
Diawal-awal mereka menggunakan nama samaran ini mereka perna diremehkan sebelumnya. Karna bukan berasal dari keluarga besar atau kelompok-kelompok yang ditakuti membuat orang-orang yang sok hebat dengan beraninya ingin berkenalan pada anak baru tersebut. Hedrick dan Veeno sengaja dipersulit dan bahkan perna disiram minuman. Tentu mereka tidak terima. Tanpa basa basi Hedrick dan Veeno menghajar sekelompok orang yang mencari masalah dengan mereka sampai babak belur. Klub malam yang mereka datangi itu hancur berantakan akibat perkelahian mereka. Semua orang yang ada dibuat tercengang. Sebagai penutupan Hedrick dan Veeno menghamburkan uang ke udara sebagai ganti rugi atas kerusakan yang ada. Sejak saat itu tidak ada lagi yang meremehkan mereka. Bahkan di beberapa tempat mereka malah begitu disambut.
Tapi malam ini Hedrick tidak bisa bersenang-senang seperti biasa. Ada undangan pesta perjamuan yang diadakan perusahaan Hatcher yang harus ia hadiri. Pesta perjamuan sebagai bentuk peresmian merek minuman terbaru mereka. Hedrick sempat mengajak Veeno untuk menghadiri pesta itu namun Veeno menolaknya dengan tegas. Lebih baik ia menghabiskan waktu bermain di casino sendirian dari pada harus menghadiri pesta tersebut. Hedrick tidak memaksa. Jika tidak mau ikut, ya sudah.
Hedrick berangkat lebih awal menuju gedung yang telah di pesan untuk penyelenggaraan pesta perjamuan. Pesta perjamuan malam ini tidak lebih dari pesta perjamuan yang biasa Hedrick datangi. Yang membedakan cuman pesta ini jauh lebih mewah. Tidak mengherankan jika pesta dari keluarga kaya bisa semewah itu. Hedrick dengan cepat berbaur di keramaian pesta itu. Sejumlah orang yang tidak ia kenal sebelumnya seketika saling mengenal antara satu sama lain seperti teman yang sudah lama tidak bertemu.
Pesta perjamuan dimulai saat Mr. Hatcher berserta keluarga telah hadir dan dipersilakan naik ke atas panggung untuk menyampaikan satu dua kata. Namun dipertengahan kata sambutan tersebut tiba-tiba ada seseorang naik ke atas panggung dan terlihat membisikan sesuatu pada Mr. Hatcher. Semua tamu undangan dibuat bertanya-tanya apa lagi melihat raut wajah Mr. Hatcher tampak terkejut. Sebenarnya apa yang telah terjadi? Kebingungan mereka semakin bertambah saat Mr. Hatcher turun dari panggung. Hedrick yang penasaran apa yang terjadi sebenarnya lekas beranjak dari kursinya. Ia beralasan ingin pergi ke toilet pada rekan semejanya.
Di luar ruang utama perjamuan Hedrick mengintip Mr. Hatcher dari balik tembok. Mr. Hatcher terlihat berbincang dengan seseorang dibalik telpon dan maksud orang itu sama sekali tidak baik. Sangat jelas dari nada bicara Mr. Hatcher yang tinggi. Keadaan lorong yang sepi memungkinkan Hedrick mendengar percakapan tersebut.
"Siapa kau sebenarnya?!! Apa maumu?"
"Kau tidak perlu tahu siapa aku Mr. Hatcher," ujar orang yang ada di balik telpon dengan suara yang disamarkan. "Aku cuman ingin meminta mu melakukan apa yang aku perintahkan. Hanya untuk malam ini saja."
"Kalau aku tidak mau, bagaimana?"
"Jika Mr. Hatcher tidak mau, tidak apa. Paling aku akan meledakkan bom yang telah aku pasang disetiap area perjamuan."
"Apa?!" Mr. Hatcher sangat kaget begitu mengetahui ada bom di pestanya.
"Tidak perlu repot-repot mencari dimana letak bom nya atau berencana melaporkan hal ini pada polisi, karna aku mengetahui setiap gerak gerik kalian semua. Aku bisa saja langsung meledakan bomnya kapanpun aku mau."
