SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
84.Bertengkar.



Setelah kejadian pagi itu Xena merasa lega karena sepanjang sisa hari Oliver tidak lagi mengganggunya dan sibuk dengan pekerjaannya,membuat Xena merasa tidak percaya kalau dia pria yang sama yang dulu pemuda yang hanya tau untuk bersenang senang.


"Bagaimana anda mengerti tentang hal ini bukan nyonya Wilson?",tanyanya dengan menjelaskan tentang pekerjaan yang harus dilakukan Xena dengan sangat serius.


Sementara selama Oliver menjelaskan Xena sibuk menatap pria itu dengan pikirannya terbang kesana kemari.


"HAH!...i.. iya tuan Oliver saya paham",jawab Xena dengan suara gugup.


Mendengar nada suara Xena Oliver langsung memicingkan matanya kearah Xena.


"Apa yang baru saja anda pikirkan selama saya menjelaskan pekerjaan anda tadi?".


Xena segera menggeleng "Tidak...saya hanya berpikir anda sangat menguasai pekerjaan anda meski usia anda masih sangat muda".


"Benarkah? ".


Xena cepat cepat mengangguk,"Iya".


"Lalu saat anda seusia saya apa yang sedang anda lakukan? " tanyanya membuat Xena sedikit bingung menjawab pertanyaan Oliver yang tiba tiba melenceng dari topik yang baru saja mereka bahas.


"Saya... tentu saja sudah menikah dan....ikut belajar bekerja dengan mantan suami saya kenapa tuan Oliver?".


Oliver menggelengkan kepalanya lalu menyandarkan tubuhnya kekursi,"Anda pasti lelah",ucapnya tiba tiba.


"Lelah?,maksud anda?",Xena selalu tidak mengerti cara berpikir Oliver tentang dirinya terutama dirinya sebagai nyonya Wilson.


"Ya... karena dari usia semuda itu sudah menikah lalu harus membantu suami anda bekerja sampai sekarang".


"Saya sekarang bekerja untuk menghidupi diri saya sendiri dan... ".


"Dan....".


Xena terpaksa menelan ludahnya karena kembali hampir keceplosan soal Alea.


"Dan untuk masa tua saya tentunya saya tidak mungkin bekerja selamanya bukan selain itu saya yakin tidak ada perusahaan yang mau menerima seorang perempuan tua lagi untuk menjadi karyawannya nanti ".


"Bagaimana dengan menikah?".


"Maksud anda?",tanya Xena dengan kembali bingung dengan pertanyaan Oliver.


"Tentu saja punya pasangan lagi, apa itu tidak masuk dalam agenda hidup anda? ".


"Kurasa pertanyaan anda sudah terlalu pribadi jadi saya tidak ingin menjawabnya",ucap Xena mulai kesal karena merasa seperti diwawancarai Oliver sekarang.


"Benarkah?".


"Tuan Oliver saya hanya sekretaris anda dan...".


"Bukankah mulai hari ini hubungan kita lebih dari itu".


"Maksud anda? ".


"Aku tidak pernah mencium pegawaiku atau mengijinkan pegawaiku untuk menciumku jadi... ".


"Sudah saya katakan saat itu saya sedang kerasukan setan dan ingin anda melupakannya".


"Aku tidak suka melupakan sesuatu yang kulakukan dengan orang nyonya Wilson apalagi itu menyangkut hubungan pribadi dengan perempuan apa anda pikir aku tipe pria yang seperti itu setelah mencium seorang perempuan lalu begitu saja melupakannya atau saat aku membuat janji dengan seorang perempuan aku begitu saja akan melupakannya!".


"Tapi anda sudah bertunangan dan saya sekretaris anda selain itu usia saya dan anda berbeda sangat jauh jadi sebaiknya... ".


"Berhenti menyuruhku melupakanmu dan sebaiknya sekarang keluar dari ruanganku karena aku benar benar kesal dengan pemikiranmu yang selalu memandang sesuatu dari banyaknya perbedaan tapi tidak dari apa yang kamu rasakan saat kita sedang bersama! ".


***


Setelah pertengkaran mereka hari itu sudah beberapa hari hubungan mereka yang semula hangat kembali dingin dan lebih seperti bos dan karyawannya.


Tidak ada tatapan lembut atau jahil yang diberikan Oliver lagi padanya seperti sebelumnya. yang ada tatapan dingin dan tajam setiap kali mereka berada dalam satu ruangan yang sama.


