
Xena menatap dirinya didepan cermin lalu menghela nafas untuk menghilangkan rasa gugup yang dari tadi dirasakannya.
"Hufft.... ".
"Kenapa kamu terus saja menghela nafas Xena apa kamu tidak bahagia karena akan menikah?",tanya Vania yang langsung dijawab gelengan oleh Xena.
"Aku merasa sangat gugup sekarang...Vania",jawabnya dengan menatap Vania dari balik cermin riasnya.
"Bukankah ini bukan pernikahan pertamamu kenapa kamu mesti gugup?".
"Kamu benar.....tapi bagiku ini seperti yang pertama dan... ".
Vania mendekat dan menggenggam tangan Xena.
"Jangan khawatirkan apapun Xena..... percaya lah pada King dan hatimu sekarang".
Xena menatap Vania lalu mengangguk,"Iya kamu benar Vania",ucapnya.
"Jadi.... Apa kamu sudah siap sekarang?",tanya Vania dengan menatap kearah Xena.
Xena mengangguk lalu berdiri.
"Iya... ayo temani aku berjalan keluar Vania".
Vania mengangguk lalu menggandeng tangan Xena keluar dari ruang rias menuju gereja kecil yang akan menjadi tempatnya melakukan sumpah pernikahan mereka lagi.
Didalam gereja hanya ada beberapa orang orang terdekat mereka yang sengaja menghadiri upacara mengambil sumpah pernikahan dihadapan Tuhan kali ini.
Xena berjalan masuk dengan diiringi tatapan penuh kagum dari para tamu terutama Oliver yang menatap kearah Xena tanpa berkedip dari awal dia melangkah masuk kedalam tempat itu.
Oliver mengambil tangan Xena dari tangan Vania lalu memintanya mendekat.
"Kamu cantik sekali sayang",bisik Oliver didekat telinga Xena yang membuat wajah Xena merona dibalik kerudung putih yang dipakainya saat ini.
"Baiklah karena kedua pengantin sudah datang apa kita bisa melakukan pengucapan janji suci sekarang",ucap pemimpin upacara kepada mereka berdua yang dijawab anggukan oleh Oliver dan upacara segera dimulai.
Bukan upacara pernikahan mewah seperti pernikahan para orang kaya pada umumnya,hanya pengucapan janji suci lagi disebuah gereja kecil yang berada didaerah pinggir kota tempat mereka tinggal.
Oliver sengaja melakukan sumpah pernikahannya secara privat untuk menjaga kondisi Xena yang sekarang sedang hamil muda supaya tidak terlalu lelah dan nyaman.
Mereka melakukan sumpah pernikahan sesudah acara lamaran tidak lazim yang dilakukan seorang Oliver pada Xena.
Oliver sengaja menunggu sampai pernikahan mereka sudah resmi secara hukum lebih dulu baru melakukan sumpah pernikahan dihadapan Tuhan lagi.
"Jadi mulai hari ini kalian berdua dinyatakan resmi sebagai suami istri dihadapan Tuhan daan manusia sampai maut memisahkan kalian",terang sipemimpin upacara setelah Oliver dan Xena selesai mengucapkan janji pernikahan mereka.
Oliver dan Xena saling pandang lalu mengangguk.
Setelah acara selesai mereka masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan untuk mereka.
"Kita akan kemana King?",tanya Xena karena mereka hanya pergi berdua tanpa membawa Alea.
"Menikmati malam pengantin kita sayang lalu kemana lagi",jawab Oliver tenang yang membuat Xena sedikit terkejut.
"Malam pengantin?",bukannya kamu bilang kita akan berlibur bersama Alea juga lalu kenapa....".
"Besok pagi Vania dan Daddy akan mengantar Alea menemui kita diBandara sayang tapi malam ini aku ingin menghabiskan waktu hanya berdua denganmu",jawab Oliver dengan mengecup mesra tangan Xena.
"Berdua?, bukannya tanpa Alea kita juga tidak berdua King",balas Xena pada Oliver.
"Benarkah? ",goda Oliver yang langsung dijawab anggukan oleh Xena.
"Meski masih kecil tapi adik Alea juga termasuk calon anggota keluarga kita yang dalam beberapa bulan lagi akan lahir,apa kamu tidak menghitungnya?",tanya Xena dengan wajah sengaja pura pura cemberut.
"Tentu saja... karena itu malam ini aku ingin menjenguknya".
***
"Ayo kubantu sayang",ucapan Oliver dengan membantu Xena turun dari mobil.
Mereka sengaja menggunakan lift khusus yang langsung menuju presiden suit untuk menghindari tamu lain dan wartawan yang bisa melihat mereka.
Tidak butuh waktu lama mereka sampai dikamar mereka.
"Kenapa lampunya mati King?",tanya Xena karena waktu pintu dibuka lampu kamar mereka mati dan suasana kamar yang akan mereka tempati menjadi sangat gelap.
Mendengar hal itu Oliver segera menjentikkan jarinya cukup keras hingga membuat lampu kamar tersebut menyala.
Waktu lampu menyala mata Xena langsung membulat sempurna melihat suasana kamar yang penuh taburan bunga dan dihias sangat indah diseluruh kamar.
"Ini... ".
"Hadiah pernikahan dari Daddy",terang Oliver yang membuat Xena langsung menoleh.
"Maksudmu?".
"Daddy yang menyiapkan semuanya sebagai permintaan maaf karena selama ini sudah membuat kita terpisah hingga membuat Alea sempat tidak kenal dengan kami".
"Jadi....maksudmu... ".
Oliver menggenggam kedua tangan Xena erat.
"Mulai hari ini dan seterusnya ayo kita lupakan masa lalu sayang dan mari kita mulai buka lembaran baru hidup kita,aku memang marah dengan apa yang Daddy lakukan tapi jujur saja aku tidak bisa membencinya".
Mendengar apa yang dikatakan Oliver Xena tersenyum.
"Jangan khawatir King sayang,aku tidak memimtamu untuk melakukan hal itu, karena kita juga orang tua jadi....aku setuju dengan apa yang kamu katakan dan ayo kita bahagia mulai sekarang, bersama keluarga kita".
Oliver mengangguk."Iya sayang.....jadi bisa kita akhiri basa basi ini dan langsung mulai keintinya saja sekarang,karena jujur saja aku sudah tidak sabar untuk memulai menikmati malam pengantin kita yang sudah tertunda beberapa tahun".
"Maksudmu?! ".
Xena tidak mengerti kenapa Oliver mengatakan hal itu sementara mereka sudah sering bercinta bahkan sudah punya anak dari kegiatan panas yang sering mereka lakukan itu dan Xena ingat mereka tidak bercinta baru sekitar dua minggu yang lalu setelah Oliver melamarnya dikamar mandi waktu itu.
Bukannya menjawab pertanyaan kebingungan Xena, Oliver malah menarik Xena merapat kearahnya dan dengan perlahan langsung melu*at bibir Sexy Xena dengan lembut dan intens. Dengan pasrah Xena membiarkan Oliver menguasai bibirnya dan memilih untuk ikut larut dalam permainan Oliver malam ini.
Puas menikmati bibir Xena Oliver melepaskannya lalu menatap Xena dalam.
"Aku mencintaimu Xena Olivia Wilson",ucap Oliver lirih yang dibalas Xena dengan ungkapan penuh cinta yang sama.
"Aku juga Oliver King Maxime".
" Maaf baru sekarang bisa memberimu pernikahan sebenarnya,tapi meski hubungan kita bukan dimulai dengan cara yang baik tapi bagiku bertemu denganmu dan menikahimu tidak pernah menjadi kesalahan dan penyesalan bagiku".
"Aku juga,kamu bagiku adalah sebuah anugrah yang dikirim Tuhan untukku dan aku sangat berterimakasih untuk itu, mulai sekarang dan seterusnya bagiku hanya kamu satu satunya pasangan hidupku''.
Setelah mengatakan hal itu Xena sedikit berjingkit supaya dia bisa mencium bibir Oliver.
Oliver segera menundukan kepalanya untuk membuat bibir mereka bertemu dan membiarkan Xena mengambil inisiatif untuk memulai malam panas mereka.
***
Halo reader autor minta maaf karena baru bisa Up setelah dua hari sempat libur 🙏🙏.
Dan terimakasih untuk kalian semua karena sudah mau bersabar menunggu kelanjutan novel Autor ini.
Happy reading reader malam ini satu bab dulu ya semoga besok bisa lebih 😁😁