
Oliver membuka pintu ruang kerjanya dengan langkah sedikit oleng lalu berjalan masuk kedalam ruangan dengan mata sedikit terpicing karena ruang kerjanya masih terang.
Xena yang bermaksud membereskan pekerjaannya terkejut melihat kondisi Oliver saat masuk.
"Tuan Oliver anda baik baik saja?!",tanya Xena cemas.
"Nyonya Wilson anda belum pulang?",tanya Oliver dengan berjalan menuju sofa tempat Xena duduk.
"Saya baru akan membereskan semua berkas ini lalu pulang".
"Hemmm",gumam Oliver dengan menghempaskan tubuhnya disamping Xena.
"Anda tidak papa? ",tanya Xena karena melihat Oliver mabuk.
"Tidak",jawabnya dengan menyandarkan tubuhnya kearah Xena.
"Sepertinya anda mabuk,sebaiknya saya bantu dulu anda kekamar baru setelah itu saya pulang".
"Tidak perlu",jawab Oliver dengan merengkuh tubuh Xena.
"Saya tetap akan melakukannya ayo saya bantu anda kekamar untuk melepas semua pakaian anda sekarang karena ini pasti sangat tidak nyaman".
Kali ini Oliver tidak menolak dengan langkah goyah dibantu Xena Oliver masuk kedalam kamar tidurnya.
Sampai dikamar Xena lalu menghempaskan tubuh Oliver yang dipapahnya keatas ranjang lalu mulai melepas satu persatu pakaian yang dipakai Oliver hingga hanya menyisakan boxernya saja.
"Berapa banyak anda minum kenapa anda sampai semabuk ini",gerutu Xena saat membantu Oliver melepas pakaiannya yang berbau Alkohol.
"Aku lupa berapa banyak aku minum tapi sebanyak apapun aku minum aku tidak pernah bisa melupakanmu",ucap Oliver dengan berusaha menyentuh wajah Xena tapi Xena segera menghindar.
"Saya akan pulang setelah ini jadi sebaiknya anda langsung beristirahat setelah saya pergi".
"Bisakah kamu tidak pulang malam ini",ucap oliver yang membuat Xena langsung menatap kearah pria itu yang juga sedang menatap kearahnya.
"Saya tidak bisa karena...".
"Apakah ada yang menunggumu dirumah sampai kamu begitu ingin pulang?",tanya Oliver lagi.
"Iya.. ada.. ",jawab Xena dengan tetap masih menatap Oliver yang mulai terlihat kesal.
"Bisakah malam ini kamu mengabaikannya dan menemaniku disini karena aku sudah lama menunggumu dari dia".
"Tuan Oliver kurasa anda..".
"Pliss... nyonya Wilson hanya menemaniku tidur aku janji tidak akan melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan...".
"Bagaimana kalau sampai anda tertidur saja lalu setelah itu saya pulang".
Oliver terdiam tapi akhirnya setuju.
"Baiklah anda boleh pergi setelah saya tertidur".
"Jadi kalau begitu sekarang tidurlah saya akan menemani anda dengan duduk disofa".
Mendengar itu Oliver mendengus kesal,"saya meminta ditemani tidur bukan meminta anda untuk menjaga saya sampai tidur".
"Lalu saya harus bagaimana?! ",tanya Xena mulai kesal karena menurutnya Oliver mulai bertingkah.
Dengan sedikit berat Xena merebahkan tubuhnya disamping Oliver dengan posisi tegang.
"Matikan saja lampu kamarnya aku tidak suka tidur dengan lampu terang",perintah Oliver dengan membalikkan tubuhnya membelakangi Xena.
Melihat Oliver membelakanginya Xena yang sangat gugup menjadi sedikit rilex lalu mematikan lampu kamar tidur itu hingga hanya ada cahaya dari luar jendela yang membuat kamar itu tidak gelap gulita.
Xena melirik lagi kearah Oliver yang masih tetap memunggunginya,dengan perlahan Xena melepas kacamatanya juga ikatan rambutnya yang terasa tidak nyaman saat dibawa tidur, dia juga sengaja melepas kardigan luarnya hingga hanya menyisakan kemeja kerjanya yang juga dibuka beberapa kancing atasnya agar dia merasa rilex saat merebahkan tubuhnya sambil menunggu Oliver tertidur lalu bermaksud pulang.
