SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
55.Laporan untuk Darent.



Mereka menyelesaikan makan malam dengan suasana nyaman.


"Bagaimana hari ini bersama Bianca?",tanya Oliver dengan menggenggam tangan Xena setelah mereka selesai menyantap makan malam mereka dan masih belum beranjak dari restoran itu.


"Awalnya kupikir sulit tapi ternyata dia cukup serius untuk belajar jadi.... ya.... tidak terlalu merepotkanku hari ini".


"Syukurlah kalau begitu, aku sempat khawatir dia membuat masalah denganmu hari ini sayang".


Xena menggeleng,"Jangan khawatir King... bagaimanapun aku sangat mengenal Bianca jadi senakal apapun dia aku yakin aku bisa mengendalikannya kamu tenang saja",jawab Xena dengan menyentuh wajah Oliver dengan tatapan lembut membuat Oliver yang juga menatapnya saat itu tanpa sadar meremas tangan Xena semakin erat.


"Kita pulang sekarang sayang",ucapnya dengan suara sedikit parau karena merasakan sentuhan Xena tiba tiba membuat darahnya berdesir.


Xena yang melihat tatapan Oliver sedikit berubah kearahnya memilih mengalah dan mengangguk.


Setelah itu mereka keluar dan masuk kemobil mereka masing masing meski sebenarnya Oliver ingin Xena pulang naik mobilnya tapi memilih mengalah dengan mengiringi mobil Xena dari belakang, karena memang tapi pagi Xena sudah bicara padanya untuk berangkat dan pulang kantor menggunakan mobilnya sendiri agar tidak menjadi masalah dengan Bianca.Oliver memilih mengalah karena tidak ingin menyusahkan Xena disaat dia juga sedang berusaha membuat perempuan itu percaya dengan perasaannya.


***


Sementara itu tanpa sepengetahuan mereka berdua ada seseorang yang diam diam mengambil foto mereka meski tidak berani dari dekat tapi juga cukup terlihat jelas.


Setelah selesai mengambil foto foto itu orang itu segera mengirimkan hasil kerjanya keseseorang yang memerintahkannya.


***


"Ting! ".


Sebuah pesan masuk keemail Darent dari detektif yang diperintahkannya untuk mengikuti Oliver diam diam dan mencari tau siapa perempuan yang sedang dekat dengan putra semata wayangnya itu.


'Tuan ini foto putra anda dan perempuan itu setelah mereka makan malam', tulis orang yang diperintahkan Darent itu.


Darent segera membuka email itu dan memeriksa beberapa foto itu tapi dia merasa kecewa karena disetiap foto yang diambil orang suruhannya itu wajah kekasih Oliver tidak terlihat jelas membuat Darent curiga kalau Oliver sadar sedang diikuti Darent karena itu dia seolah sengaja menyembunyikan wajah perempuan ini setiap mereka bersama.


Melihat hasil foto yang dikirimkan padanya tidak sesuai seperti yang diinginkannya Darent segera menghubungi orang itu lagi.


"Aku ingin kamu memberiku gambar wajah perempuan itu bukan hanya foto kebersamaan mereka",perintahnya yang membuat orang suruhan Darent langsung mengiyakan perintah itu.


"Baik tuan Darent, akan saya berikan apa yang anda minta tadi nanti".


"Selain itu kamu cari juga alamat tempat tinggal perempuan itu",perintahnya lagi membuat sidetektif sedikit heran karena baru pertama kali dia menerima perintah seperti ini dari Darent yang lebih tertarik pada perempuan yang sedang dekat dengan putranya dari pada apa yang dilakukan Oliver atau sedang berada dimana Oliver seperti biasanya.


"Baik tuan akan saya carikan alamatnya nanti setelah saya dapatkan akan segera saya kirimkan pada anda".


Setelah mengatakan itu hubungan mereka terputus, tapi karena Darent masih sangat penasaran dengan perempuan yang bersama Oliver itu dia segera membuka semua foto itu lagi yang totalnya ada 5 lembar foto saat Oliver dan perempuan itu berada direstoran sampai mereka berada diarea parkir saat Oliver mengantar perempuan itu untuk naik kemobilnya dari gestur Oliver Darent dapat melihat Oliver begitu perhatian pada perempuan itu membuat Darent sedikit tidak suka karena dilihat dari ekspresi Oliver saat melepas mobil perempuan itu seolah dia sangat memuja perempuan itu.


