SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
76.Kecurigaan Darent.



Xena menatap Alea lalu beralih menatap Vania berusaha meminta jawaban Vania.


"Tadi mereka bertemu dan Alea langsung memanggil Darent dengan Daddy",terang Vania yang membuat Xena merasa tertusuk hatinya mendengar keterangan Vania. Alea bahkan langsung setuju memanggil pria yang bukan Daddynya dengan panggilan Daddy meski mereka baru bertemu.


"Mommy...mana Daddy.. Lea mau ketemu Daddy...",rengeknya pada Xena.


"Daddy sekarang sedang kerja sayang,jadi nanti Lea lagi ketemunya ya",bujuk Xena mendengar rengekan Alea.


Meski terlihat kecewa akhirnya Alea berhasil dibujuknya.


***


Sementara itu dikantor Oliver**


Darent berjalan masuk kedalam kantor dan langsung menuju ruangan Oliver.


Jack yang melihat Darent datang segera menyapa sopan.


"Tuan Darent Max"


"Apa Oliver didalam?",tanyanya pada Jack yang diangguki oleh Jack.


"Iya... King ada didalam...".


"Apa dia tidak sendiri didalam?", tanya Darent merasa heran dengan nada bicara Jack.


"Ada Bianca didalam tuan Max",terang Jack yang membuat Darent kesal mendengarnya lalu berjalan cepat menuju ruangan Oliver.


Sampai didepan ruangan Oliver Darent sengaja tidak mengetuk pintu tapi langsung mendorong pintu itu sampai terbuka dan merasa semakin kesal saat melihat Bianca tampak bergelayut manja ditubuh Oliver.


"Ehem!!".


Dehem Darent yang membuat Oliver langsung menoleh kearah sumber suara dan segera mendorong Bianca menjauh meski Bianca menolaknya.


"Apa aku mengganggu kalian?",tanya Darent dengan duduk disofa dengan keras.


"Tidak.. aku sedang bekerja sambil menunggu Daddy menghubungiku",terang Oliver.


"Benarkah?,lalu Bianca...".


"Dia sudah akan pergi",terang Oliver dengan bangkit dari duduknya dan berjalan menuju sofa.


"Tapi King aku baru saja tiba dan kita sudah lama tidak bertemu karena kesibukanmu tidak bisakah aku tinggal disini sekarang, aku janji tidak akan mengganggu pembicaraan kalian tapi akan menunggumu diruang istirahat sampai kalian selesai lalu setelah itu..".


"Pergilah.. Bianca dan aku akan menyuruh Jack mentransfer uang yang kamu minta sekarang",usir Oliver dengan kesal pada Bianca yang tadi datang untuk merayunya meminta uang lagi.


Mendengar hal itu Bianca langsung menyetujuinya karena itu memang tujuan awalnya datang menemui Oliver.


"Baiklah sayang aku akan pergi dari kantormu sekarang meninggalkanmu dan Daddy Darent untuk bicara, hubungi aku kalau kalian sudah selesai nanti",jawab Bianca lalu mengecup pipi Oliver baru setelah itu pergi dari sana.


Darent hanya memperhatikan apa yang dilihatnya itu dalam diam tanpa berniat berkomentar meski kesal.


"Jadi.. apa hal penting yang ingin kamu bicarakan tadi pagi",tanyanya dengan menyandarkan tubuhnya disofa.


"Lihatlah Dad... ".


Oliver menunjukan foto Alea kepada Darent yang membuat Darent langsung menoleh kearah Oliver.


"Dia putrimu?! ",tanyanya dengan nada terkejut melihat wajah Alea difoto sangat mirip Oliver.


Oliver menggeleng,"Daddy kenal perempuan ini bukan?",tanya dengan menujukkan foto Vania yang sedang menggendong Alea membuat Darent langsung mengerutkan dahinya.


"Tentu saja dia Vania teman Daddy, lalu...apa kamu juga menjalin hubungan dengannya dan....".


"Apa aku sebejad itu dipikiran Daddy?!",tanya Oliver kesal.


"Lalu apa yang akan kamu sampaikan Oliver?".


"Gadis kecil ini Alea dia putri Daddy dengan Vania".


"Benarkah?",tanya Darent merasa tidak percaya.


"Dad.. aku sudah bertemu mereka tadi dan bicara banyak dengan Vania juga Alea,jadi apa Daddy meragukan penilaianku?!".


