SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
56.Kecurigaan Darent.



Sudah beberapa minggu Bianca ikut bekerja dikantor dengan Xena hubungan mereka juga sedikit demi sedikit mulai membaik hal itu tentu saja menbuat Xena merasa lega karena sikap dan tingkah Bianca mulai berubah.


"Sepertinya akhir akhir ini kamu jarang pulang kerumah",tegur bianca suatu hari yang membuat Xena sedikit gugup mendengar pertanyaan tiba tiba seperti itu.


"Itu karena..... ".


"Apa kamu menginap ditempatnya? ",tanya Bianca lagi yang membuat Xena semakin bingung bagaimana harus menjawabnya.


"Itu.... Bianca..... aku.... ".


"Sepertinya hubungan kalian sangat dekat, meski kalian mencoba menutupinya tapi bisa kulihat setiap kali kita bertemu dengannya dia terus saja memperhatikan dirimu".


Xena seperti mati kartu mendengar apa yang diucapkan Bianca padanya bingung harus mengatakan apa karena nenurutnya dia dan Oliver sudah berusaha menutupi serapat mungkin hubungan mereka bahkan setiap kali bertemu Daren dan Oliver Xena lebih banyak mengobrol dengan Daren dan mengabaikan Oliver karena ada Bianca disana,meski itu membuat Xena harus selalu menerima hukumam Oliver saat pulang kerja dengan menuruti semua keinginan pemuda itu setelah sampai di Apartemen.


"Hubungan kami hanya sebatas....".


"Berhenti berpura pura kalau kalian hanya rekan bisnis Xena aku bisa melihat kalau tuan Darent punya perasaan khusus padamu".


Xena sedikit terkejut mendengar itu tapi juga bisa menarik nafas lega karena ternyata yang disangka Bianca adalah Darent bukan Oliver.


"Kami benar benar hanya rekan bisnis Bianca kalau kami dekat itu karena perusahaan kita punya banyak kerja sama dengan perusahaannya".


Mendengar penjelasanku Bianca hanya mengedikkan bahu seolah dia tidak percaya dengan apa yang Xena katakan barusan.


"Terserah saja, serapat apapun kamu menutupinya suatu saat pasti akan terungkap juga Xena,jadi ya Well....ini hidupmu jadi aku tidak perduli....",ucapnya dengan pergi meninggalkan Xena keluar ruangan.


Setelah Bianca pergi Xena hanya bisa menarik nafas lega dan membenarkan apa yang dikatakan anak titinya itu dan kalau itu terjadi ya... dia harus siap menanggung resiko untuk dibenci Bianca bahkan mungkin dia akan meminta keluarga besarnya mengusirnya dari perusahaan batin Xena dengan pasrah.


***


Sementara itu Darent sedang akan makan siang bersama Oliver dengan menggunakan mobil Oliver.Dia sengaja ingin naik mobil sang putra untuk melihat apa yang bisa ditemukannya didalam mobil Oliver yang berhubungan dengan kekasihnya itu tapi semua sama saja hanya aroma dalam mobil Oliver saja yang berbeda lebih banyak aroma yang berasal dari parfum perempuan yang seolah sengaja Oliver tebarkan dimobil itu.


"Pengharum mobilmu aromanya berubah",tanya Darent tiba tiba yang membuat Oliver menoleh tapi tidak menjawab.


"Apa kalian sering bertemu akhir akhir ini?",tanya Darent lagi dengan menyandarkan tubuhnya kesandaran mobil dan disana aroma parfum perempuan lebih melekat yang Darent yakini kekasih Oliver baru saja naik mobil itu, mungkin tadi pagi waktu kekampus pikir Darent.


"Ya... ",jawab Oliver singkat seolah enggan membahas hal itu dengannya.


"Kalau kalian sudah sedekat itu apa kamu tidak ingin mengajaknya bertemu Daddy atau paling tidak mengatakan pada Daddy siapa nama perempuan itu siapa tau Daddy kenal dengan orang tuanya dan kalau kamu memang ingin.... ".


"Tidak sekarang Dad hubungan kami masih terlalu baru,aku harus membuatnya yakin dulu padaku baru aku akan mengenalkan kalian"terang Oliver dengan menatap lurus kedepan.