"Jangan macam-macam!"
"Tenang Mr. Hatcher. Selama kau mengikuti semua perintahku makan kalian akan selamat. Aku janji tidak akan memintamu mengakhiri hidupmu di depan tamu undangan atau membunuh orang lain."
"Hah?!" raut wajah Mr. Hatcher sungguh tegang dengan tubuh merinding. Apa iya orang tersebut mau menepati janjinya?
"Siapa gerangan orang yang berani membuat raut wajah Mr. Hatcher berubah seperti itu?" pikir Hedrick.
"Jangan melawan. Ikut kami dengan patuh."
Hedrick sedikit dikagetkan dengan kehadiran seorang pria di belakangnya. Pria itu merupakan salah satu bawahan Mr. Hatcher. Ia meminta Hedrick keluar dari persembunyiannya dan menggiringnya menemui Mr. Hatcher.
"Mr. Hatcher, saya menangkap orang ini sedang menguping pembicaraan anda," ujar pria itu pada atasannya.
"Hedrick?"
"Maaf Mr. Hatcher. Aku tidak bermaksud menguping pembicaraan mu," kata Hedrick setenang air.
"Apa saja yang kau dengar?"
"Tidak terlalu banyak yang bisa aku dengar tapi aku dapat menyimpulkan kalau ada seseorang yang sedang mengancam dirimu. Aku sedikit penasaran orang seperti apa yang berani mengancam anda?"
"Baiklah. Aku juga bukan orang yang suka ikut campur urusan orang lain selama itu tidak melibatkan ku."
"Baguslah jika kau mengerti."
Hedrick dan Mr. Hatcher kembali ke pesta perjamuan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Hedrick melangkah menuju ke kursinya. Ia sama sekali tidak terlihat membahas masalah yang dialami Mr. Hatcher pada rekan semejanya.
"Sepertinya Hedrick bisa dipercaya," pikir Mr. Hatcher.
Sebelum pergi Mr. Hatcher memang memerintahkan pada salah satu bawahannya untuk terus memperhatikan gerak gerik Hedrick dari kejauhan. Ia tidak mau ada yang tahu tentang masalah ancaman ini. Itu bisa membuat pestanya kacau dan akan menimbulkan kepanikan diantara tamu undangan. Mr. Hatcher menyelipkan handset di telinganya agar tetap terus terhubung dengan orang yang mengancamnya. Ini juga bertujuan supaya tidak ada yang tahu kalau sebenarnya ada seseorang yang sedang mengendalikan dirinya.
Dengan perasaan gugup Mr. Hatcher kembali naik ke atas panggung. Mula-mula ia meminta maaf pada hadirin karna meninggalkan panggung secara tiba-tiba. Ia mencari alasan serealistis mungkin sebelum melanjutkan acara. Sejauh ini belum ada perintah dari orang yang mengancamnya itu. Namun tiba-tiba disaat ia hendak turun dari panggung terdengar suara perintah dari balik handsetnya.
"Berkokok lah seperti ayam!"
"Yang benar saja!" protes Mr. Hatcher dengan suara kecil.
"Lakukan! Apa kau lupa konsekuensinya jika tidak menuruti perintahku?"
Mr. Hatcher menggeretakan giginya dengan kesal. Mau tidak mau ia harus mengikuti perintah tersebut karna banyak nyawa yang dipertaruhkan disini.
"Kukuruyuk....."
"Ffrtt.... Uhuk! Uhuk!" Hedrick yang sedang minum dibuat tersedak karna mendengar itu. "Astaga. Orang yang mengancam Mr. Hatcher benar-benar ingin mempermalukannya."
"Keterlaluan! Ini sungguh malukan," gerutu Mr. Hatcher dalam hati.
Semua tamu undangan yang mendengar suara itu dibuat kaget dan tak percaya kalau Mr. Hatcher berani bersuara seperti ayam di hadapan semua orang. Apa lagi di malam yang begitu penting baginya ini. Mereka bertanya-tanya apa dorongan Mr. Hatcher sampai melakukan hal yang begitu memalukan itu.
.
.
.
.
.
.
ξκύαε