"Iya... lalu apa yang akan Daddy lalukan pada mereka terutama Alea dia butuh Daddy dalam hidupnya".


Darent menghela nafas keras banyak pertanyaan berkecamuk dalam hatinya saat ini.


Dia memang pernah dekat dengan Vania tiga tahun lalu, kalau memang dari hubungan mereka saat itu Vania hamil usia anak yang bersamanya itu memang sesuai apalagi wajah gadis kecil itu benar benar sangat mirip Oliver dengan versi lebih lembut,tapi...benarkah itu atau Vania sedang mencoba menyembunyikan sesuatu darinya juga Oliver.Karena setahu Darent Vania bukan tipe perempuan yang akan menunggu mengatakan kenyataan ini sampai selama ini kecuali sesuatu sudah terjadi saat dia hamil atau.....


Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Darent, bukan meragukan Alea sebagai salah satu keturunanya tapi..


"Dad.. apa Daddy tidak ingin mengakuinya sebagai putri Daddy?",tanya Oliver dengan menatap tajam kearah Darent yang terdiam lama.


"Aku perlu bicara dengan Vania berdua",jawab Darent yang dijawab anggukan oleh Oliver.


"Aku tidak akan mencampuri urusan pribadi Daddy..tapi aku tetap akan menjaga Alea kalau sampai Daddy menolaknya",terang Oliver sebelum Darent keluar.


"Aku bukan pria tanpa hati sampai tidak mau mengakui darah dagingku sendiri Oliver jadi tenang saja untuk masalah Alea,aku tidak akan pernah mengorbankannya hanya demi keegoisanku".


"Syukurlah... ",jawab Oliver lalu tidak lagi menghalangi Darent yang keluar dari ruangannya.


Hubungan mereka memang tidak lagi sebaik tiga tahun yang lalu tapi juga tidak putus jadi bisa dibilang mereka hanya menjalin hubungan selayaknya hubungan darah mereka.


***


Keluar dari kantor Darent langsung menghubungi Vania.


"Halo....",jawab Vania dari seberang telpon.


"Vania.. bagaimana khabarmu? ",tanya Darent dengan menghela nafas keras.


"Baik... kenapa?, apa King sudah mengatakan tentang Alea padamu karena itu kamu menghubungiku".


"Iya... jadi bisa kita bertemu untuk membicarakan masalah ini".


"Apa kamu masih meragukan status Alea karena itu... ".


"Ayolah Vania kita dua orang dewasa yang sudah lama saling mengenal sebagai teman jadi jangan membawa Alea dalam hal ini, karena aku yakin tujuanmu sebenarnya bukan untuk status Alea tapi hal lain jadi mari kita bertemu dan membahasnya".


Vania terdiam tampak berpikir, lalu setelah lama terdiam akhirnya dia menjawab.


"Baik mari kita bertemu besok untuk bicara".


"Baik kira bertemu besok",jawab Darent lalu mematikan sambungan telpon mereka.


***


Dikantor Oliver***


Tok... tok!


"Masuk", perintah Oliver dari dalam ruangannya.


"King... aku sudah mentransfer uang untuk Bianca seperti perintahmu dan kurasa pengeluaran Bianca akhir akhir ini mulai membengkak,apa kamu akan membiarkannya saja".


"Biarkan saja hal itu,yang sekarang ingin kudengar darimu bagaimana dengan perintahku yang menyuruhmu mencari tau teman Vania saat turun dari pesawat kemarin.


"Soal itu aku sudah mendapat khabarnya".


"Katakan Jack",ucap Oliver penasaran.


"Dia turun dari pesawat bersama seorang gadis kecil berusia sekitar tiga tahun dan seorang perempuan lain....".


"Apa dia Xena Jack? ",tanya Oliver penuh harap tapi segera dijawab gelengan oleh Jack membuat Oliver kecewa.


"Kurasa bukan King dia bernama nyonya Wilson lebih mirip seorang Nani dibandingkan Xena".


"Benarkah?",tanya Oliver dengan menyandarkan tubuhnya kekursi tanpa semangat karena sempat berharap mendapat khabar Xena tadi.


"Iya.. lihatlah ini video saat mereka dibandara dan ini foto mereka bertiga,siVania serta nyonya Wilson yang sedang menggendong Alea".


Oliver melihat Video yang ditunjukan Jack dengan rasa kecewa lalu pada foto tiga orang yang sedang berjalan di Bandara dengan menarik nafas keras.