Xena sudah merasa setengah terlelap karena lelah menunggu Oliver bernafas teraturlalu terkejut saat tiba tiba sebuah tangan menarik pinggangnya.
"King... ",panggil Xena tanpa sadar.
"Aku merindukan sayang",bisik Oliver tepat ditelinga xena dengan nafas terdengar sedikit memburu.
Mendengar itu Xena langsung tersadar dan berpikir Oliver sedang mengigau karena terlalu banyak minum lalu menganggapnya yang berpenampilan sebagai nyonya Wilson sebagai dirinya.
"I.. itu.. kurasa... ".
"Aku ingin menyentuhmu lagi seperti dulu",bisik Oliver dengan mulai menggigit cuping Xena membuat tubuh Xena langsung menegang apalagi saat tangan Oliver yang berada dipinggangnya mulai naik keatas dua gundukannya dan meremas lembut bagian itu meski masih berada dibalik kemeja yang dipakainya.
"Tuan Oliver saya bukan... ".
"Xena....aku benar benar merindukanmu",ucap Oliver tanpa mau mendengarkan apa yang akan dikatakan Xena dengan menjelajahi kulit leher Xena yang terbuka dengan bibir dan lidahnya membuat kewarasan Xena mulai melayang sementara tangan Oliver yang semula hanya menyentuh buah dadanya dari luar kemeja perlahan memaksa masuk dengan paksa untuk menyentuh langsung bagian itu membuat kewarasan Xena semakin menipis dan habis saat bibir Oliver melu*mat bibirnya dengan rakus.
Xena tidak bisa lagi menahan untuk tidak ikut terbuai permainan pria yang selama ini dirindukannya bukan hanya wujudnya saja yang dirindukan Xena tapi juga semua sentuhan Oliver yang selalu bisa membuat Xena melayang dan lupa diri.
"King... "erang Xena dengan melengkungkan tubuhnya untuk memudahkan Oliver mengeksplore setiap jengkal bagian depan tubuhnya yang sangat kehausan oelh sentuhan Oliver selama ini.
"Xena.... aku ingin...dirimu...sayang.... ",desis Oliver dengan menarik lepas seluruh sisa pakaian yang dipakai Xena lalu menarik lepas penutup terakhir yang dipakainya sebelum mereka sama sama polos.
Dalam balutan gairah yang memuncak Xena lupa kalau sekarang dia sedang berperan menjadi nyonya Wilson yang jelek bukan Xena,meski Oliver berkali kali memanggil namanya dengan Xena,semua itu telah dilupakannya.
Dipikirannya sekarang hanya ingin menyentuh dan terus disentuh Oliver disetiap inci tubuhnya dan sebaliknya dia juga ingin menyentuh seluruh tubuh liat Oliver yang beberapa waktu ini hanya bisa dipandangnya saja.
Xena menatap Oliver saat merasakan benda pusaka pria itu berada didepan inti tubuhnya siap untuk menerobos masuk.
"Jangan minta aku berhenti sekarang karena aku tidak mau",desis Oliver dengan nafas terengah menatap kenetra Xena dari cahaya redup kamar.
"Jangan berhenti" jawab Xena dengan nafas yang tak kalah terengahnya dengan Oliver saat itu.
Bahkan Xena sengaja melu*at bibir Oliver agar Oliver meneruskan apa yang ingin dimulainya barusan.
Dengan sekali sentak Oliver memasukkan miliknya keinti tubuh Xena hingga membuat Xena yang cukup lama tidak pernah lagi bercinta sedikit terpekik.
"Maaf... ",bisik Oliver lalu mulai bergerak perlahan untuk membuat Xena merasa nyaman dan menikmati penyatuan mereka sekarang.
Oliver masih tetap mengatur ritme permainanya meski dia merasa Xena hampir mencapai puncak lebih dulu.
"King... desis Xena dengan mencengkram erat bahu kokoh Oliver saat merasakan dirinya mencapai klimaxsnya.
Oliver membiarkan Xena menikmati pelepasannya lebih dulu lalu setelah nafas Xena mulai teratur dia kembali menggerakkan miliknya yang masih berada didalam tubuh Xena dengan ritme yang lebih cepat untuk membawa mereka berdua mencapai puncak bersama malam itu.
Sudah panas atau cuma anget,kalau kurang panas maklum cuma air panas dari dispenser jadi panasnya nggak maksimal😅😅.
Mohon Like Koment dan hadiahnya