Darent menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi kerjanya dengan menghela nafas keras.


"Siapa sebenarnya dia sampai membuat putraku sebegitu memujanya hanya dalam waktu tidak lebih dari satu bulan ini",gumamnya pada dirinya sendiri dengan perasaan yang sulit dijabarkan.


"Iya Dad... ",jawab Oliver yang terdengar seperti masih dalam perjalan karena ada suara deru kendaraan saat dia bicara.


"Kamu sedang dijalan?",tanya Darent yang dijawab Oliver jujur karena Oliver memang selalu jujur padanya meski dia suka seenaknya,hanya akhir akhir ini saja Oliver lebih banyak merahasiakan banyak hal darinya dan itu juga membuat Darent semakin ingin tau tentang hal yang membuat Oliver seperti itu.


"Iya.... aku sedang menuju Apartemenku sekarang kenapa Dad? ",tanya Oliver yang membuat Darent bingung apa yang harus dikatakannya lagi karena tidak mungkin dia bertanya langsung pada Oliver tentang perempuan yang baru saja bersamanya tadi dan kenapa dia berubah akhir akhir ini apa itu karena siperempuan atau..... akhirnya Darent hanya bertanya pertanyaan biasa sebagai seorang ayah.


"Kamu menginap disana lagi malam ini?".


"Iya sekalian menyelesaikan pekerjaanku yang tadi belum selesai",terangnya.


"Itu bisa saja ditunda kalau kamu repot Oliver karena sudah Daddy bilang.....".


"Aku yang ingin Dad, jadi Daddy tidak perlu merasa bersalah",potong Oliver yang membuat Darent terdiam.


"Baiklah kalau begitu,tapi maukah kamu akhir pekan ini pulang dan menginap dirumah",pinta Darent tiba tiba yang membuat Oliver terdiam sebelum menjawabnya.


"Akan aku usahakan Dad",jawabnya yang membuat Daren terlihat tidak terlalu puas dengan jawaban Oliver.


"Apa kamu ada janji akhir pekan nanti?".


"Bukan... maksudku belum....karena itu aku tidak bisa janji khawatir kalau tiba tiba nanti aku tidak bisa tidur dirumah Dad",terang Oliver yang membuat Darent tidak memaksanya lagi.


"Baiklah....terserah kamu saja",ucapnya lalu mengakhiri panggilan mereka.


***


Oliver memarkir mobilnya disamping mobil Xena yang sampai berbarengan dengannya.


"Ayo",Ajak Oliver dengan membatu Xena turun .


Makasih King",jawabnya lalu mereka berjalan masuk kedalam Apartemen bersama.


"Aku akan langsung mandi",ucap Xena dengan meletakkan tasnya lalu mulai melepas blazer luarnya dan hanya menyisakan kemeja tanpa lengan lalu bermaksud langsung masuk kedalam kamar mandi, tapi sebelum dia masuk Oliver menarik tubuh Xena.


"Kubantu kamu mandi sayang",rayunya dengan meletakkan wajahnya diceruk leher Xena yang tetap harum meski sudah sehari penuh berada diluar.


Melihat itu Xena segera memutar tubuhnya kearah Oliver lalu mulai meraih depan kemeja pemuda itu.


"Iya... ayo bantu aku mandi King.... ",ucapnya dengan mulai membuka satu persatu kancing kemeja milik Oliver dan setelah selesai langsung melepaskannya dari tubuh pemuda itu,lalu melanjutkan dengan mulai membuka gesper yang dipakai pemuda itu tanpa ragu sedikitpun membuat Oliver menjadi tercekat.


"Sayang.... ",ucapnya parau dengan tatapan yang mulai berkabut kearah Xena.


"Aku membantu melepaskan bajumu, nanti kamu yang membantuku mandi bagaimana adilkan King sayang",ucap Xena ditelinga Oliver dengan meniupkan nafasnya kearah Oliver yang tanpa sadar menelan ludahnya mendengar itu.