
Mendengar permintaan Xena Oliver segera menarik tangannya dari genggaman Xena dan mulai menghidupkan mesin mobilnya membuat Xena terkejut.
"King!".
Tapi Oliver hanya menoleh kearah Xena.
"Pasang sabuk pengamanmu!",perintah Oliver ketus.
"Tidak bisakah kita bicara saja disini,lalu setelah itu aku akan masuk dan.... ".
Mendengar ucapan Xena Oliver segera mematikan mesin mobilnya lalu sebelum Xena sadar Oliver sudah menarik tubuhnya keatas pangkuan pemuda dan tanpa aba aba Oliver langsung melu*mat bibir Xena dengan sedikit kasar sementara tangannya menarik lepas sweater longgar yang dipakai Xena untuk menemuinya itu dan dilemparkannya kejok belakang mobilnya dengan kasar hingga hanya tersisa baju tidur longgar tanpa penutup dada dibalik sweater itu membuat Xena segera mendorong wajah Oliver dengan paksa untuk menghentikan kegilaan Oliver saat itu.
"Stop King.... ",pinta Xena dengan nafas terengah karena ciuman Oliver yang membabibuta barusan.
Kali ini Oliver tidak menolak Xena melepaskan ciuman mereka tapi dia tetap menahan tubuh Xena diatas pangkuannya dan tidak membiarkan perempuan itu beranjak dari sana dengan mengeratkan pelukannya disekitar pinggang indah perempuan itu sementara wajahnya dibenamkannya diceruk leher hangat Xena.
Melihat apa yang dilakukan pemuda itu kali ini Xena tidak melawan lagi tapi membelai lembut rambut yang ada dikepala pemuda itu dengan penuh perasaan.
"Ada apa denganmu?",tanya Xena pelan tanpa menghentikan apa yang dilakukannya saat itu.
"Aku merindukan sayang",jawab Oliver dengan menghirup aroma harum perempuan itu.
"Tapi kenapa kamu sampai seperti ini?",tanya Xena lagi.
"Aku cemburu",jawab oliver dengan mendongakkan wajahnya menatap wajah perempuan cantik yang sudah menjungkir balikkan dunianya itu sekarang.
"Ce... cemburu... pada siapa?,bukannya sudah kukatakan aku tadi sedang tidur,lalu...".
"Karena itu aku cemburu",jawab oliver dengan kembali meletakkan wajahnya diceruk leher Xena seperti tadi.
"King... jelaskan padaku.....kenapa kamu cemburu saat aku tidur",ucap Xena dengan meraih wajah oliver agar menatap kearahnya.
"Karena kamu tidur diranjang siSander padahal kamu sekarang istriku",jawab Oliver yang membuat Xena langsung terbelalak mendengarnya karena menurutnya alasan Oliver ini sangat konyol ditelinganya.
"King,bukannya kita sudah membicarakan ini berkali kali tapi... ".
"Kenapa kamu masih suka tidur dikamar itu dan menolak untuk menemaniku tidur diApartemen",gerutu Oliver kesal.
"King... bukannya kamu bilang akan pulang kerumah untuk sementara dan memberiku waktu untuk berpikir tentang ini".
"Aku tidak tahan sayang",maki Oliver semakin kesal.
"Maksudmu? ".
"Aku tidak tahan kalau harus pulang kerumah sementara kamu tidur diranjang siSander dengan pulasnya".
Mendengar semua gerutuan Oliver yang itu Xena akhirnya menyerah.
"Jadi apa maumu sekarang!",tanya Xena dengan nada sedikit kesal menghadapi kecemburuan tidak berarti Oliver.
"Tidur diApartemen bersamaku!",perintah Oliver dengan menatap kearah Xena yang membuat Xena menghela nafas keras sebelum kembali bicara.
"Baik aku akan tidur di Apartemenmu,tapi kamu harus pulang malam ini bagaimana?",tanya Xena dengan tegas.
Oliver terdiam mendengarnya lalu mengangguk.
"Baiklah kalau begitu sekarang pasang sabuk pengamanmu",perintah Oliver dengan melepaskan tangannya dari tubuh Xena agar Xena bisa kembali duduk dikursinya.
Melihat Oliver setuju Xena segera berpindah duduk lalu memasang sabuk pengamannya karena Oliver sudah mulai menghidupkan mobilnya lalu mulai melajukan kendaraannya meninggalkan tempat itu menuju Apartemennya.
"Apa kamu baru pulang?",tanya Xena dengan menatap penampilan Oliver yang masih memakai kemeja kerja.
