The Art of Female Death (Psychopath)

The Art of Female Death (Psychopath)
Berurusan dengan orang yang salah



"Benar sekali. Ayok pergilah kalian orang-orang rendahan dan jangan kembali lagi."


"Orang-orang rendahan? Siapa yang kau katakan itu?" Hedrick seketika menahan krah baju Yuval.


"Kakak."


"Ya tentu saja kalian. Siapa lagi? Orang seperti kalian tidak cocok ada disini. Kalian cuman mengotori tempat ini."


"Oh, mungkin kau salah mengartikan perkataanku. Yang aku maksud kenapa kami lebih memilih pergi dari disini adalah karna tempat ini terlalu rendah bagi kami," kata Hedrick balik perkataannya.


"Apa?! Berani sekali kau bicara seperti itu padaku!" bentak Nolan tidak terima.


"Kakak, apa yang kau lakukan?" bisik Yuval pada Hedrick.


"Kau tenang saja. Selagi ada aku, tak akan aku biarkan bocah ingusan seperti dia merendahkan mu."


"Bocah ingusan katamu?!! Yuval sebaiknya kau ajarkan kakakmu ini tahu diri tempatnya ada dimana, kalau tidak..."


Bugk!


Satu kaleng soda tiba-tiba menghantam wajah Nolan dengan sangat kuat sampai dahinya terlihat memar. Semua orang di klub itu dibuat terkejut melihat kejadian tersebut.


"Ah, maafkan aku. Aku kira mulutmu itu tempat sampah karna bau sekali!" ejek Hedrick dengan tatapan tajam.


"Kau... Kau belum tahu siapa aku! Berani sekali kau melemparkan kaleng ini..."


Bugk!


Belum selesai Nolan bicara satu kaleng soda kembali mendarat di wajahnya. Hal hasil memar di dahinya bertambah.


"Aku tak peduli siapa kau. Orang yang berani mencari masalah denganku atau orang-orang ku akan menerima akibatnya," aura membunuh Hedrick seketika terpancar semakin kuat dari tubuhnya.


"He, kau pikir dirimu itu siapa? Jangan sok hebat di depanku! Semuanya hajar dia!" perintah Nolan pada anak buahnya.


"Kakak, aku rasa ini tidak baik. Mereka berjumlah banyak sekali," Yuval sedikit ketakutan karna ia berpikir tidak akan bisa menang melawan mereka semua.


Hedrick tidak mempedulikan Yuval. "Aku sudah memberi kau kesempatan minta maaf tapi kau malah minta dihajar. Tidak mengapa, aku akan sedikit bermain denganmu."


"Kakak, apa kau yakin?"


"Menjauhlan jika kau tidak ingin terluka adikku."


"Jangan sombong!" bentak Nolan.


Sekelompok anak buah Nolan maju menyerang duluan. Hedrick mendorong tubuh Yuval menjauh sebelum balik membalas serangan tersebut. Perkelahian sengitpun terjadi mengacaukan klub malam tersebut. Semua orang berlarian keluar menyelamatkan diri. Dengan perginya orang-orang semakin membuat Hedrick lebih leluasa menghajar bawahan Nolan. Tidak membutuhkan waktu lama satu-persatu dari mereka berhasil dikalahkan. Yuval yang menyaksikan perkelahian tersebut dibuat tercengang. Yang awalnya ia takut tidak mungkin menang melawan sekelompok orang tersebut tapi nyatanya cukup Hedrick seorang dapat mengalahkan mereka semua. Sementara itu Nolan lah yang kali ini dibuat merinding ketakutan. Tubuhnya gemetar hebat saat Hedrick melirik tajam padanya setelah mengalahkan anak buahnya yang terakhir.


"Tinggal satu bocah lagi," kata Hedrick sambil melangkah mendekati Nolan.


"A-apa yang mau kau lakukan. Aku peringatkan kau, aku adalah..."


Hedrick lebih dulu mencengkram krah baju Nolan sebelum ia menyelesaikan kalimatnya. "Aku tidak peduli siapa kau dan mau berasal dari mana. Yang jelas kau telah meremehkan adikku serta kudengar kau selalu mengganggunya di kampus. Terima saja akibatnya!"