Mendengar apa yang dikatakan Oliver membuat Darent semakin penasaran dan tidak sabar ingin mengetahui siapa sebenarnya perempuan itu tapi dia tidak ingin memaksa Oliver, khawatir Oliver akan semakin menyembunyikan rapat hubungannya nanti jadi Darent sengaja mengalihkan pembicaraan mereka ketopik lain selama makan bersama dengan Oliver.


"Iya tapi sepertinya aku akan menyuruh supir perusahaan saja menjemputku karena sebelumnya aku harus bertemu dengan seseorang untuk membahas bisnis".


"baiklah karena aku juga ada urusan sebentar lagi",jawab Oliver yang membuat Darent penasaran tapi sebelum Darent bertanya Oliver sudah lebih dulu menjawabnya.


"Aku akan kekampus untuk mencoba mengajukan judul skripsiku untuk semester depan Dad",terang Oliver yang membuat Darent terlihat senang mendengarnya.


"Apa itu artinya kamu akan segera lulus Son?',tanyanya senang.


"Iya semoga saja,kalau aku lukus nanti aku baru akan mengatakan pada Daddy siapa perempuan itu",janji Oliver yang membuat Darent tidak suka mendengarnya karena itu berarti dia harus menunggu beberapa bulan lagi hanya untuk tau siapa nama perempuan itu dan Darent tidak berniat menunggu selama itu tapi juga tidak ingin memaksa Oliver karena khawatir Oliver curiga dia akan menyelidiki perempuannya.


"Baiklah...Daddy tidak sabar menunggu waktu itu", ucap Darent dengan melambai kearah Oliver yang sudah mulai melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


Setelah Oliver pergi Darent segera menghubungi seseorang.


"Ya tuan Darent",jawab Detektif yang diperintahkannya untuk menyelidiki perempuan Oliver.


"Bagaimana dengan perintahku apa sudah ada hasil?",tanya Darent dengan tidak sabar.


"Sudah..tapi saya belum sempat mengambil foto perempuan itu kalau alamatnya sekarang dia sering keluar masuk di kawasan Apartemen Grand Mountain",terang sang detektif yang membuat Darent langsung mengerutkan dahinya mendengar itu karena dia tau Oliver juga membeli Apartemen dilingkungan itu.


Tiba tiba Darent berpikir jangan jangan mereka sudah tinggal bersama karena itu Oliver jarang pulang kerumah lalu......


Darent masik sibuk dengan pikirannya sampai dia tidak mendengar ada yang menyapanya dan baru tersadar saat perempuan itu kembali memanggilnya dan sudah berdiri disampingnya.


"Tuan Max!",sapa Xena dengan berjalan menghampiri Darent yang buru buru mengakhiri panggilannya dengan detektif suruhannya.


"Nyonya Sander maaf saya sedikit melamun barusan mari kita bicara dimeja yang sudah saya pesan",ucap Darent dengan masuk kedalam restoran bersama Xena.


"Apa saya terlambat?',tanya Xena ramah karena melihat Darent tidak memesan makan siang seperti dirinya yang menandakan pria itu baru saja makan.


Darent menggeleng dan merasa sedikit tidak nyaman mendengar ucapan Xena.


"Maaf tapi saya baru saja makan bersama putra saya jadi.. ".


"Oh... tidak masalah saya mengerti,anda pasti mencoba membuat quality time bersama putra anda bukan barusan",ucap Xena sopan.


Darent mengangguk, "Ya... karena jujur saja akhir akhir ini dia sedikit sulit ditemui dan itu membuat saya sebagai seorang ayah merasa.... anda pasti tau bukan nyonya saat para anak anak kita sudah besar lalu mereka mulai sibuk dengan dunia mereka sendiri terutama kalau mereka sudah mulai jatuh cinta atau...".


"Ya saya paham mereka jadi mulai mengabaikan kita dan tidak mendengarkan apa yang kita katakan meski maksud kita baik untuk mereka".


"Ya.. itu maksud saya dan juga masalah saya sekarang ",ucap Darent yang membuat Xena menatap Darent bingung.