"Iya... sebetulnya aku belum selesai dikantor tapi... ".
Oliver menoleh kearah Xena lalu meraih tangan perempuan itu dan dikecupnya lembut.
"Aku hanya mencoba untuk cepat belajar agar segera bisa berdiri disampingmu",jawab Oliver dengan kembali mengecup lembut tangan Xena.
"Jangan terlalu memaksakan diri king usiamu masih muda kurasa wajar kalau kamu ingin bersenang senang seperti pemuda pada umumnya",jawab xena dengan membelai lembut lengan pemuda itu.
"Apa kamu juga dulu seperti itu?",tanya Oliver tiba tiba yang membuat Xena sedikit tersentak tapi kembali biasa.
"Aku tidak seberuntung dirimu saat muda",jawab Xena dengan tersenyum kecut mengingat bagaimana masa mudanya dulu.
"Lau apa yang kamu lalukan saat seusiaku? ".
"Aku sudah menikah dengan Daddy Sander bahkan sebelum aku seusia kamu karena aku menikah dengannya saat usiaku baru menginjak 20 tahun",jawab Xena jujur yang membuat Oliver kesal mendengar hal itu karena masa muda perempuan disampingnya ini hanya diisi kenangannya bersama ayah Bianca yang menyebalkan.
"Lalu kenapa setelah belasan tahun kalian menikah kamu masih tetap perawan?!",tanya Oliver ketus tapi dalam hati bersyukur soal itu.
Mendengar itu ekspresi Xena langsung berubah lalu dia mengalihkan tatapannya lurus kedepan menatap jalanan yang mereka lewati saat itu.
Melihat bagaimana ekspresi Xena Oliver ingin meminta maaf pada Xena karena menanyakan hal itu yang membuat Xena terlihat merasa terluka tapi segera diurungkannya saat mendengar Xena mulai bicara.
"Itu... karena.. Daddy Sander terluka.. ".
"Maksudmu?",tanya Oliver penasaran.
"Dia mengalami cedera parah dibagian pinggul kebawah karena kecelakaan yang pernah dialaminya dengan mantan istrinya yang membuat mantan istrinya itu meninggal karena kecelakaan itu".
"Maksudmu mommy Bianca?".
Xena mengangguk, "Iya karena itu aku merasa kasihan pada Bianca karena dia harus kehilangan sosok seorang ibu diusia yang masih sangat muda waktu itu, lalu alasanku tetap bertahan dengan Dady Sander sampai dia meninggal karena meski dia tidak bisa melakukan tugasnya sebagai suami tapi dia selalu memperlakukanku dengan baik,bahkan dia mengijinkan aku belajar diperusahaan supaya tidak bosan selama menikahinya".
"Syukurlah... ",ucap Oliver tiba tiba yang membuat Xena langsung menoleh kearah pemuda itu yang menampakkan wajah leganya.
"Untuk apa? ",tanya Xena bingung.
Oliver menggeleng tidak ingin mengatakan alasannya pada Xena.
"King katakan kenapa kamu bersyukur!",hardik Xena kesal.
"Tidak ada sayang hanya saja aku bersyukur karena aku... ".
Oliver segera menghentikan ucapannya karena hampir saja dia mengatakan kalau dia bersyukur karena ayah Bianca tidak menyentuh Xena selama mereka menikah dan dia akhirnya yang menjadi pria pertama yang bercinta dengan Xena.
"King katakan atau aku akan minta kita kembali kerumah Daddy Sander sekarang",ancam Xena dengan mulai melepas sabuk pengamannya membuat Oliver segera mencegahnya.
"Jangan lakukan hal berbahaya seperti itu Xena",pinta Oliver dengan memelankam sedikit mobilnya.
"Kalau begitu katakan apa maksud ucapanmu tadi!",perintah Xena yang membuat Oliver akhirnya mengalah.
"Baiklah... sayang aku katakan, sejujurnya aku bersyukur sudah menjadi pria pertama yang bersamamu meski.... ".
Mendengar itu tiba tiba Xena mencubit keras pinggang liat Oliver yang masih berlalpis kemeja kerja itu.
"Auw.... shitt Xena kenapa kamu mencubitku sekeras itu",gerutu Oliver karena merasa sakit dibekas cubitan Xena.
Melihat Oliver meringis Xena memasang ekspresi puas.
"Dasar pemuda berengsek! ",ucap Xena dengan ekspresi kesal.
Like.... komen ya 😁😁