
Oliver menggenggam erat tangan Xena seolah khawatir perempuan itu kabur waktu dia melihat Bianca didalam Restoran nanti.
"King aku akan duduk dimeja lain saja ya supaya kamu leluasa bicara dengannya",pinta Xena yang sekarang ingin berubah pikiran padahal tadi dia yang bersikeras untuk ikut Oliver bertemu mantan anak tirinya itu.
"Kenapa apa kamu takut dengannya?".
"Aku sangat gugup sekarang",jawabnya jujur dengan menatap kearah Oliver.
"Lalu apa kamu yakin baik baik saja melihat aku dan Bianca duduk satu meja sementara kamu melihat kami secara Live"goda Oliver dengan jahil pada Xena
"Jangan sengaja mengatakan itu!",jawab Xena merasa kesal karena Oliver sengaja menggodanya.
"Aku hanya bicara fakta sayang dan kalau hanya kami berdua yang berada dimeja itu aku tidak bisa menjamin Bianca tidak melakukan apapun untuk menahanku tetap...".
Xena langsung membekap mulut Oliver dengan telapak tangannya supaya tidak terus bicara yang membuat perasaannya kesal.
"Berhenti bicara karena aku tau kamu sengaja mengatakan semua itu kan!".
Oliver meraih tangan Xena yang berada dimulutnya lalu mengecupnya lembut.
"Tentu saja karena aku tidak ingin melewatkan kesempatan melihatmu cemburu padaku, sayang".
"Apa maksudmu?!,atau jangan jangan selama aku bekerja dikantormu kamu sengaja membiarkan Bianca bersikap semaunya padamu saat berkunjung ke kantor untuk membuatku cemburu!".
Oliver tidak menjawab asumsi Xena tapi hanya memutar bola matanya dengan ekspresi menggoda membuat Xena merasa kesal.
"Aku janji akan membalasmu nanti! ",rutuk Xena dengan melepaskan genggaman Oliver dan berjalan lebih dulu masuk kedalam restoran.
Tapi bukan Oliver namanya kalau membiarkan Xena bebas lepas begitu saja.
Oliver dengan cepat menjajari lagi langkah Xena sementara tangannya beralih memeluk pinggang Xena dengan lebih posesif.
Xena ingin menolak tapi mereka sudah memasuki restoran bintang 5 dan akan aneh rasanya kalau dia menolak apa yang Oliver lakukan padanya ditempat umum seperti itu.
Oliver menggiring Xena keruang Vip restoran yang sempat membuat Xena mengerutkan keningnya heran.
"Jangan berpikir macam macam, aku sengaja mengajaknya bertemu secara pribadi supaya dia tidak bisa membuat drama ditempat umum yang akan menjadi santapan lezat wartawan gosip dan Netizen",terang Oliver yang membuat Xena merasa lega dengan alasan Oliver.
Pelayang membantu mereka membuka pintu ruang Vip restoran lalu mengantar mereka duduk dikursi.
Waktu mereka tiba ternyata Bianca belum berada disana dan itu membuat Xena tanpa sadar menarik nafas lega.
Tapi kelegaan Xena tidak bertahan lama karena tidak lama pelayan kembali membukakan pintu ruangan itu dan mengantar Bianca yang saat itu menurut Xena sangat cantik dan tentu saja sexy seperti biasanya menuju meja seperti mereka tadi.
Dari masuk Bianca hanya fokus menatap kearah Oliver yang sudah lebih dulu berada disana tanpa memperhatikan Xena yang saat itu sengaja memegang buku menu karena merasa gugup kalau langsung bertatapan dengan Bianca.
Oliver hanya mengulum senyumnya waktu melihat Xena melakukan hal itu dan sengaja ingin menggodanya dengan berdiri dari samping Xena lalu berjalan menghampiri Bianca untuk menarikkan kursinya sebelum duduk.
"King... ",panggil Bianca dengan bermaksud memeluk Oliver yang membuat Xena langsung membolakan matanya terkejut dengan apa yang akan dilakukan Bianca pada Oliver dihadapan matanya.
Oliver menolak pelukan Bianca dengan mempersilahkan Bianca untuk langsung duduk.
"Duduklah Bianca",pintanya dengan tersenyum manis pada Bianca yang membuat Xena semakin kesal pada Oliver.