Bahkan sejak perdebatan mereka itu sikap Oliver pada Bianca setiap kali dia datang juga berbeda seolah sengaja menunjukan kemesraannya terutama kalau tanpa sengaja Xena masuk keruangannya dan Bianca sedang berkunjung kekantornya seperti sekarang.


Xena menghembuskan nafasnya keras sebelum mengetuk pintu ruangan Oliver dimana didalam sana ada Bianca yang pasti akan membuat Xena kesal nanti saat melihat mereka berdua.


"Tok... tok... ".


"Masuk!",jawab Oliver dengan nada dingin yang membuat Xena kembali menghela nafas lalu perlahan membuka pintu ruang kerja Oliver.


Dan benar saja seperti dugaannya tadi didalam ruangan dilihatnya Oliver dan Bianca sedang duduk dengan pose mesra.


Xena terpaksa menggenggam kuat berkas yang ada ditangannya agar berkas itu tidak terlempar kearah mereka berdua yang saat ini sedang duduk disofa dengan posisi Oliver tidur diatas pangkuan Bianca dengan membaca berkas ditangannya sementara tangan Bianca bisa dengan bebasnya menyentuh wajah dan dada Oliver.


"Tuan Oliver ini berkas yang anda minta tadi".


"Letakkan saja dimejaku nyonya Wilson nanti aku akan memeriksanya lagi apakah yang kamu kerjakan sudah benar atau masih ada yang harus kamu perbaiki".


"Baik",jawab Xena dengan berjalan ke meja Oliver untuk meletakkan berkas ditangannya sementara telinganya fokus pada kedua orang yang membuat darahnya mendidih membuat pendengaran supernya seketika berfungsi.


"Sayang...bagaimana kalau malam ini kita pergi keClub berdua",ajak Bianca pada Oliver.


"Baiklah kalau hanya keClub tapi hanya kesana saja oke",Jawab oliver.


"Kenapa?,bukannya kita sudah lama tidak menghabiskan waktu berdua ayolah sayang aku merindukanmu bagaimana kalau... ".


Entah karena terlalu marah dan emosi atau memang sengaja agar kedua orang itu berhenti bicara tangan Xena tanpa sengaja menjatuhkan gelas berisi air putih diatas tumpukan berkas Oliver yang Xena yakin itu sangat penting meski sebenarnya dia lebih ingin melemparkan gelas itu kearah wajah dua orang yang sedang berada disofa saat itu dari pada keberkas pekerjaan Oliver karena itu bisa membiat Oliver menyuruhnya lembur.


"Oh sial!! ",maki Xena keras dengan berusaha menyelamatkan berkas yang terkena tumpahan air barusan.


Seketika Oliver dan Bianca menoleh kearah Xena Karena mendengar pekikan Xena barusan.


Oliver yang melihat apa yang terjadi segera bangkit dari posisinya dan berjalan menghampiri Xena.


Begitu juga Bianca yang langsung membulatkan mata terkejut melihat meja Oliver yang berantakan .


"Nyonya Wilson!, apa yang sudah kamu lakukan tidak taukah kamu kalau kamu sudah menghancurkan kerja keras Oliver karena kecerobohanmu barusan dan apa kamu pikir gajihmu akan bisa menutupi kerugian ini!",bentak Bianca pada Xena yang membuat Xena merasa sangat bersalah hingga wajahnya mulai memucat.


"I.. itu saya tidak sengaja tuan Oliver saya akan mengerjakannya lagi sekarang...".


"Mengerjakan....,apa kamu pikir kamu bisa sementara kamu hanya sekretaris rendahan..".


"Cukup Bianca",ucap Oliver dengan menatap Bianca dingin.


"Tapi dia sudah mengacaukan pekerjaanmu King dan kamu masih ingin membela perempuan tua jelek seperti dia yang bahkan tidak becus...".


"Cukup!!!, apa kau tidak mendengar ucapanku barusan!!".


"Tapi King...".


"Keluar!!!dan jangan pernah kemari kalau aku tidak ingin menemuimu!!!",bentak Oliver dengan menunjuk kearah pintu dengan wajah penuh emosi pada Bianca membuat Xena yang melihat kemarahan Olive saat itu ikut menjadi pucat.


Autor juga ikut pucat 😬😬