SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
89.Tespack.



Oliver menatap Xena sambil menelisik wajah Xena yang terlihat sedikit pucat.


Ditatap oleh Oliver setajam itu Xena menjadi semakin gugup dan bermaksud berdiri dari duduknya.


"Sebaiknya saya kembali ke meja saya sekarang".


Bukannya menjawab ucapan Xena Oliver malah berjongkok didepan Xena membuat Xena bingung dengan apa yang dilakukan pria itu sekarang.


"Sudah sejak kapan? ",tanyanya tiba tiba membuat Xena mengerutkan keningnya tidak mengerti arah pembicaraan Oliver.


Melihat Xena berekspresi seperti itu Oliver bangkit dari posisinya lalu duduk disamping Xena dan meraih kedua tangan Xena membuat Xena sedikit terkejut dan bermaksud untuk menarik tangannya tapi ditahan Oliver.


"Ayo kita pergi kedokter untuk memastikannya".


Seketika wajah Xena memucat mendengar apa yang dikatakan Oliver.


"I.. itu... apa anda pikir saya sedang hamil karena saya tadi muntah muntah...".


"Ya... karena itu aku ingin memastikannya".


Xena menelan ludahnya yang terasa kelat sebelum kembali bicara.


"Tu.. tuan Oliver saya hanya mual dan pusing biasanya saya juga bisa merasa seperti ini kalau saya terlalu lelah dan juga saat siklus bulanan saya akan datang".


"Jadi.. kamu belum datang bulan? ".


"I.. iya tapi saya rasa sebentar lagi mungkin nanti atau... ".


"Jadi intinya kamu sudah telat datang bulan bulan ini? ".


"Iya.. tapi baru beberapa hari dan itu pernah saya alami tapi saya...".


"Kalau begitu kita kedokter sekarang untuk memastikannya!",ajak Oliver yang langsung dijawab gelengan oleh Xena karena dia takut melihat hasilnya.


"Kenapa kamu tidak mau?!',tanya Oliver terlihat mulai kesal dengan kekeras kepalaan Xena.


"Ini baru beberapa hari jadi sebagai seorang perempuan saya merasa masih wajar".


"Aku tidak perduli ini baru sehari atau beberapa hari aku harus memastikannya agar aku... ".


"Apa anda takut saya akan minta pertanggung jawaban anda kalau saya hamil karena malam itu!".


Oliver langsung menggelengkan kepalanya.


"Aku hanya ingin mengetahui hasilnya".


"Hasil apa?".


"Hasil dari percintaan kita malam itu apakah sekarang ada yang tumbuh didalam sini",jawab Oliver dengan menyentuh lembut perut Xena seolah dia khawatir kalau sentuhannya bisa melukai apa yang ada didalamnya.


Xena tercekat mendengar apa yang dikatakan Oliver tapi juga semakin pusing karena masalah Alea saja mereka belum bisa bicara dan sekarang muncul masalah baru lagi dengan kemungkinan dia hamil.


"Itu.... saya rasa... ".


"Kalau memang kamu masih ragu untuk pergi kerumah sakit bagaimana kalau kita testpack saja dulu,kalau hasilnya positif baru kita kesana",saran Oliver.


Xena ingin menolak tapi dia yakin tidak akan bisa jadi dengan terpaksa dia hanya mengangguk.


Setelah Xena mengiyakan sarannya Oliver segera menghubungi Jack.


"Ya King... ".


"Jack belikan semua testpack terbaik diapotek terdekat sekarang",perintahnya dengan nada tidak sabar.


Jack yang mendengar perintah Oliver tentu saja terkejut.


"A.. apa testpack tapi u.. untuk apa kamu membeli benda itu bukankah itu benda untuk...".


"lakukan saja sekarang!,dan berhenti bertanya! ".


"I... iya baiklah".


"Kutunggu sekarang!".Tegas Oliver.


Xena hanya mendengarkan apa yang Oliver perintahkan pada Jack dengan perasaan berkecamuk.


Tak berapa lama Jack datang mengantarkan benda yang diminta Oliver.


Oliver menerima sekotak testpack yang diberikan Jack tapi tidak menjawab pertanyaan Jack membuat Jack semakin penasaran.


"Apa itu untuk Bianca...apa akhirnya kamu memutuskan akan punya anak dengannya".


"Bukan dan berhenti cerewet disini",usir Oliver pada Jack tapi sebelum Jack pergi dia tertegun karena mendengar suara orang muntah dari kamar mandi.


"King... jangan bilang itu perempuan yang sudah kamu hamili...".


"Iya.. dia memang calon ibu anakku tapi percayalah dia bukan perempuan sembarangan seperti apa yang ada diotakmu sekarang".


"Lalu siapa dia?".


"Besok setelah aku yakin dia benar benar hamil baru aku akan memberitaumu".


Jack ingin bertanya lagi tapi Oliver sudah mendorongnya keluar dari ruangannya.


"Oh iya cancel semua pekerjaanku hari ini dan jangan ada yang boleh masuk keruanganku".


"iya.. baiklah yang tidak sabar ingin menjadi Daddy... ",jawab Jack yang dijawab Oliver dengan mengulum senyumnya.


Setelah Jack pergi Oliver mendatangi Xena yang masih berada dikamar mandi untuk memeriksanya.


"Apa kamu baik baik saja? ",tanya Oliver khawatir melihat Xena terduduk dicloset.


"Kurasa tidak...",jawab Xena dengan menggeleng lemah.


"Mari kubantu",ucap Oliver dengan mengangkat tubuh Xena yang pasrah dengan mengalungkan tangannya keleher Oliver.


"Disofa saja",pinta Xena tapi Oliver malah membawa Xena kedalam kamarnya.


"Kenapa kesini bagaimana kalau ada orang yang melihat kita nanti tuan... ".


"Ssstt, tidak akan ada siapa siapa sekarang,karena aku sudah menyuruh Jack menangani urusan kantor hari ini".


Xena langsung membolakan matanya mendengar itu.


"Kenapa kamu....".


"Aku tidak mungkin tetap bekerja melihatmu dalam kondisi seperti ini,jadi berhenti protes",perintah Oliver dengan meletakkan Xena diatas ranjangnya lalu berjalan masuk kedalam ruang gantinya dan tak lama keluar lagi.


"Mari kubantu kamu mengganti pakaianmu supaya lebih nyaman".


Mendengar hal itu Xena segera menolaknya.


"Biar aku saja yang melakukannya",ucap Xena dengan mengambil kemeja ditangan Oliver dan bermaksud langsung pergi kekamar mandi tapi lagi lagi Oliver mencegahnya.


"Ini....lakukan juga pengecekannya sekarang",perintahnya dengan menyerahkan sekotak alat testpack kehamilan pada Xena yang membuat mata Xena membulat sempurna karena terkejut.


"Kenapa sebanyak ini alat testpacknya?!",tanyanya kesal.


"Supaya lebih akurat",jawab Oliver dengan menyerahkan semuanya ketangan Xena.


"Kamu pikir dengan menggunakan semua alat ini hasil yang nanti negatif bisa berubah jadi positif ?!".


"Iya... siapa tau disalah satu testpeck itu ada yang hasinya positif".


Xena menghembuskan nafasnya kesal lalu segera masuk kedalam kamar mandi.


"Berteriaklah kalau kamu perlu bantuanku!".


Xena tidak menjawab apa yang dikatakan Oliver tapi memilih mengganti bajunya yang memang terasa lengket dan gerah karena keringat akibat beberapa kali muntah tadi.


setelah hanya memakai kemeja Oliver yang ukurannya hampir menghilangkan seluruh tubuhnya Xena membuka dua alat tespack yang diberikan Oliver dan mulai memeriksanya dengan berdoa semoga hasil yang muncul hanya garis satu nanti.


"tok... tok..".


"Apa! ",jawab xena mulai kesal saat mendengar pintu toilet diketuk dari luar oleh Oliver.


"Apa hasilnya?! ",tanya Oliver keras dari luar pintu.


Xena menutup matanya antara kesal dan khawatir karena perlahan garis kedua dialat testpack yang digunakannya terlihat semakin jelas dan tanpa sadar Xena berteriak keras melihat hasil testpacknya karena terlalu terkejut.


"Aaaaa!!!".


Tolong ramaikan perlikekannya ya reader karena sampai sekarang masih sepi 😭😭