"Oh iya.. apa ini sebagai permintaan maafmu padaku karena kemarin sudah membatalkan janji temu kita?",tanya Bianca senang.
"Iya... selain itu...",ucapan Oliver terhenti karena dia merasa Xena mencubit pahanya cukup keras.
Oliver melirik kearah xena yang tetap menutup wajahnya dengan buku menu membuat Bianca juga ikut menolah kearah tatapan Oliver.
Bianca langsung mengerutkan keningnya karena baru sadar Oliver menemuinya tidak sendiri sekarang.
"King...siapa perempuan ini jangan bilang dia kekasihmu yang baru karena aku tidak akan pernah mengijinkannya! ",hardik Bianca mulai emosi dengan menelisik perempuan disamping Oliver lalu menatap kearah Oliver yang tidak bergeming dengan emosinya.
"Dia... ".
"Halo Bianca lama tidak bertemu",sapa Xena dengan menurunkan buku menu ditangannya dan menyapa Bianca sendiri sebelum Oliver selesai mengatakan apa yang ingin diucapkannya barusan.
Wajah Bianca seketika pucat waktu tau siapa perempuan yang duduk disamping Oliver.
"Ka... kamu... kenapa kamu berada disini dan... jangan bilang kalau kamu disini untuk...".
"Untuk mengambil milikku yang sudah cukup lama kamu pinjam",jawab Xena tegas membuat Bianca langsung menoleh kearah Oliver yang hanya diam mendengar apa yang Xena katakan.
"King.. tolong jelaskan apa maksud semua ini dan kenapa kamu sengaja mengajak mantan ibu tiriku diacara makan siang kita sekarang!",hardik Bianca lagi dengan kesal dan marah.
Oliver menatap Xena sekilas dan bermaksud bicara tapi sebelum Oliver bersuara Xena lebih dulu menjawab kekesalan Bianca.
"Biar aku yang menjelaskan padamu Bianca kenapa aku berada disini sekarang!".
"Diam!, jangan ikut campur!,ini bukan urusanmu dasar perempuan brengsek!"
Oliver bermaksud membentak Bianca balik tapi lagi lagi Xena mendahuluinya.
"Tentu saja ini urusanku karena kamu sudah berani menggoda suamiku selama ini!",balas Xena tak kalah keras pada Bianca yang membuat Bianca sangat terkejut dan langsung terduduk kembali kekursinya mendengar apa yang baru saja dikatakan Xena.
Bianca menatap Oliver mencoba meminta penjelasan tentang kebenaran ucapan Xena tapi Oliver hanya menjawab dengan mengiyakan keraguan Bianca.
"Iya.. Bianca aku memang suami Xena, kami sudah menikah sebelum Xena pergi dulu jadi... ".
"King... itu hanya pernikahan tidak direstui dan terpaksa jadi...aku tidak.... masalah dengan semua itu karena aku yakin setelah dia kembali kamu akan langsung menceraikannya bukan dan itu sebenarnya tujuanmu mengajakku bertemu.Untuk menunggumu resmi bercerai dengannya lalu kita bisa menikah bukan?",tanya Bianca penuh harap.
"Sepertinya tidak Bianca karena...".
"Karena kami akan terus bersama Bianca dan perlu kamu tau sekarang aku sedang mengandung lagi anak King jadi sebagai istri dan ibu anak anaknya berhenti mengharapkan dia karena dia bukan milikmu".
Wajah Bianca seketika pucat pasi mendengar penjelasan Xena dan tanpa bisa dibendungnya lagi airmata mengalir dipipinya.
"King.. Xena... kalian keterlaluan!!, aku tidak akan semudah itu memaafkan apa yang sudah kalian lakukan padaku!!",teriaknya penuh emosi yang membuat Xena juga mulai emosi tapi saat Xena akan menjawab Bianca lagi kali ini Oliver mencegahnya.
"Biarkan aku yang bicara kali ini sayang...ingat kamu sekarang sedang hamil tidak baik kalau terlalu banyak meluapkan emosimu".
Mendengar ucapan Oliver kali ini Xena memilih patuh meski tidak suka.
Mohon tinggalkan jejak kalian setelah membaca ya reader. 😊😊