paling parah dari semua itu adalah kondisi betis Natasya yang tinggal tulang. Untuk daging betis yang Hedrick dan Veeno pisahkan dari kaki Natasya sengaja tidak di masukan ke dalam seni mereka. Seongok daging tersebut mereka gunakan untuk keperluan lain. Nanti aku jelaskan di episode berbeda.
Mrs. Adams tidak mengira putrinya akan menjadi salah satu korban dari pembunuhan berantai yang ramai dibincangkan masyarakat luas saat ini. Penyesalan juga ia sepat rasakan karna mengizikan Natasya keluar malam waktu itu. Jika tidak, Natasya tak mungkin berakhir seperti ini. Mr. Adams mencoba menenangkan hati istrinya yang terluka atas kepergian putri mereka walaupun dalam hatinya sendiri merasakan hal yang sama.
Selesai otopsi mayat korban diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan. Acara pemakaman itu diiringi suara tagis dari pihak keluarga dan teman-teman Natasya yang berduka. Mereka sungguh merasa kehilangan dan tak percaya Natasya akan pergi secepat ini. Natasya yang mereka kenal adalah gadis berperilaku baik dan ramah pada semua orang. Namun tidak sedikit dari mereka yang mengetahui watak asli Natasya. Mereka beranggapan kalau watak buruknya inilah yang mengatarkanya pada kematian yang mengenaskan. Di hari pemakaman Natasya perusahaan yang Mr. Adams pimpin diliburkan. Seluruh karyawan ikut menghadiri acara pemakaman tersebut untuk menyampaikan belasungkawa mereka, tidak terkecuali Hedrick. Dengan senyum yang disembunyikan ia meletakkan setangkai bunga di batu nisa Natasya. Ia ingin berterima kasih karna Natasya telah bersedia menjadi teman main mereka yang cukup memuaskan.
...⚛⚛⚛⚛...
Berbalik dari petugas polisi yang dibuat pusing oleh ulah Veeno, kita kembali ke Tina dan Amy. Sekembalian Hedrick dan Veeno dari berlibur, mereka tidak leluasa lagi bermain dengan Sara. Hedrick tidak mengizinkan mereka untuk terus menyiksanya. Tapi tak jarang juga mereka masih sesekali menjahili Sara. Dengan alasan Sara mengadukan perbuatan mereka pada Hedrick dan Veeno yang membuat mereka dihukum. Tentunya ini cuman kebohongan belaka. Mereka sama sekali tidak dihukum malah mendapat hadiah.
Hedrick tahu tentang perbuatan diam-diam mereka bedua. Itu bisa ditebak dari sejumlah luka di tubuh Sara yang tidak kunjung sembuh. Sara tidak berani memberitahu masalah ini pada Hedrick atau Veeno karna ia mendapat ancaman dari Tina dan Amy. Jika ia memberitahukannya maka Tina dan Amy akan memberi siksaan yang lebih berat dari sebelumnya. Sara sungguh sangat tertekan. Ia bahkan sering meracau sendiri seperti orang gila dengan ekspresi ketakutan akan sesuatu.
.
.
.
.
.
.
ξκύαε