
Xena menatap Darent tajam begitu pun sebaliknya.
"Jadi.... mari kita bicara seperti layaknya 2 orang dewasa sekarang",ucap Xena tanpa mengalihkan tatapannya pada pria tua dihadapannya.
"Baiklah...dan hal pertama yang ingin aku tanyakan padamu adalah, Kenapa kamu kembali lagi? ".
"Bukankah aku bilang tiga tahun yang lalu aku akan kembali lagi suatu saat lalu kenapa hal itu masih kamu tanyakan".
Darent menghela nafas keras sebelum kembali bicara dengan Xena.
"Jadi.... kamu sengaja kembali untuk menatangku begitu?? ".
"Apa itu istilahmu Darent??",tanya Xena dengan helaan nafas keras menanggapi tuduhan Darent.
"Kalau bukan lalu apa?".
"Aku tau hubunganmu dan King selama ini memburuk karena keputusan kita saat itu karena itu aku kembali selain untuk mengambil hakku juga untuk membantumu memperbaiki hubunganmu dengan King yang terlihat sangat buruk dan aku yakin itu sangat membebanimu".
"Jadi... kamu bermaksud menjadi pahlawan ditengah masalah kami berdua begitu? ".
"Anggab saja seperti itu karena aku tidak ingin nanti Alea melihat bahwa hubungan kakek dan Daddynya ternyata tidak baik dan itu disebabkan oleh keputusan gila mommy dan kakeknya dulu".
Kali ini Darent tertawa cukup keras mendengar apa yang Xena ucapkan padanya.
Xena hanya diam sambil menunggu tawa Darent selesai untuk kembali bicara dengan pria itu.
"Kurasa sekarang aku mengerti kenapa para pria bisa tergila gila padamu",ucap Darent dengan sisa tawa masih menghiasi wajahnya.
"Para pria itu maksudmu?",Xena terlihat tidak suka mendengar ucapan Darent tentangnya karena seolah dia perempuan yang sudah banyak menggoda para pria selama ini.
"Ya... apa kamu tidak tau Xena Sander".
"Aku sudah tidak memakai nama itu lagi sejak 3 tahun yang lalu...",jawab Xena memotong ucapan Darent.
"Maaf... namamu sudah berubah menjadi Xena Maxime sekarang".
Xena diam menunggu Darent melanjutkan bicaranya.
"Jadi selama ini terutama setelah mantan suamimu Edward Sander meninggal banyak pria yang diam diam menyukaimu karena dimata mereka selain cantik kamu juga pintar tapi kamu tidak pernah sekalipun memperhatikan mereka sebagai sesama orang yang berada dilingkup ini aku sangat heran karena tidak pernah ada rumor tentangmu setelah Edward meninggal".
"Itu... banyak hal yang membuat aku memutuskan untuk tidak ingin lagi terlibat dengan pria manapun dulu setelah Edward tidak ada dan mencoba fokus pada karierku untuk mengejar masa mudaku yang hilang waktu menikah dengan Edward".
"Lalu... apa hubunganmu dengan Oliver juga untuk mengejar masa mudamu yang tidak sempat kamu rasakan dulu".
"Sebagian iya... karena sejak mengenal Oliver semua prinsip hidupku seolah hilang,dia bisa merubah aku menjadi pribadi yang sangat berbeda dari kesan yang terlihat dan... itu membuat aku merasa hidup dalam istilah sebenarnya.Apa kamu mengerti apa yang kumaksud Darent?",tanya Xena dengan helaan nafas keras.
"Iya... karena aku juga pernah merasakan hal itu dulu dengan mantan istriku".
"Jadi jujur saja selama tiga tahun ini aku kehilangan rasa hidupku dan bertahan hanya demi Alea".
"Jadi itu alasanmu kembali".
"Ya.. aku butuh King dalam hidupku meski ini tidak seharusnya tapi aku tidak bisa lagi berada dalam masa tanpa ada dirinya seperti waktu itu. Aku menyesal sudah pernah mengambil keputusan untuk meninggalkannya saat itu jadi sekarang sebagai seorang Xena bisakah kamu mengijinkan aku untuk bersama putramu tuan Darent Maxime, mungkin aku bukan perempuan yang kamu harapkan sebagai calon menantumu tapi perasaanku pada King lebih besar dari para kekasihnya selama ini dan sekarang hanya itu yang bisa aku janjikan padamu karena kamu tau bukan,aku tidak punya apapun sebagai pendukungku'.
