SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
92. Kesempatan kedua.



"Jadi.... maukan kamu memberiku kesempatan kedua sayang?",pinta Oliver dengan ekspresi memohon.


Xena terdiam mendengar permintaan Oliver ingin rasanya langsung bilang iya tapi... itu terasa terlalu mudah untuk Oliver dan Xena sedikit khawatir Oliver tidak akan membereskan masalahnya dengan Bianca karena merasa Xena mudah memaafkannya.


"Aku belum tau",jawab Xena lemah.


"Maksudmu? ",tanya Oliver dengan nada kecewa.


"King... kita sudah berpisah selama tiga tahun, selama itu banyak hal yang sudah terjadi selain itu banyak masalah yang masih harus diselesaikan diantara kita sebelum kita memutuskan untuk bersama lagi apa kamu mengerti".


"Iya... aku mengerti apa yang kamu maksud dan aku juga tidak ingin egois dengan memintamu langsung menyetujui keinginanku ini".


"Syukurlah kalau begitu",jawab Xena dengan nada lega.


"Aku akan menyelesaikan semuanya masalah yang sudah aku timbulkan dengan Bianca secepatnya supaya kamu yakin aku serius dengan niatku untuk kembali bersama denganmu. Juga untuk masalah Daddy aku yang akan bicara dengannya kamu tenanglah kali ini aku akan membuat semuanya jelas sebelum benar benar bersamamu".


"Apa yang ingin kamu lakukan dengan Bianca?".


Tentu saja aku akan membatalkan pertunangan kami sayang lalu apalagi".


"Tapi... aku khawatir dia tidak mau King",ucap Xena cemas.


"Percayalah aku punya caraku sendiri untuk membuatnya setuju".


"Lalu dengan tuan Darent,apa kamu juga akan mengatakan kalau... ".


"Tentu saja aku akan mengatakan kalau aku ingin bersamamu lagi dan kali ini aku tidak ingin dia menghalangiku lagi seperti tiga tahun yang lalu".


"Tapi kalau dia tetap bersikeras untuk menolakku bagaimana?, lalu nanti kalau dia...".


Oliver menarik Xena kedalam pelukannya.


"Itu hanya boleh terjadi sekali sayang dan aku tidak ingin terjadi lagi".


"Tapi tuan Darent punya kekuasan untuk itu King aku sedikit takut".


"Sayang dengarkan aku..tiga tahun yang lalu aku mungkin memang cuma seorang pemuda yang tidak punya apa apa karena itu Daddy bisa menindasku dan kamu memilih pergi meninggalkanku karena tau kalau kamu memilihku aku tidak akan bisa melindungimu tapi sekarang aku punya kakiku sendiri tanpa perlu orang lain untuk membantuku berdiri tegak jadi kalau benar Daddy berani melakukan hal itu lagi aku sudah bisa melindungimu".


Xena hanya diam menatap Oliver dapat dilihat keteguhan diwajah tampan pria itu yang sekarang terlihat sudah matang ditempa pengalaman hidup selama ini membuat Xena tanpa sadar merasa lega karena ternyata dia tidak salah dalam menjatuhkan pilihannya pada pria muda disampingnya ini.


"Sayang kumohon percayalah kali ini padaku berikan kesempatan untuk kita bersama, aku ingin bersamamu dan juga anak anak kita,cukup tiga tahun kita berpisah dan merasa tersiksa seperti sekarang dan kalau boleh jujur itu tiga tahun terberat dalam hidupku harus menahan diri demi membuktikan padamu tentang semua ucapanku dulu, meski aku yakin waktu itu kamu mengangap semua ucapanku hanya sebagai pemanis hubungan kita saja".


"Aku tidak pernah berpikir seperti itu tentangmu King... kalau boleh jujur aku menyesal karena langsung mengambil keputusan untuk pergi meninggalkanmu tanpa sempat mendengarkan penjelasanmu,tapi..aku tidak bisa langsung kembali karena kondisiku yang tidak memungkinkan waktu itu saat mengandung Alea dan sewaktu aku akan kembali tiba tiba kamu... dan Bianca... ".


Oliver fokus mendengar penjelasan Xena tapi ada sebuah kata yang diucapkan Xena yang langsung membuatnya terkejut.


"Sayang...bisakah kamu ulangi lagi apa yang baru saja kamu katakan barusan ",pintanya dengan perasaan tidak menentu dan yang pasti berharap dia tadi tidak salah dengar.