Hedrick mengepalkan tangannya hendak menonjok wajah Nolan. Tapi gerakannya terhenti saat penanggung jawab klub malam itu berlari cepat menghampirinya. Ia segera datang begitu tahu Nolan membuat masalah dan orang yang ia singgung adalah Hedrick.


"Andretti?!" Hedrick seketika melepaskan Nolak saat tahu Nolan berasal dari keluarga Andretti. "Kalau tidak salah Felicia merupakan nona muda dari keluarga Andretti, dan dia memang memiliki adik yang seumuran dengan Yuval. Apa mungkin bocah ini adiknya?"


"Terima kasih Mr. Auxerrois, mau melepaskannya. Saya mewakilkannya untuk minta maaf pada anda. Mr. Andretti masih terlalu muda dan naif. Ia tidak tahu apa-apa. Saya akan melaporkan hal ini pada ayahnya dan memastikan ia mendapat hukuman. Bila perlu saya bisa memberi kompensasi pada anda sebagai bentuk permintaan maaf saya," ujar penanggung jawab klub itu meminta maaf atas kejadian tersebut walau sebenarnya ia lah yang dirugikan dalam hal ini.


"Tidak perlu. Mengingat dia berasal dari keluarga Andretti, aku akan melepaskannya kali ini," Hedrick berbalik lalu berjalan mendekati Yuval.


"He, apa sekarang kau takut setelah tahu siapa aku? Jangan sok belagak keren!" teriak Nolan tidak ada kapok nya.


Bugk!


Satu tonjokkan keras mendarat di wajah Nolan ketika Hedrick berbalik. Akibat tonjokkan tersebut Nolan harus tersungkur ke lantai dengan sudut bibir terluka dan memar.


"Apa yang bisa dilakukan keluarga kecilmu itu untuk membuatku takut? Sebaiknya kau jangan perna muncul dihadapanku lagi, kalau tidak aku akan membuatmu mati dengan sangat mengenaskan!" ancam Hedrick dengan sangat tegas. Ia kemudian berlalu pergi bersama Yuval. Ia tidak mau kesabarannya habis karna terus berlama-lama disana dan malah membunuh orang dihadapan adik sepupunya sendiri.


"Dasar bodoh!" bentak penanggung jawab klub itu pada Nolan. "Kenapa kau bicara seperti itu pada Mr. Auxerrois? Apa kau ingin mati? Nasib baik dia masih memberimu kesempatan, kalau tidak... Aku tidak dapat membayangkan apa yang bisa ia lakukan padamu tadi."


"Memangnya siapa Mr. Auxerrois ini? Namanya saja diambil dari salah satu jenis buah anggur. Terdengar sangat biasa sekali."


"Bocah ingusan sepertimu tahu apa? Dibalik nama julukan tidak biasa dan sederhana itulah membuat mereka semakin misterius. Orang atau kelompok yang memilih nama julukan yang terdengar sangar sebenarnya cuman ingin ditakuti tapi nyatanya mereka tidak sesangar julukan mereka! Hah... Sekarang kau telah menyinggunya dan menghancurkan tempat ini. Aku bisa dimarahi bosku karna ulahmu."


"Aku akan mengganti kerusakan yang ada."


"Sudah seharusnya."


"Tch! Siapa sih sebenarnya kakak si cupu Yuval ini? Karna dia aku malah rugi besar malam ini. Tidak bisa dibiarkan! Malam ini juga aku harus membalaskan dendam ini! Mereka harus mati!" geram Nolan dalam hati.


Nolan keluar dari klub malam itu lalu menghubungi seseorang. Setelah menelpon ia pergi meninggalkan klub malam tersebut menggunakan mobilnya. Satu jam setelah kepergian Hedrick dan Yuval dari klub malam itu, tiba-tiba mobil mereka dicegat mobil lain yang seketika memblokir jalan. Tidak hanya satu, ada tiga mobil sekaligus berhenti di depan mereka. Hedrick terpaksa mengijak rem. Satu-persatu orang dalam mobil itu keluar menghampiri mobil Hedrick sambil membawa tongkat baseball.


"Kakak, apa yang mau mereka lakukan?" tanya Yuval.


"Tetaplah di dalam mobil atau bila perlu sebaiknya kau pergilah dari sini. Aku akan menghadapi mereka."


"Aku tidak akan meninggalkanmu."


"Hah... Ya sudah," Hedrick mengacak-acak rambut Yuval sebelum melangkah keluar dari mobil.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε