SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
51.Kencan



Oliver menutup pintu mobilnya dengan cukup keras membuat Xena sedikit terkejut.


"King...! ",tegur Xena dengan menoleh kearah Oliver yang memasang wajah cemberut pada Xena.


"Kenapa kamu kemari!?",tanya Oliver kesal.


"Tentu saja untuk bertemu denganmu lalu apa lagi, apa kamu tidak suka aku menemuimu dikampus?",tanya Xena dengan wajah merasa bersalah.


"Bukan tidak suka,hanya saja aku cemburu",jawab Oliver dengqn memalingkan wajahnya keluar jendela mobil karena merasa wajahnya memerah saat mengatakan hal itu.


"Cemburu?, kenapa.... bukankah aku hanya duduk diKafe tadi dengan siapa dia....".


"Mario",jawab Oliver singkat.


"Iya.. lalu kenapa kamu bisa cemburu".


"Kamu memang hanya duduk disana tapi itu sudah cukup membuat para pria dikampus ini berdatangan menghampirimu, apa kamu tidak menyadarinya?".


Xena menggeleng,"Aku sengaja berpenampilan paling biasa saat kemari tadi agar tidak menarik perhatian King".


"Tapi itu masalahnya sayang penampilanmu yang seperti ini membuatmu benar benar sangat cantik dan mempesona bagi pria dikampus ini".


"Benarkah... kurasa kamu sengaja mengatakan itu untuk membuatku tersanjung bukan".


Oliver menggeleng,"Lihatlah bagaimana mereka masih mencoba menatap kearah mobilku,aku yakin yang mereka pikirkan saat ini adalah dirimu".


"Maksudmu?".


"Oh sayang.....aku rasa aku hampir gila melihat semua mata para pria itu tadi memandangmu ingin rasanya kuhantam habis mereka karena berani menatap Xenaku".


Mendengar itu Xena tertawa lepas membuat aura cantiknya semakin terlihat.


"King kurasa kamu terlalu berlebihan memujiku sekarang,atau kamu memang selalu seperti itu pada semua mantanmu",goda Xena yang membuat wajah Oliver semakin ditekuk karena kesal.


"Tentu tidak aku tidak pernah melakukan ini pada perempuan manapun hanya kamu sayang".


"Kenapa? ".


"Karena aku tidak mencintai mereka,sementara denganmu aku benar benar cinta setengah mati apa kamu belum mengerti!",hardik Oliver kesal.


"Baiklah aku tidak akan menggodamu lagi karena aku kemari tadi ingin mengajakmu pergi".


"Pergi?, kemana? ",tanya Oliver penasaran.


"Ayo kita berkencan seperti pasangan pada umumnya",ajak Xena yang membuat wajah Oliver langsung cerah.


"Kamu yakin?",tanya Oliver senang.


"Tentu, ayo kita berkencan keMall untuk nonton,jalan jalan lalu makan diluar hari ini".


"Baik ayo kita pergi berkencan sekarang",ucap Oliver dengan mulai menghidupkan mobilnya siap untuk pergi,tapi sebelum Oliver melajukan mobilnya Xena menahannya.


"Tunggu,hari ini aku ingin berkencan sebagai kekasihmu bukan sebaliknya".


"Maksudmu?".


Mendengar itu Oliver meraih tangan Xena.


"Jangan merasa minder sayang sudah berkali kali kukatakan kamu lebih baik dari mereka dan sekali lagi kutegaskan bagiku perbedaan usia kita bukan apa apa,jadi ayo kita nikmati kencan kita hari ini aku akan membuat kencan pertama kita benar benar tidak akan kamu lupakan",ucap Oliver dengan mengecup lembut jemari Xena dan terus menggenggamnya sambil mulai menjalankan mobil meninggalkan area kampusnya.


***


Oliver melajukan mobilnya membelah arus lalu lintas yang cukup padat disiang menjelang sore itu menuju sebuah Mall besar yang ada dikota tersebut.


"Kita akan melakukan apa dulu?",tanya Xena saat Oliver membantunya turun dari mobil.


"Ayo kita pergi nonton lebih dulu setelah itu mari berkeliling sebentar sebelum makan malam nanti",ajak Oliver yang dijawab anggukan oleh Xena.