"Yang mana?",tanya Xena merasa bingung dengan permintaan Oliver.


"Siapa nama anak kita yang pertama? ",tanya Oliver dengan tidak sabar.


Xena baru sadar kalau dia tadi sempat menyebut nama Alea dalam penjelasannya.


"Sayang...jadi... Alea.. putriku apa benar begitu? ",tanya Oliver dengan tidak sabar.


Mendengar pertanyaan langsung Oliver Xena hanya bisa mengangguk lemah khawatir Oliver marah dengan apa yang sudah dilakukannya dengan berbohong tentang status Alea.


Mendengar hal itu tanpa sadar Oliver menarik nafas lega lalu menarik Xena kedalam pelukannya.


"Maaf sudah membuatmu harus mengalami semua ini tapi setelah ini aku berjanji akan membuat kalian bertiga bahagia tidak boleh lagi ada masalah yang membuat kalian merasa sedih atau terluka.Dikehamilanmu sekarang aku akan mencoba menjadi suamimu yang sebenarnya dengan membantumu agar apa yang terjadi pada Alea tidak akan terjadi dengan adik kecilnya ini".


Xena hanya bisa mendengarkan dan meresapi semua ucapan Oliver padanya dengan merasa sangat bahagia.


"Apa kamu benar tidak marah dengan apa yang aku lakukan padamu King? ",tanya Xena sambil mereka menyuap makanan yang tadi dibeli Oliver.


"Dulu tentu saja marah dan kecewa kesal bahkan benci pada kalian berdua".


"Berdua maksudmu? ".


"Kamu dan Daddy karena melakukan hal itu padaku sementara aku sudah berkali kali bilang pada kalian untuk memberiku waktu tapi ternyata kalian memutuskan semuanya tanpa meminta pendapatku sebagai orang yang bersangkutan".


"Jadi karena semua perasaanmu itu lalu kamu memutuskan bertunangan dengan Bianca dan tidak pernah mencariku sama sekali".


"Iya... tapi yang lebih tepat aku tidak bisa".


"Maksudmu? ".


"Kamu pikir Daddy membiarkan aku begitu saja sayang... kamu salah, dia benar benar menjagaku seolah aku tahanan".


"Jadi...dia mengurungmu?! ",tanya Xena cemas dengan menatap Oliver.


"Bukan mengurung seperti dalam film film atau novel novel sayang tapi lebih dari itu".


"HAH!!!, lebih parah dari itu seperti apa?".


"Dia menyuruh pengawal menjagaku 1kali 24jam nonstop bahkan semua hal yang kusentuh dan tempat yang kutinggali harus benar benar steril dari niat jahatku kalau ingin pergi menemui malaikat maut",kelakar Oliver membuat wajah Xena menjadi pucat.


"King... apa kamu pernah berpikir melakukan hal itu".


"Tentu saja sering diawal awal kamu meninggalkanku kamu pikir semua mudah Xena itu sulit bagiku".


"Tapi kenapa.. kamu berpikir ingin bunuh diri tidak taukah kamu aku saat itu sedang berbaring dirumah sakit berjuang untuk menyelamatkan Alea sementara kamu hanya berpikir untuk mengakhiri hidupmu kamu jahat King!!! ",teriak Xena histeris karena tiba tiba bayangan tentang Oliver yang meninggal tergambar jelas dipikirannya.


"Sayang...dengarkan... dulu.. ".


"Aku tidak mau!!!,tidak pernahkah kamu berpikir bagaimana kalau aku kembali lalu hanya menjumpai nisanmu saja!!!lalu bagaimana dengan Alea....Hiks... hiks".


Xena kembali menangis seperti tadi membuat oliver mulai sedikit pusing dengan tingkat Xena yang moody selama beberapa jam ini seolah dia tidak bisa sedikit saja salah bicara padanya dan yang bisa Oliver lakukan sekarang hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung.


Dan saat dia mencoba merayu Xena tangis Xena semakin menjadi membuat Oliver benar benar harus berkali kali menarik nafas untuk menebalkan rasa sabarnya menghadapi sikap Xena.


Sabar ya namanya juga menghadapi orang hamil 😅😅,kaya Autor sabar sama para reader untuk minta Like dan koment juga hadiah(ngarep🤭)