"Aku mungkin bisa yakin dengan perasaanmu tapi bagaimana dengan perasaan Oliver apa kamu percaya dia mencintaimu sebesar perasaanmu sekarang padanya".
Xena menghela nafas mendengarnya tapi tidak menjawab.
"Sekarang mungkin dia masih menyukaimu karena wajah dan tubuhmu juga rasa penasarannya padamu tapi beberapa tahun lagi masa keemasanmu akan memudar sementara dia akan semakin bersinar bukan hanya dibidang karier tapi juga dari segi penampilan bagaimana kamu akan bertahan disisinya dengan banyaknya godaan yang menantimu nanti".
"Aku tidak ingin memikirkan apa yang belum terjadi dan lebih memilih fokus pada apa yang ada didepan mataku soal hubungan kami.Karena kalau aku terlalu memikirkan apa yang akan terjadi nanti,itu akan membuat kami tidak pernah bahagia".
Darent terdiam mendengarnya dan baru mulai bicara lagi setelah lama mereka saling diam.
"Jadi sepertinya kali ini tekad kalian untuk bersama sangat besar bukan begitu? ".
"Anggab saja seperti itu Darent".
Darent mengedikkan bahunya sebelum menjawab lagi.
"Kalau begitu terserah kalian ,karena meski aku berusaha sekuat tenaga memisahkan kalian kalau niat kalian untuk bersama,sama besar kurasa percuma jadi sebagai ayah Oliver aku hanya ingin kamu tidak banyak menuntut darinya meski kamu istrinya nanti,terutama soal harta karena aku tidak akan memberikan apapun padamu sebagai hadiah pernikahan kalian tapi itu berbeda dengan kedua anakmu.
Mereka akan tetap mendapat haknya sebagai pewarisku".
"Baiklah... aku tidak akan. mempermasalahkan hal itu karena jujur saja sekarang aku merasa lelah kalau masih harus memikirkan cara mencari harta lagi, diusiaku sekarang keluargaku yang lebih penting dari apapun".
"Baik ingat kata katamu, aku tidak akan mengganggu hidupmu selama kamu tetap memegang teguh ucapanmu".
"Ya... aku akan melakukannya Darent jangan khawatir".
Setelah mengatakan itu Xena berdiri dari duduknya dan berjalan keluar ruangan Darent tanpa menoleh lagi pada pria tua itu.
Darent hanya menatap punggung Xena tanpa mengatakan apa apa lagi sampai dia menghilang keluar dari ruang kerjanya.
Setelah keluar Xena berjalan menuju kamar Oliver untuk memeriksa Alea.
Sampai dikamar Xena segera membuka pintunya dan terkejut karena kamar itu kosong.
Xena bermaksud berbalik keluar tapi langkahnya terhenti karena mendengar pintu kamar tertutup dibelakangnya dan sepasang tangan melingkari pinggangnya.
"King... ",panggilnya dengan berusaha menolah kearah Oliver yang berada dibelakangnya.
"Hemmm",jawab Oliver dengan menyerusukkan kepalanya kebelakang leher Xena.
"Di.. mana Alea...? ",tanyanya dengan menahan geli dari apa yang Oliver lakukan.
"Dia bersama Vania dan Daddy sekarang,kenapa sayang? ",tanya Oliver dengan mulai menjalarkan bibirnya disepanjang bagian belakang telinga Xena.
"Itu... aku harus memeriksa Alea karena sejak kemarin kami belum bertemu..." jawab Xena dengan tubuh yang mulai meremang akibat apa yang Oliver lakukan padanya.
"Dia baik baik saja sayang Daddy sangat menyayangi Alea jadi jangan terlalu khawatirkan Alea karena sekarang ada yang harus kita lakukan sementara Alea bersama mereka".
"King... itu... ",Xena tidak bisa lagi meneruskan apa yang akan dikatakannya karena Oliver semakin gencar menyerangnya.