Mereka terus bergandengan tangan dengan mesra sepanjang perjalanan menuju bioskop dengan sesekali Oliver mengecup lembut jari jemari Xena yang berada didalam genggamannya membuat Xena malu dibuatnya.


"King.. hentikan",ucap Xena pelan karena Oliver kembali melakukan itu saat mereka sedang antri membeli tiket film.


"Tidak papa sayang agar para pria yang dari tadi menatapmu itu tau kamu sudah menjadi milikku",jawab Oliver dengan merangkul mesra bahu Xena saat mereka akan masuk kedalam bioskop.


Xena mungkin pernah menonton film tapi tidak pernah dengan kekasihnya seperti sekarang jadi perasaannya saat Oliver bersikap protektif padanya membuatnya merasa nyaman karena merasa dilindungi dan dimiliki meski sedikit malu.


"Ayo duduk",ajak Oliver dengan menyuruh Xena duduk dikursi yang sudah mereka pesan.


"Kenapa kamu memilih kursi yang sangat belakang King bukankah lebih asyik kalau kita menonton sambil berkumpul bersama banyak orang".


"Itu kalau sendiri tapi kalau bersama kekasihmu akan lebih asyik dikursi seperti ini lebih privasi",bisik Oliver yang membuat kening Xena berkerut karena bingung.


"Sebentar lagi kamu akan tau sayang,kenapa kita harus duduk disini",ucap Oliver lagi sebelum Xena kembali bertanya.


Tak lama film yang akan mereka tonton mulai diputar, Oliver memilih untuk menonton film horor yang lagi trend, sebenarnya Xena bukan tipe perempuan penakut tapi menonton film horor dibioskop dengan suasana gelap dan duduk dikursi paling belakang tanpa ada yang lain disampingnya selain Oliver membuat Xena sedikit ngeri, apalagi saat suara musik jumpscrime dari film mulai terdengar, tanpa sadar Xena meraih tangan Oliver dan menggenggamnya erat dan saat adegan dilayar memunculkan sosok makhluk mengerikan disertai suara teriakan dari pemain filmnya tanpa sadar Xena membenamkan wajahnya kedada Oliver agar tidak melihat adegan itu.


"Kamu takut sayang",bisik Oliver ditelinga Xena.


"Sedikit... ternyata film ini cukup mengerikan",jawab xena dengan kembali membenamkan wajahnya kedada Oliver.


"Mau kubuat tidak takut?",tanya Oliver kembali berbisik ditelinga Xena.


"Bagaimana caranya King",jawab Xena dengan kembali membenamkan wajahnya didada Oliver saat makhluk mengerikan itu kembali muncul dilayar.


"Dengan ini",ucap Oliver lalu mengangkat dagu Xena kearahnya dan langsung melu*at bibir Xena lembut,Xena sedikit terkejut dan bermaksud protes tapi protes itu segera tertelan ditenggorokannya bersama ciuman Oliver yang semakin menuntut pada bibirnya dengan meminta Xena untuk membuka mulutnya untuk memudahkan lidahnya menjelajah kedalam mulut Xena.


Sepanjang sisa film dua insan itu tidak lagi menatap ke arah layar tapi mereka berdua sibuk menikmati permainan mereka sendiri bahkan karena terlalu terlena oleh cumbuan Oliver dibagian depan tubuhnya tanpa sadar Xena mengeluarkan erangannya.


"Akkkhh... king.... ",desisnya lirih sambil mencengkram erat rambut pemuda itu sebagai tumpuan saat Oliver sibuk menghisap puncak dadanya dengan rakus,lalu kembali melu*at bibirnya saat merasa puas dengan bagian itu.


Meski hanya melakukan hal itu sepanjang pemutaran film tapi membuat mereka cukup puas.


"Bagaimana kamu suka kencan seperti tadi sayang",bisik Oliver setelah mereka berdua keluar dari dalam bioskop karena film yang mereka tonton sudah selesai.


"Kurasa kamu selalu seperti itu bukan kalau kencan",jawab Xena dengan wajah cemberut karena tiba tiba saja bayangan Oliver juga melakukan hal itu saat sedang kencan dengan kekasihnya dulu terlintas dipikiran Xena dan membuatnya jadi kesal.


"Aku memang melakukannya tapi semua aku siapkan untuk melakukannya denganmu",bisik Oliver ditelinga Xena yang membuat wajah Xena langsung memerah mendengar ucapan Oliver ditelinganya.