SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
71. Rencana Vania.



Vania menatap kearah Xena dengan ragu karena dia tau selama ini Xena tidak mau melepaskan benda itu dari jarinya apapun yang terjadi tapi sekarang tiba tiba dia berniat menjualnya hanya untuk membayar biaya rumah sakit yang tidak seberapa dan jujur saja kalau Xena setuju dia dengan suka rela mengeluarkan tabungannya,tapi dia tau bagaimana kerasnya Xena jadi Vania hanya menghela nafas sebelum menjawab.


"Kamu yakin,bukankah kamu bilang tidak akan pernah melepaskannya sampai kapanpun meski itu tidak seberapa harganya".


Xena menghela nafas keras, "Kurasa sudah saatnya aku mengakhirinya Vania ini sudah cukup lama bahkan kurasa dia sudah lupa denganku sekarang jadi untuk apa menyimpan benda pemberiannya sampai sekarang, cukup Alea saja yang menjadi penghubung diantara kami tidak perlu benda tidak penting seperti ini",ucapnya sendu.


Vania terdiam tidak ingin menyalahkan atau menghakimi Xena sekarang.


"Aku yang akan pergi menjualkannya untukmu,kamu disini saja bersama Alea karena kalau dia bangun nanti dia pasti akan mencari keberadaanmu".


Xena mengangguk, "Iya tolong.... Vania",jawab xena lirih lalu memberikan cincin itu pada Vania yang langsung menyimpannya kedalam tas tangannya lalu pergi meninggalkan Xena yang masih terdiam ditempatnya semula, sejujurnya Xena sangat sedih karena merasa hubungannya dengan Oliver akhirnya berakhir sekarang.


**


Vania pergi ketoko perhiasan terdekat yang dipikirnya mau membeli benda kecil itu.


"Ada yang bisa saya bantu nyonya?",tanya penjaga toko dan sekaligus pemilik toko itu.


"Saya ingin menjual cincin kawin saya",ucap Vania dengan meletakkan benda itu diatas meja etalase.


"Akan saya periksa sebentar tentang keaslian benda ini lalu setelah itu akan saya taksir harganya",ucap Penjaga toko itu yang dijawab anggukan oleh Vania.


Tak berapa lama penjaga toko itu keluar lagi dari dalam tokonya lalu meletakkan cincin yang dibawa Vania ke atas etalase.


"Berapa harganya?",tanya Vania tidak terlalu berharap dapat banyak uang dari menjual cincin Xena tapi berharap uang itu cukup untuk membayar biaya rumah sakit Alea sekarang.


"Anda yakin ingin menjualnya nyonya? ",tanya pemilik toko itu ragu ragu dengan menatap penampilan Vania yang memang terlihat berkelas dari atas sampai bawah.


Mendengar pertanyaan itu Vania balik menatap pemilik toko itu dengan curiga.


"Kenapa?! ",tanya Vania dengan ketus.


"Saya akan jujur dengan anda,agar nanti anda tidak menyalahkan saya setelah anda keluar dari toko saya".


"Katakan jangan berbelit belit saya sangat butuh uang itu untuk membayar biaya pengobatan anak saya!! ",hardik Vania kesal.


"Saya tidak sanggup membayar harga perhiasan anda ini kalau anda meminta saya membelinya sesuai harga asli perhiasan ini waktu dibeli".


Seketika Vania membolakan matanya mendengar itu.


"Itu... kenapa? ".


Kemudian pemilik toko perhiasan menjelaskan bahwa cincin itu memang terlihat sangat sederhana dari segi desain tapi berlian kecil yang menghiasi cincin itu adalah berlian kualitas nomor satu selain itu karena perhiasan ini didesain dan berasal dari toko perhiasan terkenal dengan merek yang sudah dipaten jadi membuat harga benda kecil itu tentu saja sangat mahal.


Vania sampai ternganga mendengar penjelasan pemilik toko perhiasan itu.


"Anda serius? ",tanyanya lirih tidak percaya karena ternyata pemuda brengsek itu cukup menghargai Xena dengan tidak memberinya barang murah sebagai ikatan mereka.


