SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
100.Lamaran



Xena membenamkan wajahnya kedada Oliver karena merasa lelah setelah selesai melakukan percintaan panas barusan dengan Oliver.


"Kamu lelah sayang?",tanya Oliver dengan merapikan rambut Xena yang berantakan.


"Iya... tapi juga bahagia... ",jawabnya dengan mendongakkkan kepalanya kearah Oliver dan tersenyum lembut.


"Bahagia? ",Oliver menggerutkan keningnya mendengar ucapan Xena.


"Iya King sayang,hari ini aku sangat bahagia....".


"Kenapa? ".


Xena menelentangkan tubuhnya lalu mensejajarkan wajah mereka.


"Karena kamu...."


Oliver terdiam mendengarnya dan memilih menatap Xena yang juga sedang menatapnya dengan pandangan penuh cinta.


"Bertemu denganmu adalah sesuatu yang sangat kusyukuri sementara perpisahan kita beberapa waktu yang lalu... ".


Xena terdiam lalu menarik nafas,sementara Oliver tetap tidak bersuara meski tangannya terus saja membelai sayang wajah Xena dan sesekali mendaratkan kecupan lembut disekitar wajah Xena.


"Aku rasa itu keputusan terbodoh yang pernah kuambil selama hidupku",ucapnya lagi dengan mengecup bawah dagu Oliver lalu kembali menyerusukkan tubuhnya kedada Oliver.


"Aku senang mendengarnya dan sekarang aku bisa sedikit menghilangkan kekhawatiranku kalau kamu akan meninggalkanku".


"Apa kamu khawatir aku tadi akan pergi lagi seperti dulu King".


"Ya.... apalagi kamu memintaku meninggalkanmu dan ingin bicara berdua saja dengan Daddy itu semakin membuatku khawatir".


"Aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama kedua kali jadi tenang saja King sayang",jawab Xena dengan kembali mengecup dagu Oliver.


"Lalu....apa yang kamu bicarakan tadi bersama Daddy sayang? ".


"Kamu ingin tau? ",tanya Xena dengan ekspresi menggoda kearah Oliver.


"Ya... katakan...".


"Baiklah... aku katakan,sebenarnya aku tadi meminta pada Darent untuk memberikan dirimu padaku".


Oliver terdiam sebentar mencoba mencerna makna ucapan Xena barusan.


"Apa artinya itu kamu tadi sedang melamarku? ",tanya Oliver menebak yang langsung dijawab Xena dengan anggukan.


"Iya.. aku melamarmu dihadapan Darent".


Oliver tersenyum mendengarnya dan tampak berpikir.


"Ini benar benar sesuatu yang baru bagiku karena dilamar oleh seorang perempuan tapi jujur saja aku suka karena aku merasa sangat diinginkan".


"Benarkah? ".


Oliver mengangguk.


"Tapi kurasa selama kita saling mengenal memang aku yang mengambil inisiatif untukmu bukan",jawab Xena dengan mengingat setiap momen dalam hidup mereka.


"Kurasa kamu benar sayang dan aku tidak keberatan".


"Lalu apa kamu tidak ingin mencoba melamarku King, aku juga ingin merasakan momen dilamar seorang laki laki seperti perempuan pada umumnya",ucap Xena dengan cemberut.


"Baiklah aku akan melakukan seperti keinginanmu sayang".


"Maksudmu kamu akan melamarku? ",tanya Xena yang dijawab anggukan oleh Oliver.


"Ayo.. ".


Xena merasa bingung karena tiba tiba Oliver mengajaknya bangun dari ranjang masih dengan keadaan polos.


"Kemana? ",tanyanya dengan meraih uluran tangan Oliver.


"Ketempat aku akan melamarmu",terang Oliver yang membuat ekspresi Xena semakin bingung mendengarnya.


"Tapi kita masih polos seperti ini apa setelah kita mandi baru kamu akan melakukannya".


"Buka pintunya",perintah Oliver yang langsung dituruti Xena tanpa merasa curiga sedikitpun.


Tapi setelah pintu kamar mandi terbuka Xena langsung ternganga melihat apa yang ada didepannya.


"King....apa maksudnya ini kenapa banyak bunga mawar bertebaran dikamar mandi,terutama dibathub apa itu?",tanya Xena tidak mengerti.


"Teruslah berjalan sampai kebathub karena aku punya kejutan untukmu disana".


Xena mengikuti apa yang Oliver katakan dengan maju untuk mendekati bathub yang seluruh permukaannya tertutup dengan taburan mawar.


"Aromanya harum sekali",ucap Xena dengan tidak sabar ingin merendam tubuhnya kedalam bathub itu.


Mendengar gumaman Xena dengan tanpa pemberitahuan Oliver mengangkat tubuh Xena membuat Xena sampai terpekik karena terkejut.


"King!! ",teriaknya Karena melihat tubuhnya tiba tiba saja melayang.


"Ayo kita mandi my Quen",jawab Oliver dengan perlahan menurunkan tubuh Xena kedalam bathub bersama dirinya.


"Bagaimana kamu suka dengan kejutanku ini sayang",tanya Oliver dengan menyuruh Xena untuk bersandar didadanya.


"Iya meski tidak seperti lamaran pada umumnya tapi ini cukup lumayan",gumam Xena dengan menikmati sesi berendamnya kali ini.


Oliver hanya diam dengan sesekali mengosok tubuh polos Xena,seolah sengaja membuat Xena terbuai.


Karena lelah atau memang merasa sangat rilek dimanja Oliver seperti itu membuat Xena sudah hampir tertidur, tapi mata Xena kembali membulat waktu mendengar Oliver berbisik lembut ditelinganya.


"Xena Olivia Wilson maukah kamu menjadi nyonya Oliver King Maxime lagi mulai sekarang besok dan sampai maut memisahkan kita",bisik Oliver sangat lembut tapi bisa didengar Xena dengan jelas.


Secara reflek Xena langsung berbalik menghadap Oliver setelah Oliver selesai bicara.


"King.... ",panggilnya dengan suara parau karena terharu mendengar kata kata seperti itu dari pria yang dicintainya.


"Jadilah teman hidupku Xena juga ibu dari anak anakku meski ini bukan lamaran romantis seperti pada umumnya aku tetap ingin mengatakannya",ucap Oliver dengan meraih tangan kiri Xena untuk menyematkan cincin dijari manisnya.


Xena terlalu terpukau dengan kejutan yang diberikan Oliver sampai tidak bisa mengatakan apapun sebagai jawabannya dan memilih memeluk Oliver erat dengan terisak karena terharu.


"King... Hik.. hik.... ",tangisnya karena terlalu bahagia.


Oliver membalas pelukan Xena tanpa bersuara dan memilih membiarkan perempuan itu menghabiskan emosi yang dirasakannya.


"Sepertinya kita sudah terlalu lama berendam,ayo kubantu kamu berbilas sayang".


Xena hanya mengangguk dan membiarkan Oliver mengangkat tubuhnya dari dalam bathup untuk berbilas dishower.


Tidak lama Oliver membilas tubuh Xena karena khawatir Xena kedinginan dan itu tidak baik untuk kondisinya sekarang yang sedang hamil muda.


Setelah selesai berbilas Oliver segera memasangkan batrop mandi ketubuh Xena meski Xena sempat protes dan ingin melakukan hal itu sendiri.


"Aku bisa melakukannya King",protes Xena.


"Biar aku saja sayang, karena hari ini aku akan melayanimu",jawab king menolak protes yang Xena berikan.


Xena tidak ingin memaksa dan lebih menikmati apa yang Oliver lakukan padanya.


"Aku akan menyiapkan berkas pernikahan kita secepatnya, lalu setelah selesai mari kita melakukan sumpah pernikahan lagi dihadapan Tuhan sayang".


Oliver mengatakannya dengan membantu Xena berpakaian.


"Iya... tapi bisakah kita melakukannya dengan sederhana saja karena.... aku sedikit malu",ucap Xena dengan tertunduk.


Oliver tersenyum mendengar kalimat terakhir yang dikatakan Xena.


"Kalau soal itu kamu tenang saja aku akan membuat pernikahan kita nanti sesederhana mungkin tapi tak terlupakan",ucap Oliver dengan meraih dagu Xena dengan ujung jarinya agar menatap kearahnya.


"Terimakasih King... kamu benar benar sangat memahamiku".


"Aku hanya berusaha menjadi suami yang baik untukmu sayang dan kurasa wajar melihat kondisimu sekarang,kalau kita melakukan pernikahan secara besar besaran aku khawatir kamu akan kelelahan nantinya dan kita tidak bisa pergi berbulan madu".


"Bulan madu!, maksudmu?!".


"Setelah memperbarui janji pernikahan kita ayo kita pergi berlibur bersama dengan Alea juga",ajak Oliver yang langsung dijawab anggukan oleh Xena dengan binar bahagia mendengar rencana Oliver.