The Art of Female Death (Psychopath)

The Art of Female Death (Psychopath)
Untung tidak ketahuan



Setelah pulang kerja Hedrick mendapat telpon dari Veeno kalau kerajinan tangan kulit manusia sudah selesai dikerjakan Amy dan Tina. Mengetahui hal itu lantas Hedrick segera pergi menuju vila untuk melihat hasil kerajinan tersebut. Sampai di vila, Hedrick langsung menemui Tina dan Amy di ruangan tempat dimana mereka menjahit. Sudah ada Veeno disana sambil melihat-lihat sebuah tas yang terbuat dari kulit wajah Sara. Tas itu merupakan karya terbesar Tina dan Amy dan yang paling rumit. Mereka harus ekstrak berhati-hati agar wajah Sara tertempel cantik di bagian depan tas tersebut. Selain itu ada juga kerajinan tangan yang tak kalah cantiknya. Hedrick tak percaya ternyata selembar kulit manusia utuh dapat menciptakan berbagai macam kerajinan tangan. Tak ayal juga Tina dan Amy benar-benar memanfaatkan keseluruhan kulit tersebut tanpa ada yang tertinggal sedikitpun. Bahkan sisa-sisa bekas potongan disatukan antara satu sama lain lalu digunakan kembali untuk membuat kerajinan baru.


"Wah... Sepertinya kalian layak mendapat gaji tambahan bulan ini. Pekerjaan kalian sangat memuaskan," puji Hedrick pada Tina dan Amy.


"Terima kasih Mr. Hedrick. Kami senang jika anda menyukai pekerjaan kami."


"Jadi, kapan kita antar kerajinan tangan ini pada kedua orang tua Sara?" tanya Veeno. Ia meletakan tas tersebut di atas dimana kerajinan lainnya berada.


"Kirimkan saja melalui pos. Rumah itu pasti masih dalam pengawasan polisi. Cukup berbahaya bagi kita jika ingin mengantarkannya langsung."


"Baiklah. Seperti waktu kita mengirim kepala Dassy ke rumah pacarnya."


"Benar sekali."


Hedrick dan Veeno memasukkan semua kerajinan tangan dari kulit itu ke dalam kotak kado. Baru hendak membawa kotak tersebut keluar dari ruangan menjahit tiba-tiba Felicia datang sambil mendorong kereta Daisy. Karna tidak bisa membawanya keluar, Felicia hanya bisa menggunakannya di dalam vila. Mengajak Daisy berkeliling menggunakan kereta bayi itu sudah menjadi rutinitas setiap sorenya. Kehadiran Felicia membuat mereka semua kaget. Harap-harap Felicia tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan.


"Ternyata kalian semua ada disini," sapa Felicia sambil melangkah masuk.


"Ada yang bisa saya bantu Miss. Felicia?" tanya Amy sedikit gugup.


"Tidak ada. Aku cuman merasa bingung saja kenapa vila ini begitu sepi. Em... Apa yang kalian semua lakukan disini? Kotak apa itu?" tanya Felicia begitu melirik kotak yang ada ditangan Veeno.


"Eh... Kotak ini... Isinya..." Veeno kebinggunan mencari alasan yang tepat untuk menghindari pertanyaan Felicia.


"Property pesta Helloween untuk project iklan yang sedang aku buat," bohong Hedrick kemudian.


"Pesta Helloween? Bukankah itu masih lama? Iya, walau memang udara sudah mulai terasa dingin akhir-akhir ini."


"Mana aku tahu. Ini semua permintaan klien. Mereka terkadang memang suka meminta dibuatkan iklan dengan tema seperti ini dari jauh-jauh hari."


"Oh..."


"Fiuh... Untunglah Felicia percaya dengan kebohongan itu. Sebaiknya aku cepat-cepat mengirimkan kotak ini sebelum Felicia bertanya lagi," batin Veeno sambil menghela nafas lega. "Baiklah, kalau begitu aku akan segera mengantarkan kotak ini..."


"Bukankah itu tugas Hedrick?" potong Felicia sedikit curiga.


Mendengar kalimat tersebut membuat langkah Veeno terhenti. "Apa dia malah mencurigai sesuatu?"


"Letakkan saja di bagasi mobilku," kata Hedrick memecah ketegangan disekitar mereka.


"Iya. I-tu yang kumaksud, ingin mengantarkannya ke mobil suamimu. Dah..." Veeno bergegas pergi sebelum Felicia mengajukan pertanyaan lagi yang bisa membuatnya terpojok.