"Iya... lihatlah ini tanda paten merek terkenal itu",ucap sipemilik toko dengan menunjukan ukiran kecil yang terletak didalam lingkaran cincin.


"Saya tidak tau pasti tapi saya yakin sekitar.. ".


Pemilik perhiasan itu menyebutkan 9 digit angka sebagai perkiraan harga cincin itu.


Tanpa sadar Vania menahan nafasnya mendengar banyaknya jumlah nominal yang disebutkan pemilik toko perhiasan itu.


"A... anda yakin hampir seitu harganya?",tanya Vania tidak percaya mendengarnya dan berpikir betapa loyalnya pemuda brengsek itu pada Xena atau memang dia selalu seperti itu batin Vania kesal sendiri karena mengingat bagaimana penderitaan Xena dan Alea selama hampir tiga tahun ini dan tidak sekalipun pemuda itu berpikir atau mencoba mencari Xena bahkan dari pada mencari Xena dia lebih memilih langsung menjalin hubungan lain dengan Bianca yang notabene adalah anak tiri Xena.


Mengingat hal itu Vania sangat kesal lalu mengambil kembali cincin itu dari tangan pemilik toko perhiasan itu.


"Saya akan menjualnya ditoko aslinya saja",ucapnya lalu pergi dari sana dan langsung menuju salah satu cabang toko merek perhiasan itu.


"Selamat malam nyonya,ada yang bisa saya bantu?",tanya penjaga toko disana ramah.


"Saya ingin menjual cincin hadiah pernikahan dari suami saya",ucap Vania dengan mengeluarkan cincin Xena dari dalam tasnya.


Penjaga toko segera mengambil benda itu lalu memeriksanya diruangan khusus.


"Anda tunggu sebentar saya akan memeriksanya",ucapnya yang dijawab anggukan oleh Vania.


Tak berapa lama penjaga toko itu keluar lagi menemui Vania.


"Bagaimana? ",tanya Vania dengan ekspresi tidak sabar menatap penjaga itu.


"Begini,sertifikat dan surat kepemilikan perhiasan ini masih berada diluarnegeri tempat asal suami anda membelinya jadi apa anda yakin akan menjualnya atau..".


"Benarkah?",tanya Vania tidak percaya karena ternyata semua hal penting yang menyangkut kepemilikan cincin itu masih berada ditangan pemuda itu dan hal itu membuat otak Vania mengeluarkan ide untuk balas dendamnya.


Penjaga toko itu mengangguk,"Jadi apa anda yakin ingin menjualnya sekarang atau...".


"Saya tetap ingin menjualnya tapi bisakah kalian menghubungi suami saya setelah saya menjual cincin hadiah pernikahan saya ini",pinta Vania dengan ekspresi memohon.


"Itu..., penjaga toko itu tampak ragu ragu dengan permintaan Vania.


"Saya tidak ingin mengambil seluruh uang hasil penjualannya karena saya tidak ingin hubungan kami semakin buruk tapi saat ini saya sangat perlu uang itu untuk membayar operasi jantung anak saya, sementara suami saya sekarang sedang bersama kekasihnya diluar negeri karena itu saya harap saat dia tau saya menjual benda kenangan berharga kami dia akan sadar dan mau menemui saya juga anak kami disini",ucap Xena dengan ekspresi sengaja dibuat sesedih mungkin dihadapan penjaga toko itu.


"Kalau memang anda ingin kami melakukan hal itu baiklah kami akan menelpon suami anda nanti setelah ini".


Mendengar apa yang dikatakan penjaga toko itu Vania tersenyum senang.


"Jadi bisa kalian mentransfer uang itu kerekening saya sekarang",pinta Vania yang dijawab anggukan oleh penjaga toko perhiasan bermerek dunia itu.


"Sudah nyonya",jawab petugas itu yang dijawab aggukan oleh Vania.


" Terimakasih banyak atas bantuannya",jawab Vania dengan berjalan keluar dari toko besar itu.


"Alea saatnya kita membuat perhitungan dengan Daddymu yang menyebalkan itu sekarang sayang",gumam Vania dengan memesan tiket pesawat untuk penerbangan kembali kenegaranya bersama Xena dan Alea.