"Dia bertingkah aneh," gumang Felicia sambil melirik Veeno yang terburu-buru keluar dari Rungan tersebut.


"Dia memang aneh. Ayok turun. Aku ingin tahu menu apa makan malam ini," ajak Hedrick mengalikan topik.


"Oh, kalau begitu kami akan segera memasak makan malam," Tina yang cepat mengerti kode tersebut lekas menarik tangan Amy keluar dari ruangan menjahit.


"Kau tak bisa. Siapa yang akan menjaga Daisy..."


"Kau yang jaga," potong Felicia.


"Apa?!"


Seketika Felicia menyerahkan tanggung jawab menjaga Daisy pada Hedrick, lalu ia berlari menyusul Tina dan Amy ke dapur. Hedrick tak bisa menolak saat melihat Felicia telah menghilang di ambang pintu. Dengan raut wajah cemberut Hedrick tentu dibuat kesal atas kelakuan Felicia. Ia melirik Daisy yang terbaring di dalam kereta dorong itu sambil tersenyum senang ke arahnya.


"Kenapa aku yang malah berakhir menjadi babysitter hari ini? Hah... Percuma saja mempersoalkan masalah ini. Aku jadi heran kenapa sifat Felicia malah berubah drastis setelah merawat Daisy. Aku ingat sekali awal dia datang ke vila ini, dia seperti harimau yang siap menerkam kapan saja dengan semua raungan tanpa henti, tapi sekarang ia lebih mirip seperti kucing."


Hedrick terus bergumang sambil mendorong kereta Daisy menuju ruang bermain anak. Setidaknya di ruangan khusus itu Hedrick bisa lebih leluasa menjaga Daisy selagi Felicia memasak makan malam. Veeno datang ke ruang bermain anak tak lama setelahnya. Ia ikut kena jebakan mengasuh Daisy setelah Hedrick menipunya untuk datang ke ruangan itu.


Selesai memasak makan malam Felicia bermaksud memanggil Hedrick dan Veeno. Namun ia cukup dikejutkan saat melihat Veeno, Hedrick dan Daisy tertidur pulas di ruang bermain. Hedrick merangkul tubuh mungil Daisy dalam pelukannya, sementara Veeno tertidur sambil bersandar di sofa yang ada di sudut ruangan. Felicia hanya tersenyum melihatnya. Dari perkataan Hedrick mungkin ia memang tidak peduli pada Daisy tapi jika apa yang dilihat Felicia saat ini Hedrick tampak sangat menjaga Daisy. Felicia tidak sampai hati membangunkan mereka. Ia menutup perlahan pintu lalu kembali turun menuju dapur.


"Dimana Mr. Hedrick dan Mr. Veeno?" tanya Tina begitu melihat Felicia kembali sendirian.


"Mereka bertiga tertidur di ruang bermain. Aku tak sampai hati membangunkan mereka."


"Benarkah? Mereka pasti sangat menggemaskan. Aku harus mengabadikan momen tersebut," ujar Amy.


"Iya, momen itu memang harus diabadikan. Tapi jika mereka tertidur, apa yang harus kita lakukan dengan makanan sebanyak ini?" tanya Tina yang bingung dengan semua makanan di atas meja.


"Tidak seharusnya kita memasak banyak," sambung Amy yang ikut kebingungan.


"Simpan saja. Saat mereka bangun nanti makanannya tinggal dihangatkan. Mumpung mereka tertidur bersama Daisy, bagaimana kalau malam ini kita mengadakan pesta khusus para wanita?" saran Felicia bersemangat.


"Boleh juga."


"Aku setuju."


Mereka bertiga sepakat mengadakan pesta kecil-kecilan di ruang utama vila. Kapan lagi mereka mendapat kesempatan seperti ini. Setidaknya mereka harus manfaatkannya sebaik mungkin. Terlebih dahulu mereka diam-diam masuk ke ruang bermain anak. Mereka memfotoi Hedrick dan Daisy yang tertidur pulas. Veeno juga tidak ketinggalan kena foto. Mereka bertiga cekikikan melihat hasil foto yang begitu lucu di mata mereka. Setelah puas mengambil foto cukup banyak, barulah mereka beranjak dari ruangan tersebut. Mereka turun ke ruang tamu untuk mengadakan pesta para wanita. Musik diputar dan pesta pun dimulai.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε